pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami
Pernikahan, suatu peristiwa fitrah, fiqyah, dakwah, tarbiyah, sosial dan budaya
  Halaman Depan
  Buku Nikah
  Proposal Nikah
  Referensi Nikah
  Buletin Nikah
  Busana Nikah
  Pacaran Islami ?
  Buku Tamu
  Tentang Saya

Promosi

rumah jonggol
rumah bogor
rumah cibubur
rumah citra gran

 
 
 

Versi cetak - Dibaca 304 kali

Serial Kupinang Engkau Dengan Hamdalah: 20 - Mengenai Sumber Informasi Dan Perantara: 2:tidak Persuasif

Karya : Mohammad Fauzil Adhim

 

tentang-pernikahan.com - Kita sebaiknya tidak memberi keterangan yang bersifat persuasif (membujuk). Keterangan yang persuasif, apalagi jika sengaja mempersuasi agar kedua orang itu berhasil dipertemukan, dapat memunculkan kondisi psikis yang tidak menguntungkan.

Pertama, informasi persuasif (bersifat membujuk, promosi) dapat memunculkan harapan (atau malah angan-angan) yang terlalu tinggi mengenai calonnya. Ini menjadikannya kurang peka terhadap kebaikan-kebaikan pasangannya kelak setelah menikah, karena secara tak sadar selalu membandingkan dengan harapan semula sebelum menikah. Ia lebih peka terhadap kekurangan, meskipun sedikit, sementara kebaikannya sebenarnya banyak.

Keadaan ini mudah menimbulkan kekecewaan atau bahkan kecenderungan untuk melakukan penolakan psikis terhadap pasangannya. Padahal, semakin tidak bisa mensyukuri kebaikan pasangannya, semakin besar penderitaan psikisnya. Sementara untuk mengambil jarak dari masalah, lebih sulit karena sudah mengalami distorsi kognitif.

Sebagian informasi persuasif ini berasal dari buku-buku yang lebih banyak menjanjikan keindahan yang akan didapatkan ketika menikah, tetapi kurang banyak membahas pada bagaimana keduanya harus memperjuangkan keluarganya. Ketiadaan misi dan lebih banyak persuasi, menumbuhkan harapan yang tidak seimbang.

Kedua, informasi yang persuasif mengarahkan harapan orang tentang keindahan keindahan yang akan diberikan pasangan hidupnya. Bukan apa yang kelak perlu ia lakukan kepada pasangannya. Ini menjadikannya mudah merasa kurang terhadap apa yang telah diberikan oleh pasangannya. Bahkan, ketika pasangannya telah banyak memberikan keindahan-keindahan, kehangatan dan penghormatan, ia tidak merasakannya sebagai kebaikan yang layak disyukuri. Ia menerimanya sebagai sekedar kewajaran yang memang sudah seharusnya ia terima. Tuntutan terhadap pasangan lebih mudah muncul dalam dirinya. Susahnya, tuntutan itu sering tidak dinyatakannya karena ia merasa bahwa mengenai hal itu "seharusnya dia sudah mengerti".

K.H. Jalaluddin Rakhmat menceritakan, bila sepasang suami-isteri saling mencintai, lama kelamaan wajahnya akan saling mirip satu dengan yang lain. Terjadi perubahan fisiologis di antara mereka. Ini disebabkan oleh perubahan psikologis. Karena itu, kata Kang Jalal, mulailah dari perubahan akhlak, nanti fisik mengikuti.

Wallahu A‘lam. Tetapi ada yang patut dicatat dari cerita Kang Jalal. Suami-istri yang saling mencintai akan saling menemukan kesamaan-kesamaan. Kalau mereka menjumpai perbedaan, insya-Allah mereka akan berusaha mempersamakan atau menoleransi perbedaan. Ada sebuah keluarga yang setiap membuat sayur, harus selalu dipisahkan dua ketika suami di rumah. Istrinya suka masakan yang manis, sedang suaminya suka asin. Tetapi keduanya hidup harmonis.

Tetapi ketika harapan terhadap pasangan terlalu tinggi, ia akan peka terhadap perbedaan-perbedaan. Sementara perbedaan yang ada melahirkan kesenjangan psikis maupun komunikasi.

Sesungguhnya, kalau kita selalu mencari perbedaan pada diri pasangan sebagai kekurangan, maka tidak ada orang yang sama persis dengan kita kecuali dengan diri kita sendiri. Tetapi, kalau kita mencari kesamaan-kesamaan sebagai kebaikan atau untuk introspeksi, insya-Allah kita akan menjumpai kesamaan pada pasangan kita sebanyak yang kita cari. Wallahua‘lam wallahul musta‘an.

Ketiga, orang justru menjadi takut menikah karena membandingkan persepsinya (penilaiannya) mengenai calon dengan keadaan dirinya. Seorang ikhwan bisa bisa merasa minder dan "ngeri", karena menganggap akhwat yang ia harapkan terlalu tinggi derajatnya dan "hampir-hampir mencapai kesempurnaan". Alhasil, ia tidak berani meminang atau menerima pinangan justru karena pengaruh informasi yang persuasif. Padahal, keadaan yang sesungguhnya tidak demikian.

Dalam kasus ini, informasi persuasif justru bisa mendekatkan kepada madharat. Allahua‘lam wastaghfirullahal ‘adzim.


Komentar-komentar :

Blom ada yang ngasih komentar ... :(

 

Nyumbang komentar ?

Nama

Email

Untuk photo silahkan register di gravatar

Domisili

Komentar

:

 

 :  CAPTCHA Image

 

 :    Reload Image

Artikel sebelumnya ....

 Serial Kupinang Engkau Dengan Hamdalah: 19 - Mengenai Sumber Informasi Dan Perantara: 1:memberi Informasi Objektif

 Serial Kupinang Engkau Dengan Hamdalah: 18 - Mengenai Sumber Informasi Dan Perantara

 Serial Kupinang Engkau Dengan Hamdalah: 17 - Mengapa Engkau Persulit Dirimu?

 Serial Kupinang Engkau Dengan Hamdalah: 16 - Jangan Buka Pintu Lagi

 Serial Kupinang Engkau Dengan Hamdalah: 15 - Menyampaikan Isi Hati Kepada Ibu

 Serial Kupinang Engkau Dengan Hamdalah: 14 - Mengenai Syarat Nikah

 Serial Kupinang Engkau Dengan Hamdalah: 13 - Nikah Dan Menuntut Ilmu

 Serial Kupinang Engkau Dengan Hamdalah: 12 - Ada Ladang Amal Shalih

 Serial Kupinang Engkau Dengan Hamdalah: 11 - Pertimbangan Pinangan: Kemandirian Ekonomi

 Serial Kupinang Engkau Dengan Hamdalah: 10 - Pertimbangan Pinangan: Agama Calon Suami

 Serial Kupinang Engkau Dengan Hamdalah: 09 - Catatan Bagi Wanita Yang Dipinang

 Serial Kupinang Engkau Dengan Hamdalah: 08 - Meminta Pertimbangan Istri

 Serial Kupinang Engkau Dengan Hamdalah: 07 - Meminta Izin Anak

 Serial Kupinang Engkau Dengan Hamdalah: 06 - Mempertimbangkan Pinangan: Pertimbangan Bagi Ayah Untuk Memperhatikan Agama Calon Suami

 Serial Kupinang Engkau Dengan Hamdalah: 05 - Mempertimbangkan Pinangan: Catatan Bagi Ayah

 Serial Kupinang Engkau Dengan Hamdalah: 04 - Mempertimbangkan Pinangan

 Serial Kupinang Engkau Dengan Hamdalah: 03 - Wanita Boleh Menawarkan Diri

 Serial Kupinang Engkau Dengan Hamdalah: 02 - Pinangan Bilal

 Serial Kupinang Engkau Dengan Hamdalah: 01 - Mari Kita Mulai

 Inilah Cara Cepat Dapat Jodoh

 Puisi Habibie Ainun

 Lamaran Sahabat Bilal

 Dilamar Oleh Pria Beristri

 Sepiring Berdua

 Membeli Surga

 Persiapan Pernikahan

 Pelatihan Pranikah Untuk Muslimah

 Ajaran Agama Sebelum Nikah Dan Sesudah Nikah

 Kajian Pra-nikah Bagi Muslim-muslimah

 5 Hal Yang Harus Dipelajari Sebelum Menikah




~ Website-nya cerpen & artikel pernikahan islami serta pacaran islami (emang ada?) ~

Hak cipta selamanya oleh Allah © Subhanahu wa Ta'ala

Semua materi dapat disalin, dicetak dan disebarkan (syukur-syukur ...) dengan mencantumkan sumber situs web ini

Pujian, masukan, krititikan, cacian, hujatan : aa_aanang [at] yahoo [dot] com