pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami
Pernikahan, suatu peristiwa fitrah, fiqyah, dakwah, tarbiyah, sosial dan budaya
  Halaman Depan
  Buku Nikah
  Proposal Nikah
  Referensi Nikah
  Buletin Nikah
  Busana Nikah
  Pacaran Islami ?
  Buku Tamu
  Tentang Saya

Promosi

rumah jonggol
rumah bogor
rumah cibubur
rumah citra gran

 
 
 

Versi cetak - Dibaca 2414 kali

Ukhti, Selamatkanlah Aku!!

Kirman : Astrina Yuliawati

 

tentang-pernikahan.com - Sampai saat ini resah itu masih ada, keinginan untuk segera menyempurnakan setengah agama sudah begitu lama bersemayam dalam diri ini yang sampai saat inipun belum menemui hujungnya. Aku rindu, sungguh aku sangat merindukannya. Tidak dapat dipungkiri bahwa selama ini aku selalu berharap untuk menyegerakan hal itu, rasanya jika itu terlaksana akan sangat membawa perubahan yang sangat signifikan bagi diriku.

Hari hari aku lalui sendiri tanpa ada yang menemani, menyatu dalam rentetan waktu dan selang-seling rambu kehidupan yang kian mewarnai hidupku serta pergantian "manusia halus" yang berada di dekat dan menghiasi pandangan dan cermin mataku. Aku melihatnya dan aku merasakannya, sungguh setia kali "manusia halus" itu terlintas dimataku, ia terlintas pula dalam fikiranku dan tiap kali akan menjelma menjadi pengharapan yang menguatkan harapan-harapanku sebelumnya. Semakin bertambah besar kekuatannya sehingga harapan itu tidak jarang menghiasi barisan kata-kata dalam doa sujudku kepadaNya.

Aku tidak kuat menahannya, sering secara tidak sadar airmatakupun menetes deras, mengalahkan berjuta prinsip yang telah aku tanam, tidak melihat bahwa diriku adalah seorang ikhwan yang kuat, mengapa harus menangis? Hanya karena "manusia halus" itu, aku sekarang begitu lemah, sungguh dibuatnya tak berdaya dan lumpuh. Jika dalam pertarungan, mungkin aku akan meminta ampun kepadanya karena sungguh aku tidak mampu melawannya.

Banyak sekali peluang bagi musuh terbesarku untuk menjerumuskanku melalui perantaraannya, namun Alhamdulillah hal itu belum pernah menjadi bencana besar bagiku, dan aku harapkan tidak akan pernah menjadi bencana bagiku sampai kapanpun. Tetapi meskipun demikian, hal itu tetap mengganggu diriku, tingkat keimananku sering turun naik karenanya, walaupun aku mengetahui bahwa secara fitrah memang iman itu "yaziidu wa yanqus", namun hal ini tidak bisa aku biarkan begitu saja. Aku harus segera bertindak.

Waktu harus segera aku percepat agar segera memihakku dan menghantarkanku pada saat itu, saat dimana tiada lagi keimanan "yaziidu wa yanqus" hanya karena "manusia halus" yang tiap kali berkemelut dalam fikiran dan hatiku. Aku harus segera memilihnya, menjadikan salah satunya sebagai pendamping hidupku, sebagai penentram hatiku, sebagai pelita hatiku dimana akan menerangi setiap sisi gelap kehidupanku dan memperbaiki rambu-rambu yang rusak dalam jalanku menuju Illahi Rabbi.

Walaupun kadang hal itu menjadi fikiran berat dalam diriku, akan tetapi hal itu tetap harus aku lakukan, sesegera mungkin. "Apakah aku sudah siap?". Bukan, bukan seperti itu, akan tetapi "Aku harus siap!", dengan segala keterbatasan yang ada pada diriku, demi menyelamatkan kehidupanku.

Ukhti, selamatkanlah aku!!


Komentar-komentar :

 al akh -
ukhti...siapkan dirimu

 ukhti_POLMANbdg -
wah...siapakah gerangan sang target ?!! ayo akhi...berjuanglah,,ALLAHU AKBAR !

 mo229_POLMANbdg -
Berjuanglah...berjuanglah,,ALLAHU AKBAR !

 Ukhti -
Iyyaaka na'budu wa iyyaaka nasta'iinu...."Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan"....Rasa2nya ayat tersebut tidaklah asing di telinga kita, karena dalam sehari semalam minimal 17 kali kita mengucapkannya. Bener nggak ???

Waktu baca judul tulisan di bawah, saya langsung penasaran ingin mengetahui isinya....(dalam hati, pertolongan apa ya yang dibutuhkan ??? Kalau ada orang minta tolong, biasanya sih refleks pengen segera reply, siapa tau ada yang bisa saya bantu) Tapi setelah baca isinya, saya koq hanya bisa bergumam....hhhmmm...(dalam hati, koq tulisannya terkesan agak 'cengeng' gitu ya, sampe terkesan seperti orang yang sedang berkeluh kesah... Afwan kalo kata2 'cengeng'nya kurang berkenan :) Tapi kira2 begitulah yang bisa saya tangkap dari tulisan :"Ukhti, Selamatkanlah Aku !"

Saudaraku semua yang dirahmati Allah....
Wajar dan sangat manusiawi jika kita semua mempunyai perasaan, impian, angan2 dan cita2 ingin segera mendapatkan pasangan hidup seperti yang tersirat dalam tulisan di bawah. Rasa2nya tidak cukup kalo kita hanya memohon2 pertolongan kepada seorang 'ukhti' seperti itu...Tetap ikhtiar dan memohon kepadaNya, rasa2nya itulah jalan yang sangat tepat. Karena bagaimanapun kondisinya, hanya Dia-lah yang telah mengatur segala skenario hamba2Nya. Hanya Dia yang berhak menentukan semua keputusan dan takdir para makhlukNya.

Bisa jadi kita sudah jungkir balik, 'merengek2', menangis2 sampe air mata kering...tapi kalo Dia belum berkehendak, maka semuanya juga belum bisa terwujud sesuai dengan keinginan kita, namun jika Dia sudah berkehendak, maka tinggal 'Kun Fayakun' aja...Tapi pada intinya, kita tidak boleh menyerah...tetap berusaha maksimal dan terus berdoa mohon dimudahkan olehNya, nggak usah banyak berkhayal tentang 'manusia halus', nggak usah resah, apalagi sampe berkeluh kesah....yakinlah bahwa suatu saat waktu itu akan tiba, tentu semua sesuai dengan skenarioNya....

..."Dan siapa yang mengerjakan kebaikan akan Kami tambahkan baginya kebaikan pada kebaikannya itu"...(Asy-Syuura : 23). Marilah kita perbanyak berbuat baik, insyaAllah dengan perbuatan2 baik tersebut akan mendatangkan kebaikan pula bagi kita. Jangan sampai waktu kita habis gara2 memikirkan jodoh....jodoh...dan jodoh... Ini bukan berarti kita menghindarinya, tapi alangkah baiknya kalo kita tidak terlalu resah terkait masalah jodoh ini, sampai keluar kata2 : "Ukhti, selamatkanlah aku !!!"...."Banyak istighfar wahai Akhi....!!!"

Wallahu'alam...mohon maaf bagi yang kurang berkenan...:)

~Hidup ini seperti bumerang. Semakin banyak kebaikan yang kita sebarkan, semakin banyak kebaikan yang dapat kita nikmati. (Josh S. Hinds)~

 Akai - bumi ALLAH
subahanallah..
komen dari ukhti, bener2 memberi pencerahan sekali,.pernah tersirat dalam benak ketika aku mendapatkan cobaan dan mulai goyah, dan pernah berkata didalam hati "ukhti selamatkanlah aku" kemudian aku berfikir secara mendalam dan kutemukan bahwa sebaik2 penolong hanyalah ALLAH, dan dgn keyakinan mendalam INSYAALLAH pasti diberikannNYA yg terbaik, kemudian hati menjadi tenang. dengan niat dan ikhtiar serta istiqomah, INSYAALLAH kita pasti diberikan yg TERBAIK. ALHAMDULLILLAH , trims ya ukhti..wassalam

 

Nyumbang komentar ?

Nama

Email

Untuk photo silahkan register di gravatar

Domisili

Komentar

:

 

 :  CAPTCHA Image

 

 :    Reload Image

Artikel sebelumnya ....

 Benarkah Menikah Didasari Oleh Kecocokan?

 Keinginan Bertemu Pasangan Jiwa

 Nikah Jarak Jauh Via Teleconference

 Pengantin Sederhana

 Menggapai Mahligai Cinta Melalui Pernikahan Barokah

 Saat (non) Ikhwan Harapkan Akhwat

 Detik-detik Menjelang Pernikahan

 Urgensi Niat Dalam Pernikahan

 System Upgrade

 Agar Bisa Lebih Menghargai

 Betapa Indahnya Berumah Tangga

 Agar Tidak (asal) Menikah Dini

 Pernahkah Kamu....

 Pesan Moral Untuk Ikhwan & Akhwat

 Menikah Mengapa Takut?

 Jodoh Antara Doa Dan Usaha

 Stop !!! Gaul Bebas

 Di Balik Tabir Pernikahan

 Biaya Pernikahan

 Nak, Kapan Kau Menikah?

 Persiapan Muslimah Menjelang Pernikahan

 Resep Menikah - Kue Perkawinan

 Ada Apa Dibalik Pernikahan????

 Menikah Ala Islam, Mudah, Murah Dan Berkah!

 Ada Jomblo Di Tengah Kita

 Hanya Kau Yang Bisa....,,,,,,,,,,!!!!!

 Pengharapan

 Do'a Untuk Kekasihku

 Menikah Bukan Dengan Angan-angan

 Maafkan Saya Adam...




~ Website-nya cerpen & artikel pernikahan islami serta pacaran islami (emang ada?) ~

Hak cipta selamanya oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala

Semua materi dapat disalin, dicetak dan disebarkan (syukur-syukur ...) dengan mencantumkan sumber situs web ini

Pujian, masukan, krititikan, cacian, hujatan : aa_aanang [at] yahoo [dot] com