pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami
Pernikahan, suatu peristiwa fitrah, fiqyah, dakwah, tarbiyah, sosial dan budaya
  Halaman Depan
  Buku Nikah
  Proposal Nikah
  Referensi Nikah
  Buletin Nikah
  Busana Nikah
  Pacaran Islami ?
  Buku Tamu
  Tentang Saya

Promosi

rumah jonggol
rumah bogor
rumah cibubur
rumah citra gran

 
 
 

Versi cetak - Dibaca 2876 kali

Membanggakan Kekayaan Di Depan Istri

laporan : Ruswanto Syamsuddin

 

tentang-pernikahan.com - Seorang lelaki, sebut saja namanya Jaka, selelah luius kuliah dan memperoleh gelar sarjana, melamar pekerjaan ke beberapa perusahaan swasta, Dari sekian lamaran yang dimasukkannya ada satu perusahaan yang meresponnya, sebut saja perusahaan X.

Dari hasil test dan wawancara, ternyata Jaka termasuk yang diterima bekerja di perusahaan X. Dia kernudian mengikuti training yang diadakan perusahaan unluk para karyawan baru. Usai mengikuti training, dia akhirnya bekerja di perusahaan itu. Tentu saja ia memulai karirnya dari bawah.

Sebagai karyawan baru yang masih belia, Jaka juga sangat idealis. Punya cita-cita tinggi dan ingin menjadi orang yang sukses. Oleh karena itu Jaka menggu-nakan kesempatannya untuk bekerja keras, membangun karir dan prestasi demi mencapai kesuksesan. Setiap tugas yang diamanatkan padanya, dia tunaikan de-ngan sebaik-baiknya. Di samping dia memang tipe pekerja keras, dia juga seorang pekerja yang kreatif dan inovatif. Maka wajar jika perusahaan kemudian menetapkannya sebagai karyawan muda yang berprestasi.
Berumah Tangga

Beberapa tahun setelah Jaka bekerja di perusahaan X dan secara ekonomi telah siap untuk berumah tangga, dia kemudian mengakhiri masa lajangnya. Dia menikah dengan seorang gadis cantik - sebut saja namanya Ayu - yang telah menjadi pilihan-nya. Pesta perkawinan dilangsungkan di sebuah gedung pesta dan berjalan cukup meriah.
Keluarga baru itu kemudian tinggal di sebuah rumah, tidak jauh dari pusat ibukota. Di sana mereka mulai membangun rumah tangga untuk mencapai keluarga yang bahagia.

Perjalanan rumah tangganya selama Jaka bekerja di perusahaan X boleh dibilang cukup baik dan harmonis. Tidak ada persoalan tumah tangga yang cukup berarti. Dari perkawinannya dengan Ayu, Jaka dikaruniai dua orang anak. Kehadiran anak dalam rumah tangganya menjadi penghibur hati mereka dan penguat perkawinannya.
Menjadi Orang Sukses

Menyandang predikat karyawan ber-prestasi ternyata merupakan jalan mudah menuju karir dan kedudukan yang tinggi. Dari posisi yang semula hanya di bawah, Jaka relatif cepat mendapat promosi untuk menduduki posisi di tingkat menengah, bahkan kemudian dipercaya untuk menduduki salah satu jabatan penting di tingkat atas. Maka secara materi pun Jaka mendapat gaji yang lumayan besar. Gaji yang besar itu telah menjadikan Jaka dan keluarganya hidup makmur.

Jaka kemudian membeli sebidang tanah di kawasan elit dan mernbangun rumah mewah yang luas, sejuk dan nyaman. Setelah rumah lengkap dengan pertamanannya selesai dibangun, Jaka dan keluarganya pindah ke rumah yang baru tersebut. Sejak itu mereka tinggal di kawasan elit, hidup berbahagia karena serba berkecukupan.

Ternyata apa yang terjadi di hari esok, manusia memang tidak tahu, hanya Allah saja yang Maha Mengetahui. Manusia hanya berencana tetapi Allah-lah yang menentukan. Demikian pula yang terjadi pada perusahaan X dan nasib Jaka sendiri. Krisis ekonomi yang melanda negeri ini telah membuat perusahaan X ikut kolaps, dan akhirnya bangkrut, Para pekerjanya semuanya termasuk juga Jaka terpaksa dirumahkan.

Bangkrutnya perusahaan X dan ber-hentinya Jaka dari pekerjaannya sangat berpengaruh bagi rumah tangga Jaka. Betapa tidak, rumah tangga mereka yang sudah terbiasa hidup mewah dan serba berkecukupan, tiba-tiba harus hidup prihatin dengan serba kekurangan. Sung-guh banyak orang-orang kaya yang tidak siap untuk hidup kekurangan, termasuk juga keluarga Jaka.

Di saat tabungan masih cukup, kriris ekonomi itu belum terasa benar, tetapi ketika tabungan mulai menipis, krisis ekonomi dalam rumah tangganya mulai terasa. Ayu, istri Jaka, mulai tidak bisa menenma kenyataan. Ayu mulai gelisah dan kegelisahannya itu mulai mernpenga-ruhi rumah tangganya. Hingga mereka berdua mulai sensitif, mudah tersinggung dan kadang emosi meletup, percekcokan dan saling menyalahkan pun sering terjadi. Rumah tangga Jaka akhirnya gonjang-ganjing.
Ditinggalkan Istri

Di tengah prahara rumah tangga itu, tiba-tiba ada pria idaman lain (PIL) masuk di hati Ayu dan ikut memperkeruh konflik rumah tangganya. Sebut saja nama PIL itu, Jono. Bermula dari perkenalan di sebuah acara. Kebetulan Ayu dan Jono sama sendirian. Dalam perkenalan itu mereka banyak bercerita sampai kepada masalah rumah tangga.

Ayu membuka problem rumah tangganya. Jono menanggapinya dengan penuh perhatian, nasehat-nasehatnya menyejukkan dan dapat menyihir hati Ayu. Jono pun tak lupa menjanjikan kesenangan yang memberikan harapan besar bagi masa depan Ayu. Lama-lama Ayu jatuh cinta dan tergila-gila pada Jono. Dia tidak lagi mempedulikan suami dan anak-anak.

Atas saran Jono, Ayu kemudian tega meninggalkan Jaka dan lewat pengacara dia menuntut cerai kepada Jaka. Sebagai orang yang sedang menghadapi krisis ekonomi, Jaka tentu tidak ingin diperparah lagi dengan musibah rumah tangga. Oleh karena itu Jaka sedapat mungkin memper-tahankan keutuhan rumah tangganya. Apalagi sudah punya dua anak. Namun apa hendak dikata, rupanya Ayu lebih mementingkan materi ketimbang suami dan anak-anak. Desakan cerai dari Ayu juga cukup kuat dan pihak pengadilan juga mengabulkannya, akhirnya keutuhan rumah tangganya tidak bisa dipertahankan lagi dan perceraian pun resmi terjadi.

Maka bertumpuklah kesedihan menimpa Jaka, dia sudah kehilangan pekerjaan ditambah lagi harus kehilangan istri.
Berusaha Bangkit

Peristiwa perceraian yang menimpa rumah tangganya merupakan pukulan berat bagi Jaka. Krisis ekonomi yang menimpa rumah tangganya mestinya dihadapi dengan sabar, di mana istri mestinya menjadi pendorong dan penye-mangat untuk berusaha bangkit dari keterpurukan. Tetapi apa yang terjadi, seolah mengikuti scenario lain. Sang istri malah memperparah suasana dan me-ninggalkannya. Sungguh Jaka merasa terhina sebagai seorang lelaki dan sebagai suami. Seakan-akan rumah tangga hanya untuk kepuasan materi, suami dicinta dan disayang hanya sebatas materi. Begitu suami tidak bisa lagi memberi kepuasan materi, dia tidak ada lagi harganya di depan istri. Ibarat kata pepatah: Ha5/s manis sepah dibuang. Jaka membacanya: "Ada uang abang disayang, tidak ada uang abang ditendang."

Baru kali ini Jaka merasa terhina sekali sepanjang hidupnya. Tetapi di tengah-tengah perasaan sangat terhina itulah timbul semangat untuk bangkit kembali. Dia ingin menunjukkan kepada mantan istrinya bahwa dia bisa lebih sukses lagi. Cita:cita ingin membuktikan kesuksesan seialu terbayang dalam pikirannya, Rasa-nya belum puas hidupnya kalau belum bisa menunjukan bukti.

Jaka memang bangkit. Dia aktif meng-hubungi teman-teman lamanya, terutama teman-teman sekantor di perusahaan X. Rajin melakukan pertemuan-pertemuan untuk membicarakan peluang bisnis yang bisa mereka lakukan. Pertemuan-perte-muan tersebut akhirnya melahirkan kese-pakatan untuk mendirikan usaha bisnis bersama. Jaka dan kawan-kawannya kemudian mendirikan sebuah perseroan terbatas (PT).
Menjadi Konglomerat

Perusahaan baru itu benar-benar mereka kelola dengan serius dan mereka kembangkan secara profesional. Bisnis-plannya mereka sosialisasikan seluas-luasnya. Ternyata usaha itu tidak sia-sia, program-program usahanya mendapat respon sangat positif dari pasar, sehingga banyak perusahaan besar yang menjalin kerjasama dengan perusahaan Jaka dan kawan-kawannya,

Ini membuat perusahaan mereka cepat berkembang dan maju pesat. Dalam waktu beberapa bulan saja asetnya telah meningkat beberapa kali lipat. Beberapa tahun kemudian aset perusahaan sudah berniiai milyaran rupiah.

Pendek kata, kesuksesan Jaka sebagai dirutnya telah melebihi kesuksesan yang dialaminya ketika bekerja di perusahaan X,
Membuktikan Kesuksesan

Puaslah sudah apa yang selama ini dicita-citakan oleh Jaka, yakni ingin mernbuktikan bahwa dia bisa lebih sukses lagi. Jaka kemudian segera membangun rumah baru lagi. Kali ini rumah yang dia bangun jauh lebih mewah lagi. Dia juga membeli mobil mewah untuk kendaraan pribadinya. Dan tidak lama kemudian, ia menikah lagi dengan seorang wanita cantik dan usianya jauh lebih muda. Sebut saja namanya Dinda.

Suatu hari Jaka sengaja ingin menun-jukan kekayaannya di depan mantan istrinya. Dengan alasan ingin bertemu dengan anak-anaknya, ia minta izin datang untuk berkunjung. Ayu pun tidak keberatan.

Maka bertemulah Jaka dengan Ayu. Kesempatan bagi Jaka untuk bercerita tentang kesuksesannya. Diatunjukkan istri barunya yang lebih cantik dan lebih muda. Dia tunjukkan mobil mewahnya. Dia juga bercerita telah membangun rumah mewah.

Rasanya puas sekali Jaka telah menun-jukan kesuksesannya dan kekayaannya di depan mantan istrinya. Tidak lama setelah bertemu, Jaka dan Dinda pamit pulang.

Tanggapan Pengasuh
Kalau kita bertanya, siapakah orang yang paling puas dalam hidupnya? Agaknya, Jaka-lah orangnya. Karena dia telah mampu membuktikan dirinya bisa bangkit kembali dari keterpurukan. Bisa lebih sukses dari sebe-lumnya, dan bisa menunjukan kesuksesannya itu di depan mantan istrinya yang pernah menghinanya.

Namun pertanyaan beri-kutnya adalah: apakah hanya itu tujuan dia membangun kembali usahanya? Kalau hanya itu tujuannya, sungguh sangat rendan sekali. Usahanya yang selama ini dia perjuangkan hingga sukses, tidak ada nilainya dihadapan Allah.

Kalau dia sadar bahwa hidup itu untuk ibadah (Qs. 51 : 56), sungguh pekerjaan yang dia lakukan sangat luhur, karena tujuannya juga sangat luhur, yaitu untuk mengabdi kepada Allah sehingga peker-jaannya itu diridhai oleh Allah. Pekerjaan yang diridhai Allah hasilnya akan memberi berkah kepada keluarga sehingga hidupnya tenteram.

Krisis ekonomi yang menimpa rumah tangga Jaka di masa lalu selain terjadi karena takdir Allah, barangkali karena dia dan istrinya terlalu mendewakan materi dan hartanya itu tidak pernah dizakati sehingga ketika Allah menguji mereka dengan krisis ekonomi, mereka tidak siap dan gelisah. Ketidaksiapan dan kegelisahan itulahyang kemudian membuat Ayu tega meninggal-kan suami dan anak-anak, dan lari kepada orang yang menjanjikan kenikmatan materi.

Krisis ekonomi bagi Jaka dan keluar-ganya merupakan pelajaran yang amat berharga agar mereka menyadari betul bahwa sesungguhnya manusia amat lemah di hadapan Allah dan menyadari pula bahwa harta kekayaan yang dimiliki manusia hakikatnya adalah milik Allah. Manusia itu hanya diberi amanat oleh Allah, Musibah harta yang dihadapi seyogianya menyadarkan manusia agar kembali ke jalan Allah, serta membelanjakan harta kekayaannya secara benar sesuai dengan ketentuan Zat yang memberi harta.

Ayu meninggalkan Jaka karena Jaka tidak bisa diharapkan lagi secara materi, seharusnya tidak membuat Jaka merasa terhina, karena sesungguhnya Ayu sendiri-lah orang yang hina, penyembah materi. Peristiwa itu justru semakin memperjelas bahwa Ayu memang bukan istri yang baik. Bahkan kalau diteruskan akan membuat bencana rumah tangganya lebih fatal lagi. Oleh karena itu seyogianya Jaka bersabar atas perlakuan istrinya dan tidak boleh dendam, karena setiap manusia akan mendapat balasan dari Allah sesuai dengan perbuatannya, Sabar itu berpahaia dan kunci kesuksesan.

Lalu Jaka mampu bangkit dari keterpurukan ekonomi, itu adalah suatu hal yang wajar saja, karena dalam Islam tidak dikenal adanya putus asa. Putus asa adalah dosa besar dan kunci kehancuran. Jadi bangkitnya Jaka bukan berasal dari rasa keterhinaan, melainkan karena kewaji-bannya sebagai Muslim yang haram berputus asa.

Oleh karena itu ketika Jaka lebih sukses dan lebih kaya lagi, seharusnya membuat dirinya bersyukur, bukan malah mem-banggakan kekayaan di depan mantan istrinya. Karena sesungguhnya dia sukses lagi karena pertolongan Allah. Jika Allah tidak menghendaki Jaka sukses, apa yang mau dibanggakan? Maka dengan bersyukur kepada Allah akan menjadikan Jaka tidak lupa diri dan membelanjakan hartanya sesuai tuntunan Allah. Tetapi dengan membanggakan harta kekayaannya bisa membuat Jaka lupa diri dan membelanjakan hartanya secara mubazir (sia-sia). Sikap seperti ini bisa membuat kehidupan Jaka terpuruk kembali.

Sungguh tidak ada artinya mem-banggakan harta kekayaan di depan mantan istrinya yang sudah bersuarni. Ton belum tentu dia sakit hati atau menyesali dirinya. Tetapi sikap unjuk kekayaan itu justru akan menghapus amal dan bisa merusak kesuksesannya di kemudian hari.

Maka sebaik-baik sikap yang harus dilakukan Jaka adalah bersyukur kepada Allah atas kesuksesannya kembali, lalu membelanjakan hartanya sesuai ketentuan Allah. Antara lain tidak lupa menzakatinya terlebih dahulu, lalu untuk kebutuhan keluarga, untuk takir miskin, dan untuk kepentingan di jalan Allah.

Siapa yang menanam kebaikan nisca-ya akan memetik buah kebaikan, dan siapa yang menanam keburukan niscaya akan memetik buah keburukan pula.

Sumber : www.amanah.or.id


Komentar-komentar :

 Aa yoga -
ini nikh yang masih suka Aa lakukan! tapi bukan kekayaan materi, tapi kekayaan pengetahuan ....

 ibrizani - jakut
alhamduliilah artikelnya mengena dihati aq, semoga kebahagiaan yang aq dapati bisa disyukuri dan berbagi dengan keluarga yang susah...............

 

Nyumbang komentar ?

Nama

Email

Untuk photo silahkan register di gravatar

Domisili

Komentar

:

 

 :  CAPTCHA Image

 

 :    Reload Image

Artikel sebelumnya ....

 Diskusi Sehari Soal Kawin Kontrak (mut'ah)

 Berjuang Keras Untuk Satu Isteri

 Ajari Aku 'tuk Jadi Pejantan Tangguh

 Bila Suami Terpikat Wanita Lain

 Menjadi Bidadari Yang Didambakan

 Cinta? Katakan Saja...

 Wanna Be A Mother???

 Suami Setia

 Tujuan Hidup

 Hati-hati! Jangan Jadi Istri Bermasalah

 Kata-kata Bijak Poligami

 Semua Karena Cinta

 Bijak Berhubungan Intim

 Menjadi Istri Yang Selalu Dicintai Suami

 Qana'ah Sifat Mulia Yang Harus Di Miliki Para Istri

 Cahaya Mata

 Fungsi Wanita Dalam Rumah Tangga

 Puisi Poligami

 Ngomong-ngomong Soal Poligami

 Pesan Untuk Para Suami

 Ummi, Percayalah Pasti Ada Jalan!

 Seharusnya Aku Bilang Stop

 Biar Numpang, Tetap Pede Di Depan Mertua

 Kiat Mempererat Hubungan Ayah Dan Anak

 Kado Pilihan Anisha

 Jangan Tebar Pesonamu

 Menjadi Suami Yang Mempesona, Mengapa Tidak?

 Agar Bahtera Tetap Berlayar

 Ungkapan Hati Buat Istriku

 Tinaaaaaaaa




~ Website-nya cerpen & artikel pernikahan islami serta pacaran islami (emang ada?) ~

Hak cipta selamanya oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala

Semua materi dapat disalin, dicetak dan disebarkan (syukur-syukur ...) dengan mencantumkan sumber situs web ini

Pujian, masukan, krititikan, cacian, hujatan : aa_aanang [at] yahoo [dot] com