pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami
Pernikahan, suatu peristiwa fitrah, fiqyah, dakwah, tarbiyah, sosial dan budaya
  Halaman Depan
  Buku Nikah
  Proposal Nikah
  Referensi Nikah
  Buletin Nikah
  Busana Nikah
  Pacaran Islami ?
  Buku Tamu
  Tentang Saya

Promosi

rumah jonggol
rumah bogor
rumah cibubur
rumah citra gran

 
 
 

Versi cetak - Dibaca 2615 kali

Cinta? Katakan Saja...

Karya : D.h. Devita

 

tentang-pernikahan.com - "Dear Mentari... aku tahu tiap hariku tak kan lewat tanpa sinarmu. Pun kini rasanya namamu telah mengisi ruang-ruang hati. Ada sepucuk harapan yang kadang timbul lalu pergi, bahwa diri ini selalu mencari kapan waktunya tiba untuk menjemputmu turun, ke sini".

Ummi,
Tahukah kamu, bahwa kalimat-kalimat di atas telah terukir dalam dadaku semenjak aku belum mendapatkanmu. Walau sederhana, namun ia mewakili hasrat hatiku untuk mendapatkan seorang mentari, seperti dirimu.

Ummi,
Tak terhitung ucap syukurku saat Dia membawamu ke hadapanku, saat itu. Saat kamu berkenan untuk membagi hidupmu denganku, saat kamu menyambut tawaranku untuk meminangmu, saat ikrar itu kulantunkan dan mulai detik itu kamu kan menghabiskan hari denganku, saat itu.

Mulai saat itu,
Rasanya tak terhitung keindahan yang telah kamu suguhkan padaku. Melalui senyum yang kulihat setiap memulai hari, melalui tutur katamu yang bak nyanyian bidadari, melalui belai lembutmu yang telah menghapus penatku, melalui tawamu yang menyegarkan hatiku, ... semua itu adalah keindahan tak berbilang yang tak sanggup lagi kuuraikan.

Mulai saat itu,
Tak sanggup pula kuhitung bilangan bubuk cinta yang telah kau taburkan, hingga laksana heroin-ia telah kuhirup dan memabukkanku sampai kini. Ketika kau basuh lukaku dengan kelembutanmu, kala aku terjatuh hingga tersungkur-dan kau memapahku hingga berdiri. Ketika kau hapus air mataku dengan kesabaranmu, kala langkahku tertatih-nyaris tak sanggup lagi menghadapi kesulitan yang pernah kita hadapi-dan kau memberikan kasihmu dengan caramu hingga tangisku berubah menjadi senyumku. Dan aku semakin cinta.

Mencintaimu,
Adalah memiliki kedua permata kecil kita, Dan aku seolah tak menginginkan apapun lagi.

Mencintaimu,
Adalah memiliki rumah sederhana kita, Dan di sanalah selalu tempatku kembali.

Mencintaimu,
Adalah memiliki seluruh detik yang telah kita lewati bersama, Dan dengannya kupersembahkan cinta ini. Walau tak terucapkan, walau mungkin tak kau rasakan, tapi percayalah, diriku mencintamu.

Mentariku,
Kau menghangatiku di sini.

-Dedicated to my beloved wife-

Menyatakan cinta kadang menjadi hal yang tidak familiar dan terasa vulgar untuk dilakukan. Sebagian orang bilang, cinta itu tak perlu dinyatakan, namun tercermin dari perilaku. Cinta itu tak perlu diperdengarkan bak rayuan gombal anak-anak muda yang sedang kasmaran, sebab cinta bisa diperlihatkan dari sikap dan tingkah laku.

Benarkah demikian?

Di saat lelah mulai merayapi hari-hari kebersamaan bersama pasangan tercinta, di saat waktu telah membuka setiap celah kelemahan dan membentangkan kenyataan dari sosok pasangan yang mendampingi kita, di saat segala bentuk persiapan dan perencanaan hidup mulai menguakkan keberhasilan atau kegagalan, di saat kita mulai menyadari betapa berartinya ia yang telah menjadi penopang kala kita lemah, penyemangat kala diri ini lelah, penghibur kala terserang gundah, ia telah menjadi teman sejati.

Jadi,
Masihkah ragu menyatakan cinta padanya?





Sumber : www.eramuslim.com


Komentar-komentar :

 adek -
aduh romantisnya...asyik juga udah punya keluarga yang siap mengisi hari :)

 adek -
aduh romantisnya...asyik juga udah punya keluarga yang siap mengisi hari :)

 adek -
aduh romantisnya...asyik juga udah punya keluarga yang siap mengisi hari :)

 khaliaPurwa -
subhanallah, walau aq blm berkeluarga, tp cerita di atas jd semacam motivasi dan betapa indah semua orang bs ngelakuinnya. aq doain, insyaAllah langgeng yah..:>

 Creatorswillys -
saya tidak berani mengucapkan kenapa ya?? ada temen kantor sih..cuma sepertinya dia sudah punya ,jadi gimana nih

 Nadia - Jakarta
Weis.........Katakan saja, jangan malu, cinta kan anugerah yang paling indah:D. Aku juga mau mengatakan..bahwa aku sangat mencintai and merindukannya.....Ntar kalo kekasihku datang, aku akan mengatakannya.....Gak sabar rasanya mengatakan Cinta. Jadi termotivasi Neh...

 DH Devita - kutim
:)
alhamdulillah, ternyata ada juga yang termotivasi ya?
btw, tulisan di atas bukan fiktif loh. namanya artikel, pasti based on true story. ini hanya gambaran bahwa seringkali seorang suami/istri ragu untuk mengekspresikan cinta dalam bentuk kata-kata. padahal penting banget, terutama untuk seorang perempuan.
jadi, kenapa ragu?
ps. puisi di atas ditujukan oleh seorang suami (temen saya) kepada istrinya.

 

Nyumbang komentar ?

Nama

Email

Untuk photo silahkan register di gravatar

Domisili

Komentar

:

 

 :  CAPTCHA Image

 

 :    Reload Image

Artikel sebelumnya ....

 Wanna Be A Mother???

 Suami Setia

 Tujuan Hidup

 Hati-hati! Jangan Jadi Istri Bermasalah

 Kata-kata Bijak Poligami

 Semua Karena Cinta

 Bijak Berhubungan Intim

 Menjadi Istri Yang Selalu Dicintai Suami

 Qana'ah Sifat Mulia Yang Harus Di Miliki Para Istri

 Cahaya Mata

 Fungsi Wanita Dalam Rumah Tangga

 Puisi Poligami

 Ngomong-ngomong Soal Poligami

 Pesan Untuk Para Suami

 Ummi, Percayalah Pasti Ada Jalan!

 Seharusnya Aku Bilang Stop

 Biar Numpang, Tetap Pede Di Depan Mertua

 Kiat Mempererat Hubungan Ayah Dan Anak

 Kado Pilihan Anisha

 Jangan Tebar Pesonamu

 Menjadi Suami Yang Mempesona, Mengapa Tidak?

 Agar Bahtera Tetap Berlayar

 Ungkapan Hati Buat Istriku

 Tinaaaaaaaa

 Sandal Jepit Istriku

 Istriku, Maafkan Suamimu

 Tangis Si Kecil

 Rumah Tangga Yang Menyenangkan

 Istriku....................

 Yang Ku Dambakan




~ Website-nya cerpen & artikel pernikahan islami serta pacaran islami (emang ada?) ~

Hak cipta selamanya oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala

Semua materi dapat disalin, dicetak dan disebarkan (syukur-syukur ...) dengan mencantumkan sumber situs web ini

Pujian, masukan, krititikan, cacian, hujatan : aa_aanang [at] yahoo [dot] com