pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami
Pernikahan, suatu peristiwa fitrah, fiqyah, dakwah, tarbiyah, sosial dan budaya
  Halaman Depan
  Buku Nikah
  Proposal Nikah
  Referensi Nikah
  Buletin Nikah
  Busana Nikah
  Pacaran Islami ?
  Buku Tamu
  Tentang Saya

Promosi

rumah jonggol
rumah bogor
rumah cibubur
rumah citra gran

 
 
 

Versi cetak - Dibaca 2927 kali

Nikah Jarak Jauh Via Teleconference

Pikiran Rakyat , Minggu, 05 Desember 2004

 

tentang-pernikahan.com - JARAK Bandung-Pittsburgh Amerika Serikat dengan perbedaan waktu 12 jam,
tidak menghalangi Dewi Tarumawati untuk melangsungkan pernikahan dengan
Syarif Aburahman Achmad. Dewi yang berada di Bandung dan Syarif di 304
Oakland Ave Apt 9 Pittsburgh PA 15213 Amerika Serikat melangsungkan
pernikahan di Kantor Indosat Landing Point Jln. Terusan Buah Batu Bandung,
Sabtu (4/12).

Pernikahan Dewi-Syarif sebenarnya hampir sama dengan pernikahan pada
umumnya, ada mempelai wanita, wali nikah, dan dua saksi. Perbedaannya,
mempelai pria hadir tidak secara fisik melainkan dalam bentuk gambar di
televisi. Jadinya, televisi ukuran 29 inci menjadi pusat perhatian puluhan
kerabat yang hadir dalam acara tersebut, khususnya orang tua Dewi dan orang
tua Syarif.

Apalagi bagi Dewi. Tak henti-hentinya dia memandangi pria berkaca mata yang
memakai baju koko, lengkap berpeci. Sementara hadirin yang hadir dalam acara
tersebut bisa menyaksikan mempelai pria dari big screen (layar lebar)
berukuran 1,5 m x 2 m.

Tepat pukul 8.45 WIB, akad nikah Dewi Tarumawati, S.Psi, putri pertama H.
Daddy S. Yudha Manggala dengan Syarif Aburahman Achmad Ph.D, putra keempat
H. Memed Achmad Diat T, dimulai. Dipimpin Petugas Pencatat Nikah (PPN) Kec.
Regol Syamsul Ma'arif dan Cecep Budiman, pembacaan ijab kabul berjalan
lancar. Bahkan cukup sekali, tidak perlu diulang.

Ijab dari H. Daddy (orang tua Dewi), "Saya nikahkan Dewi Tarumawati putri
kandung bapak kepada ananda dengan mas kawin seperangkat alat salat dan uang
Rp 5 juta dibayar tunai." Dijawab denga lancar oleh Syarif, "Saya terima
nikahnya Dewi Tarumawati putri kandung bapak dengan memakai mas kawin
seperangkat alat salat dan uang Rp 5 juta rupiah dibayar tunai."

Setelah ijab kabul, pengantin pria membacakan sighat taklik, "Saya Syarif
Aburahman Achmad bin H. Memed berjanji dengan sesungguh hati, bahwa saya
akan menepati kewajiban saya sebagai seorang suami. Saya akan pergauli istri
saya bernama Dewi dengan baik (mu'asyarah bil ma'ruf) menurut syari'at
Islam."

Kemudian, "Sewaktu-waktu saya meninggalkan istri saya dua tahun
berturut-turut, atau saya tidak memberi nafkah wajib kepadanya tiga bulan
lamanya, atau saya menyakiti badan/jasmani istri saya, atau saya membiarkan
(tidak mempedulikan) istri saya enam bulan lamanya, kemudian istri saya
tidak rida dan mengadukan halnya kepada Pengadilan Agama dan pengaduannya
dibenarkan serta diterima pengadilan, dan istri saya membayar uang sebesar
Rp 1.000,00 sebagai iwadh (pengganti) kepada saya, maka jatuhlah talak saya
satu kepadanya."

Acara akad nikah diakhiri dengan sungkeman mempelai wanita kepada orang tua
dan mertuanya. Sementara mempelai pria sungkeman dengan kata-kata. Seusai
sungkumen, pasangan yang baru resmi menjadi suami-istri itu ingin saling
melepas rindu. Terlebih sudah hampir 10 tahun mereka tidak pernah bertemu.
"Saya terakhir bertemu Aa (panggilan akrab Dewi kepada Syarif) tahun 1995,"
tuturnya.

Dewi berusaha mendekat layar televisi dan bertatap muka dengan "kotak ajaib"
tersebut. "Assalamu'alaikum," ucap Dewi. Terdengar jawaban,
"Wa'alaikumsalam". Beberapa saat kemudian suanana hening, tidak terdengar
apapun, baik di Bandung maupun di Pittsburgh.

"Saya tidak tahu harus ngomong apa," kata Dewi. Hadirin pun tertawa.
"Ngomong dong, ngomong dong," kata Dewi lagi menirukan sebuah iklan di
televisi. Hadirin kembali tertawa.

Akhirnya terdengar suara Syarif. Ia bersyukur kepada Allah SWT karena acara
akad nikah berjalan lancar. Syarif berharap istrinya dapat segera
menyelesaikan studi S2-nya sehingga bisa segera ke Amerika untuk secara
bersama-sama membangun keluarga baru.

**



DITEMUI "PR" seusai akad nikah, Dewi mengaku pada awalnya ia mau menikah
"normal" seperti pada umumnya. Waktunya pun telah ditentukan akhir 2004.
Namun Allah SWT berencana lain, calon suaminya tidak bisa pulang ke tanah
air karena tidak mendapat izin dari kantornya. Bahkan ia sudah
menandatangani kontrak kerja selama 6 tahun seusai menyelesaikan studi S2
dan S3-nya.

"Nikah itu dianjurkan oleh Allah SWT, bahkan wajib bagi orang yang sudah
mampu. Apalagi bila dibarengi dengan niat ikhlas. Dengan begitu, mengapa
harus ditunda-tunda?," tanyanya.

Ia pun berikhtiar. Akhirnya, Allah memudahkannya dengan cara bantuan
teknologi dari Indosat. Awalnya, Dewi pun sempat khawatir akan terjadi
ketidaklancaran. Karena dengan nikah biasa pun bisa terjadi hal yang tidak
diinginkan tersebut. Apalagi ini dengan menggunakan teknologi canggih. Namun
akhirnya kekhawatiran tersebut sirna setelah akad nikah berjalan lancar.

Sementara itu, PPN Kec. Regol Syamsul Ma'arif dan Cecep Budiman mengaku baru
pertama kali menikahkan dengan bantuan video conference. "Ini pengalaman
baru buat saya. Awalnya grogi tapi pada pelaksanaannya sama seperti
menikahkan biasa," kata Cecep diamini Syamsul.

Menurut keduanya, pernikahan tidak dihadiri calon suami bukanlah hal yang
baru. Terlebih Undang-Undang Perkawinan telah mengatur masalah tersebut.
"Disebutkan, bila calon suami berhalangan hadir, bisa memberi surat kuasa
kepada seseorang untuk mewakilinya. Berkaitan dengan pernikahan kali ini,
calon pengantin pria telah memberikan kuasa kepada H. Wisnu Pribadi, S.E
untuk mewakilinya," tandasnya.

Pemberian surat kuasa tersebut dituangkan dalam surat ikrar wakil qobul.
Dengan adanya surat kuasa tersebut seluruh rukun nikah telah terpenuhi,
yaitu adanya mempelai wanita, mempelai pria, wali nikah, dan dua saksi.
Dengan begitu, nikah tersebut sah.

Technical Support Fixed Midi PT Indosat Nandang Ahmad menambahkan acara
pernikahan menggunakan video conference merupakan yang pertama kalinya di
Indosat Jabar. Kendati demikian, kegiatan di luar pernikahan yang
memanfaatkan teknologi canggih tersebut sudah banyak. Selama tahun 2004
sudah 3 kali mengadakan video conference, yaitu ke Spanyol (konsumennya
PLN), ke Belanda (Politeknik Manufaktur Bandung), dan ke Amerika (RS
Borromeus).

"Ketiga kegiatan video conference tersebut menggunakan teknologi Intregated
Services Digital Network (ISDN) sehingga hasilnya seperti siaran langsung
televisi. Namun kali ini teknologi yang digunakan adalah Internet Protocol
(IP) sehingga hasilnya pun kurang memuaskan," jelasnya. (Edi Poer/"PR")***




Komentar-komentar :

 sillu - bandung
saya tertarik pake vid.conference itu gmn ya caranya?

 arif - bogor
tapi sayang nikah telekonfeensi ini blm ada dukungan dari MUI karna sampai sekarang MUI belum memberikan penjelasan tentang bolh tau tidak nikah tersebut, mana fatwa nya......................

 

Nyumbang komentar ?

Nama

Email

Untuk photo silahkan register di gravatar

Domisili

Komentar

:

 

 :  CAPTCHA Image

 

 :    Reload Image

Artikel sebelumnya ....

 Pengantin Sederhana

 Menggapai Mahligai Cinta Melalui Pernikahan Barokah

 Saat (non) Ikhwan Harapkan Akhwat

 Detik-detik Menjelang Pernikahan

 Urgensi Niat Dalam Pernikahan

 System Upgrade

 Agar Bisa Lebih Menghargai

 Betapa Indahnya Berumah Tangga

 Agar Tidak (asal) Menikah Dini

 Pernahkah Kamu....

 Pesan Moral Untuk Ikhwan & Akhwat

 Menikah Mengapa Takut?

 Jodoh Antara Doa Dan Usaha

 Stop !!! Gaul Bebas

 Di Balik Tabir Pernikahan

 Biaya Pernikahan

 Nak, Kapan Kau Menikah?

 Persiapan Muslimah Menjelang Pernikahan

 Resep Menikah - Kue Perkawinan

 Ada Apa Dibalik Pernikahan????

 Menikah Ala Islam, Mudah, Murah Dan Berkah!

 Ada Jomblo Di Tengah Kita

 Hanya Kau Yang Bisa....,,,,,,,,,,!!!!!

 Pengharapan

 Do'a Untuk Kekasihku

 Menikah Bukan Dengan Angan-angan

 Maafkan Saya Adam...

 Nikah Versus Maisyah

 Ta'aruf Unik

 Pelajaran Tentang Mahar (mas Kawin) Dari Seorang Mu'alaf




~ Website-nya cerpen & artikel pernikahan islami serta pacaran islami (emang ada?) ~

Hak cipta selamanya oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala

Semua materi dapat disalin, dicetak dan disebarkan (syukur-syukur ...) dengan mencantumkan sumber situs web ini

Pujian, masukan, krititikan, cacian, hujatan : aa_aanang [at] yahoo [dot] com