pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami
Pernikahan, suatu peristiwa fitrah, fiqyah, dakwah, tarbiyah, sosial dan budaya
  Halaman Depan
  Buku Nikah
  Proposal Nikah
  Referensi Nikah
  Buletin Nikah
  Busana Nikah
  Pacaran Islami ?
  Buku Tamu
  Tentang Saya

Promosi

rumah jonggol
rumah bogor
rumah cibubur
rumah citra gran

 
 
 

Versi cetak - Dibaca 562 kali

Ajaran Agama Sebelum Nikah Dan Sesudah Nikah

 

tentang-pernikahan.com - BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Manusia diciptakan oleh Allah SWT dengan membawa fitrah (insting) untuk mencintai lawan jenisnya, sebagaimana firmanNya : “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah lading. Ltulah kesenangan hidup di dunia, dan disisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS. Ali-Imran : 14).

Menikah merupakan solusi terbaik bagi fitrah kemanusiaaan yang dikaruniakan kepada umat islam. Dalam meniti pernikahan yang islami tentunya diperlukan persiapan - persiapan baik itu sebelum menikah juga ketika menjalani pernikahan itu sendiri.

Nikah merupakan salah satu dari perintah Allah dan termasuk perbuatan yang telah di contohkan oleh nabi Muhammad SAW atau sunah rasul. Dalam hal ini di sebutkan dalam hadist Rasulullah SAW yang artinya, “ Dari anas bin malik r.a , bahwasannya nabi Muhammad SAW memuji Allah SWT dan menyanjung-NYA, beliau bersabda “ akan tetapi aku shlat, tidur, berpuasa, makan dan menikahi wanita, barang siapa yang tidak suka dengan perbuatanku maka dia bukanlah dari golonganku”.(H.R. Bukhari & muslim).

Oleh sebab itu, orang yang enggan kawin padahal ia telah memenuhi persyaratan , maka tidak di akui sebagai umat nabi Muhammad SAW. Adapun latar belakang dari laporan ini karena banyaknya pernikahan dan melanggar ketentuan syariat islam maupun hukum.

Nikah juga merupakan salah satu ibadah dan suatu tahapan penting yang akan dilewati setiap orang islam. Oleh karena itu, pengetahuan tentang seluk beluk pernikahan maupun etika sebelum & setelah menikah sangat diperlukan, demi terwujudnya keluarga (rumah tangga ) yang bahagia yang di ridhoi oleh Allah SWT.


1.2 Motivasi

1. Agar umat islam mengetahui etika sebelum dan setelah menikah.
2. Agar tidak melanggar ketentuan syariat islam maupun hukun dalam pernikahan

1.3 Rumusan masalah
1. Bagaimana etika sebelum dan setelah menikah menurut ajaran agama islam?
2. Bagaimana menjalin hubungan sebelum menikah menurut aturan agama?
3. Bagaimana menjalin hubungan setelah menikah menurut aturan agama?

1.4 Batasan masalah
Hanya membahas secara garis besar saja tentang etika sebelum dan setelah nikah.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Nikah
Kata nikah berasal dari bahasa arab yang didalam bahasa Indonesia sering diterjemahkan dengan perkawinan. Nikah menurut istilah syariat islam adalah akad nikah yang menghalalkan pergaulan antara laki – laki dan perempuan yang tidak ada hubungan Mahram sehingga dengan akad nikah terjadi hak dan kewajiban antara kedua insan. Hubungan antara seorang laki – laki dan perempuan adalah merupakan tuntunan yang telah diciptakan oleh Allah SWT dan untuk menghalalkan hubungan ini maka disyariatkanlah akad nikah. Pergaulan antar laki – laki dan perempuan yang diatur dengan pernikahan ini akan membawa keharmonisan , keberkahan & kesejateraan baik bagi laki – laki maupun perempuan, bagi keturunan di antara keduanya bahkan bagi masyarakat yang berada disekeliling kedua insan tersebut.
Berbeda dengan pergaulan antara laki – laki dan perempuan yang tidak dibina dengan sarana pernikahan akan membawa malapetaka baik bagi kedua insan itu, keturunannya, masyarakat disekelilingnya. Pergaulan yang diikat dengan tali pernikahan akan membawa mereka menjadi satu dalam urusan kehidupan sehingga antara keduanya dapat menjadi hubungan saling tolong menolong, dapat menciptakan kebaikan bagi keduanya dan menjaga kejahatan yang mungkin akan menimpa kedua belah pihak itu.
Dengan pernikahan seseorang juga akan terpelihara dari kebinasaan hawa nafsunya. Allah SWT berfirman dalam surat An – Nisa Ayat 3 sbb: “maka kawinilah wanita – wanita (lain) yang kamu senangi, dua tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan berlaku adil maka (kawinilah) seorang saja. “(An-Nisa : 3). Ayat ini memerintahkan kepada orang laki – laki yang sudah mampu melaksanakan nikah. Adapun yang dimaksud adil dalam ayat ini adalah adil didalam memberikan kepada istri berupa pakaian, tempat, giliran, dan lain – lain yang bersifat lahiriah. Ayat ini juga menerangkan bahwa islam memperbolehkan poligami dengan syarat –syarat tertentu.

2.2 Etika Sebelum Nikah
A. Proses Saling Mengenal ( Ta’aruf )
Mengenal fisik karakter calon istri maupun suami merupakan suatu hal yang dibutuhkan orang sebelum memasuki biduk pernikahan, agar tidak ada penyesalan di kemudian hari, juga tidak terkesan membeli kucing dalam karung. Namun, tujuan ini tidak bias menghalalkan sesuatu yang haram.
Ditambah lagi, bahwa orang yang sedang jatuh cinta akan berusaha menanyakan segala yang baik dengan menutupi kekurangannya dihadapan kekasihnya,. Juga yang sedang jatuh cinta akan menjadi buta dan tuli terhadap perbuatan kekasihnya, sehingga akan melihat semua yang dilakukannya adalah kebaikan tanpa cacat (Lihat Faidhul Qodir oleh Iman Al-Munawi 3/454). Sebagaimana diriwayatkan dari Abu Darda : “Cintamu pada sesuatu membuatmu buta dan tuli.”
Beberapa hal yang harus dimiliki seseorang ketika ingin memasuki gerbang pernikahan antara lain :

· Kesiapan pernikahan
· Kesiapan psikologi
· Kesiapan fisik
· Kesiapan financial


Adapun etika dalam Proses saling mengenal ( Ta’aruf ) antara lain :

· Menjaga pandangan mata hati dari hal – hal yang diharamkan (QS. 24:30-31)
· Materi pembicaraan tidak mengandung dosa dan tidak bermuatan birahi (QS. 4:114)
· Menghindari khalwat (berduaan ) Barang siapa beriman kepada allah dan hari akhir, maka jangan sekali – kali berkhalwat(berduan) dengan seorang wanita di tempat yang sunyi, sesungguhnya syeitan akan menjadi orang ketiganya “(HR. Ahmad).
· Menghindari persentuhan fisik, sabda Rasul SAW: “ sesungguhnya aku tidak pernah bersalaman dengan wanita (bukan muhrim)” (HR. Bukhari);
· Menjaga aurat masing syariat atau islam.


B. Hukum nikah
Menurut sebagian besar ulama, hukum nikah pada dasarnya adalah mubah. Artinya boleh dikerjakan & dan boleh ditinggalkan. Jika dikerjakan tidak mendapat pahala, dan jika dikerjakan tidak mendapat pahala , dan jika ditinggalkan tidak berdosa.

Meskipun demikian , ditinjau dari segi kondisi orang yang akan melakukan pernikahan, hukum nikah dapat berubah menjadi sunnah , wajib, makruh, atau haram,.
1. Sunah
Barang siapa yang ingin menikah , mampu menikah , dan mampu pula mengendalikan diri dari dari perzinaan, walaupun tidak segera menikah maka hukum nikah adalah sunnah,Rasulullah bersabda, “ wahai para pemuda, jika diantara kamu sudah memiliki kemampuan untuk menikah , hendaklah ia menikah , karena pernikahan itu dapat menjaga pandangan mata dan lebih memelihara kelamin ( kehormatan ;dan barang siapa tidak mampu menikah, hendaklah berpuasa, sebab puasa itu jadi penjaga baginya.”(HR. Bukhary dan muslim )
2. Wajib
Bagi orang yang ingin menikah , mampu menikah, dan ia khawatir berbuat zina jika tidak segera menikah, maka hukum nikah adalah wajib.
3. Makruh
Bagi oraang yang ingin menikah , tetapi belum memberi nafkah terhadap istri dan anak – anaknya, maka hukum nikah adalah makruh.
4. Haram
Bagi orang yang bermaksud menyakiti wanita yang ia nikahi, hukum nikah adalah haram.


C. Tujuan pernikahan
Secara umum, tujuan pernikahan menurut islam adalah untuk memenuhi hajat manusia (pria terhadap wanita atau sebaliknya) dalam rangka mewujudkan rumah tangga yang bahagia, sesuai dengan ketentuan – ketentuan agama islam. Apabila tujuan pernikahan yang bersifat umum itu di uraikan secara terperinci, tujuan pernikahan yang islami dapat dikemukakan sbb:
· Untuk memperoleh rasa cinta dan kasih sayang
· Untuk memperoleh ketenangan hidup (sakinah)
· Untuk memperoleh kebutuhan seksual (birahi)secara sah dan diridai Allah
· Untuk memperoleh keturunan yang sah dalam masyarakat
· Untuk mewujudkan keluarga bahagia di dunia dan di akhirat
· Untuk membentuk kehidupan yang tenang, rukun dan bahagia
· Untuk menimbulkan saling cinta dan saling sayang
· Untuk mendapatkan keturunan yang sah
· Untuk meningkatkan ibadah (takwa) kepada Allah SWT
· Dapat menimbulkan keberkahan hidup; dalam hal ini dapat dirasakan perbedaannya antara hidup sendirian dan hidup yang sudah berkeluarga, dimana penghematan sangat mendapatkan perhatian sungguh-sungguh

D.Rukun nikah
1. calon suami
2. calon suami
3. wali
4. dua orang saksi
5. ijab dan qabul

Ijab qabul atau serah terima yang sah dalam pernikahan harus memenuhi beberapa syarat, yaitu:
- Dengan mengatakan nikah atau zawaj
- Ada kecocokan antara ijab dan Kabul
- Berturut-turut, artinya tidak dilakukan di lain waktu
- Tidak ada syarat yang memberatkan dalam pernikahan itu

2.3 Etika Setelah Nikah
A. Kewajiban Suami Istri
1. Kewajiban suami antara lain:
- Memberikan kebutuhan hidup, baik materil maupun spiritual
- Melindungi keluarganya dari berbagai ancaman serta memelihara diri dan keluarganya dari perbuatan dosa
- Mengasihi istri sebagaimana tuntunan agama
- Membimbing dan mengarahkan seluruh keluarga ke jalan yang benar
- Sopan dan hormat kepada orang tua, baik kepada mertua dan keluarganya

2. Kewajiban istri antara lain:
- Menjaga kehormatan diri dan rumah tangganya
- Membantu suami dalam mengatur rumah tangga
- Mendidik, memelihara dan mengajarkan agama kepada anak-anaknya
- Sopan dan hormat kepada orang tua, baik kepada mertua maupun keluarganya
B. Meminang (Khitbah)
hitbah adalah permintaan seorang laki-laki untuk menikahi seorang wanita tertentu dengan cara memberitahu wanita tersebut atau walinya secara langsung atau melalui keluarganya. Akad nikah adalah ikrar dari seorang laki-laki untuk mengikrarkan janji-janji dengan seorang wanita lewat perantara, dengan tujuan hidup bersama sebagai suami istri membangun mahligai rumah tangga, keluarga sesuai dengan sunah rasulullah SAW, untuk mendapat ketenangan jiwa, menyalurkan syahwat dengan cara halal dan melahirkan keturunan yang sah dan sahlih. Walimah atau pesta pernikahan adalah pesta pernikahan yang di sunahkan sebagai pemberitaan kepada khalayak dan ungkapan syukur atas terjadinya pernikahan. Sebagai mana hadist nabi SAW, “ adakanlah walimah sekalipun hanya dengan seekor kambing” (HR. BUkhari muslim). Walimah harus menampakkan syariat islam, sehingga ada nilai ibadah dan dakwah.

C. Hikmah Menikah
Beberapa hikmah yang dapat diperoleh dari pernikahan yang sah antara lain:
1. Pernikahan merupakan jalan keluar yang paling baik untuk memenuhi kebutuhan seksual
2. Pernikahan merupakan jalan terbaik untuk memuliakan anak, memperbanyak keturunan, melestarikan hidup manusia serta memelihara nasab
3. Pernikahan menimbulkan naluri kebapakan dan keibuan yang menumbuhkan pula perasaan cinta dan kasih saying
4. Pernikahan menimbulkan sikap rajin dan sungguh-sungguh dalam bekerja karena adanya rasa tanggung jawab atas keluarganya
5. Pernikahan akan mempererat tali kekeluargaan yang di landasi rasa saling menyayangi sebagai mosal kehidupan masyarakat yang aman dan sejahtera


Komentar-komentar :

Blom ada yang ngasih komentar ... :(

 

Nyumbang komentar ?

Nama

Email

Untuk photo silahkan register di gravatar

Domisili

Komentar

:

 

 :  CAPTCHA Image

 

 :    Reload Image

Artikel sebelumnya ....

 Kajian Pra-nikah Bagi Muslim-muslimah

 5 Hal Yang Harus Dipelajari Sebelum Menikah

 Tes Kesehatan Pranikah

 Persiapan Perempuan Sebelum Menikah

 Makna Di Balik Tradisi Pingitan

 Parenting Pra Nikah

 Mengenal Diri Dan Calon Pasangan

 Pengaman Pernikahan I (pra-nikah)

 Kisah Nyata Seorang Akhwat

 Tahapan Persiapan Pernikahan

 Bekal Pra Nikah

 Cara Melakukan Perkenalan Untuk Mendapat Pasangan Hidup

 Persiapan Pra-nikah Bagi Nuslim Dan Muslimah

 Ujian Pra Nikah= Seni Pra Nikah

 Pernikahan Islam

 Persiapan Pra Nikah

 Seorang Akhwat Yang Melamar Ikhwan

 Persiapan Menuju Pernikahan

 Persiapan Pra Nikah Bagi Muslimah

 Dwilogi Cinta Romi Dan Juli: Part 08 - Tangisan Bahagia Di Akhir Dwilogi Kami

 Dwilogi Cinta Romi Dan Juli: Part 07 - Allah Dulu, Allah Lagi, Allah Terus

 Dwilogi Cinta Romi Dan Juli: Part 06 - Kepercayakan Padamu My Angel

 Dwilogi Cinta Romi Dan Juli: Part 05 - Putri Pangeran Dan Februari

 Dwilogi Cinta Romi Dan Juli: Part 04 - Buah Hatiku, Buah Hatimu, Buah Hati Kita

 Dwilogi Cinta Romi Dan Juli: Part 03 - Nikmatnya Pacaran Setelah Perjanjian Suci

 Dwilogi Cinta Romi Dan Juli: Part 02 - Malam Zafaf

 Dwilogi Cinta Romi Dan Juli: Part 01 - Kala Dosa Menjadi Pahala

 Kisah Cinta Romi Dan Juli: Part 18 - Epilog Jendela Pertama

 Kisah Cinta Romi Dan Juli: Part 17 - Barakallahu!

 Kisah Cinta Romi Dan Juli: Part 16 - Ana Uhibbuki Fillah (aku Mencintaimu Karena Allah)




~ Website-nya cerpen & artikel pernikahan islami serta pacaran islami (emang ada?) ~

Hak cipta selamanya oleh Allah © Subhanahu wa Ta'ala

Semua materi dapat disalin, dicetak dan disebarkan (syukur-syukur ...) dengan mencantumkan sumber situs web ini

Pujian, masukan, krititikan, cacian, hujatan : aa_aanang [at] yahoo [dot] com