pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami
Pernikahan, suatu peristiwa fitrah, fiqyah, dakwah, tarbiyah, sosial dan budaya
  Halaman Depan
  Buku Nikah
  Proposal Nikah
  Referensi Nikah
  Buletin Nikah
  Busana Nikah
  Pacaran Islami ?
  Buku Tamu
  Tentang Saya

Promosi

rumah jonggol
rumah bogor
rumah cibubur
rumah citra gran

 
 
 

Versi cetak - Dibaca 390 kali

Serial Kupinang Engkau Dengan Hamdalah: 18 - Mengenai Sumber Informasi Dan Perantara

Karya : Mohammad Fauzil Adhim

 

tentang-pernikahan.com - Suatu ketika, Amirul Mukminin Umar bin Khaththab r.a. ingin menilai seorang laki-laki yang datang kepada beliau memohon agar diberi jabatan dalam pemerintahan. Umar r.a. berkata kepadanya, "Bawa orang yang mengenalmu ke sini!"
Lelaki itu pulang dan kembali membawa seorang teman. Lalu Umar r.a. bertanya kepada orang itu, "Apakah kau kenal orang ini?"
"Ya."
"Apakah kau tetangganya, dan tahu keadaan yang sebenarnya?" Umar r.a. bertanya.
"Tidak," kata orang itu.
"Apakah kau pernah menemaninya dalam perjalanan, sehingga kau tahu pasti perangai dan akhlaknya..."
"Tidak."
"Apakah kau pernah berhubungan masalah uang dengan orang itu, sehingga kau tahu bahwa dia sangat takut memakan barang yang haram?"
"Tidak".
"Apakah kau hanya mengenalnya di masjid ketika dia berdiri dan duduk di masjid?"
"Ya".
"Enyahlah kau dari sini. Kau tidak mengenalnya...!"
Lalu Umar r.a. menoleh kepada laki-laki yang datang kepadanya itu dan berkata,
"Bawa lagi orang yang benar-benar mengenalmu ke sini."

Dalam riwayat lain dikatakan, ada seseorang berkata kepada Amirul Mukminin Umar r.a. bahwa di fulan itu seorang yang jujur. Maka Amirul Mukminin bertanya,
"Apakah kau pernah menempuh perjalanan bersamanya?"
"Tidak".
"Apakah pernah terjadi permusuhan antara kau dan dia?" tanya Umar bin Khaththab.
"Tidak."
"Apakah kau pernah memberinya amanat?"
"Tidak."
"Kalau begitu," kata Umar r.a., "kau tidak mengenalnya selain melihatnya mengangkat dan menundukkan kepalanya di masjid."

Kisah percakapan Umar bin Khaththab ini saya angkat dari buku Memilih Jodoh dan Tatacara Meminang dalam Islam (GIP, 1995) karya Husein Muhammad Yusuf ketika membicarakan tema cara memilih suami yang baik.

Dalam dua riwayat tersebut, Umar memeriksa apakah orang yang dihadapkan kepadanya memenuhi syarat untuk menjadi sumber informasi mengenai seseorang. Dalam proses pernikahan, pihak calon pengantin perempuan seringkali membutuhkan sumber informasi. Kadang, sumber informasi ini sekaligus menjadi perantara (comblang) yang mengusahakan pertemuan dua pihak menjadi satu keluarga. Sering juga, calon pengantin membutuhkan informasi dari berbagai sumber informasi di luar perantara.

Selama proses menuju pernikahan, orang membutuhkan sumber informasi.
Pertama, untuk memperoleh keterangan mengenai aspek-aspek pribadi calon suami/istri. Kedua, orang yang membutuhkan sumber informasi, bisa untuk memperoleh keterangan tentang persoalan-persoalan temporer (sesaat) dan situasional. Tentang persoalan kedua ini, insya-Allah kita akan membahasnya pada bab berikutnya Selama Proses Berlangsung, segera setelah bab ini selesai.

Memperantarai dua orang untuk menikah mendapat kedudukan mulia dalam Islam. Membantu dua orang yang berkeinginan untuk menikah, sehingga Allah mempertemukan mereka sebagai suami istri yang sah di hadapan Allah, insya-Allah lebih dekat kepada ridha Allah. Ada berbagai keterangan mengenai keutamaan menjadi perantara nikah, insya-Allah termasuk menjadi sumber informasi bagi mereka yang mau menikah. Tetapi bukan bagian saya untuk membahas masalah ini, mengingat belum adanya ilmu pada saya tentang ini. Selain itu, saya belum tepat untuk membicarakan masalah ini. Wallahu A‘lam bishawab wastaghfirullahal ‘adzim.

Cukuplah saya kutipkan nasehat Sayyidinina ‘Ali bin Abi Thalib karamallahu wajhahu. Beliau mengatakan, "Sebaik-baik syafaat adalah memperantarai dua orang untuk menikah, di mana dengan itu Allah mengumpulkan mereka berdua."

Selanjutnya, saya ingin membahas beberapa hal penting bagi mereka yang meniatkan diri untuk memperantarai pernikahan. Demikian juga bagi sumber informasi yang dimintai keterangan oleh salah satu pihak calon pengantin. Pembahasan ini saya harapkan juga bisa bermanfaat bagi mereka yang akan menikah, sehingga mereka memperoleh maslahat dan barakah yang besar dalam pernikahan.

Mudah-mudahan Allah ‘Azza wa Jalla memberi petunjuk kepada saya tentang ini, memperjalankan saya dengan kekuasaan-Nya untuk menepati petunjuk-Nya, dan menjauhkan saya dari kekeliruan-kekeliruan saya sendiri.


Komentar-komentar :

Blom ada yang ngasih komentar ... :(

 

Nyumbang komentar ?

Nama

Email

Untuk photo silahkan register di gravatar

Domisili

Komentar

:

 

 :  CAPTCHA Image

 

 :    Reload Image

Artikel sebelumnya ....

 Serial Kupinang Engkau Dengan Hamdalah: 17 - Mengapa Engkau Persulit Dirimu?

 Serial Kupinang Engkau Dengan Hamdalah: 16 - Jangan Buka Pintu Lagi

 Serial Kupinang Engkau Dengan Hamdalah: 15 - Menyampaikan Isi Hati Kepada Ibu

 Serial Kupinang Engkau Dengan Hamdalah: 14 - Mengenai Syarat Nikah

 Serial Kupinang Engkau Dengan Hamdalah: 13 - Nikah Dan Menuntut Ilmu

 Serial Kupinang Engkau Dengan Hamdalah: 12 - Ada Ladang Amal Shalih

 Serial Kupinang Engkau Dengan Hamdalah: 11 - Pertimbangan Pinangan: Kemandirian Ekonomi

 Serial Kupinang Engkau Dengan Hamdalah: 10 - Pertimbangan Pinangan: Agama Calon Suami

 Serial Kupinang Engkau Dengan Hamdalah: 09 - Catatan Bagi Wanita Yang Dipinang

 Serial Kupinang Engkau Dengan Hamdalah: 08 - Meminta Pertimbangan Istri

 Serial Kupinang Engkau Dengan Hamdalah: 07 - Meminta Izin Anak

 Serial Kupinang Engkau Dengan Hamdalah: 06 - Mempertimbangkan Pinangan: Pertimbangan Bagi Ayah Untuk Memperhatikan Agama Calon Suami

 Serial Kupinang Engkau Dengan Hamdalah: 05 - Mempertimbangkan Pinangan: Catatan Bagi Ayah

 Serial Kupinang Engkau Dengan Hamdalah: 04 - Mempertimbangkan Pinangan

 Serial Kupinang Engkau Dengan Hamdalah: 03 - Wanita Boleh Menawarkan Diri

 Serial Kupinang Engkau Dengan Hamdalah: 02 - Pinangan Bilal

 Serial Kupinang Engkau Dengan Hamdalah: 01 - Mari Kita Mulai

 Inilah Cara Cepat Dapat Jodoh

 Puisi Habibie Ainun

 Lamaran Sahabat Bilal

 Dilamar Oleh Pria Beristri

 Sepiring Berdua

 Membeli Surga

 Persiapan Pernikahan

 Pelatihan Pranikah Untuk Muslimah

 Ajaran Agama Sebelum Nikah Dan Sesudah Nikah

 Kajian Pra-nikah Bagi Muslim-muslimah

 5 Hal Yang Harus Dipelajari Sebelum Menikah

 Tes Kesehatan Pranikah

 Persiapan Perempuan Sebelum Menikah




~ Website-nya cerpen & artikel pernikahan islami serta pacaran islami (emang ada?) ~

Hak cipta selamanya oleh Allah © Subhanahu wa Ta'ala

Semua materi dapat disalin, dicetak dan disebarkan (syukur-syukur ...) dengan mencantumkan sumber situs web ini

Pujian, masukan, krititikan, cacian, hujatan : aa_aanang [at] yahoo [dot] com