pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami
Pernikahan, suatu peristiwa fitrah, fiqyah, dakwah, tarbiyah, sosial dan budaya
  Halaman Depan
  Buku Nikah
  Proposal Nikah
  Referensi Nikah
  Buletin Nikah
  Busana Nikah
  Pacaran Islami ?
  Buku Tamu
  Tentang Saya

Promosi

rumah jonggol
rumah bogor
rumah cibubur
rumah citra gran
karoseri ambulance

 
 
 

Versi cetak - Dibaca 103537 kali

Tidak Perawan Lagi, Haruskah Diberitahukan Kepada Calon Suami?

Karya : Rr. Anita W.

 

tentang-pernikahan.com - Assalamu'alaikum Wr Wb

Bu, saya adalah seorang akhwat yang baru menemukan hidayah ketika kuliah. Pada saat SMA, meskipun mengenakan busana muslimah, pergaulan saya bebas sekali. Saya sempat berpacaran dengan seorang lelaki, dan kami sempat berhubungan badan...

Begitu masuk kuliah, saya bergaul dengan orang-orang yang baik, sehingga saya bertaubat dan memutuskan hubungan dengan lelaki itu. Saya juga tidak pernah bergaul bebas dengan lelaki lain. Beberapa bulan lagi saya akan menikah dengan seseorang yang saya kenal di kampus. Hubungan saya dengan lelaki ini insya allah selalu terjaga. Meskipun demikian, saya tidak pernah bercerita mengenai hubungan saya sewaktu SMA, sehingga dia tidak mengetahui bahwa sebenarnya saya sudah tidak perawan.

Yang jadi pertanyaan saya, apakah saya harus memberi tahu mengenai kondisi saya? Saya khawatir dia tidak jadi menikahi saya bila mengetahui kondisi sebenarnya. Tapi, jika tidak memberi tahu, saya khawatir dia akan kecewa pada saat telah menikah nanti. Perlu ibu ketahui, saya tidak pernah memberi tahu orang lain bahwa saya sudah pernah berhubungan badan. Mantan pacar saya pun sudah berjanji akan menjaga rahasia ini sebagai aib kami berdua. Mohon masukannya. Jazakillah Khairan Katsira...

Wassalaamu'alaikum wr. wb.
U

jawaban:

Assalammu'alaikum wr.wb.

Ukhti yang baik, alhamdulillah bahwa berkat hidayah Allah anda menghentikan perbuatan zina yang dimurkai-Nya. Tetaplah istiqomah dan menjaga pergaulan anda saat ini, karena lingkungan memang besar pengaruhnya terhadap perilaku maupun kualitas keimanan seseorang.

Dalam Islam, aib masa lalu memang tidak harus diberitahu karena tertutupnya aib merupakan bagian dari kemurahan Allah. Dan pergaulan bebas yang pernah anda lakukan sebenarnya merupakan bagian dari aib yang dapat anda simpan setelah anda bertobat.

Hanya masalahnya, aib anda terkait dengan cacatnya bagian dari tubuh anda (tidak perawan), maka dalam kasus ini ada perbedaan pendapat apakah calon suami harus tahu atau tidak.

Terlepas dari perbedaan dalam pandangan syariat, nampaknya memang tidak mudah memutuskan yang terbaik bagi anda, karena keputusan bersikap jujur atau tidak juga akan tergantung pada pribadi calon anda serta kesiapan anda sendiri.

Bagi anda pribadi, misalnya tentu tidak mudah bukan membuka aib sendiri? Wajar karena itu bisa berarti mengorbankan harga diri atau harus menerima konsekuensi untuk ditinggalkan orang yang dicintai.

Umumnya, keperawanan memang merupakan hal yang sensitif, namun ada juga orang-orang yang tidak terlalu mempermasalahkannya dan lebih mengutamakan pribadinya.

Jika calon anda merupakan orang yang tidak terlalu menganggap penting masalah ini dan lebih mengutamakan pribadi anda yang sholihat sekarang, maka akan lebih mudah baginya menerima diri anda serta kekhilafan masa lalu.

Namun, memang akan menjadi hal yang sulit jika calon anda itu bukan orang yang dapat mentolerir keadaan tersebut. Dan jika ia baru mengetahui setelah menikah, bukan tidak mungkin akan menjadi masalah yang mengganjal kehidupan rumah tangga tersebut.

Oleh karena itu, saran saya ada baiknya anda mencoba untuk menjajagi pandangan calon anda dalam menyikapi permasalahan keperawanan ini. Hal tersebut dapat disiasati dengan berbincang ringan dan melempar isu yang terkait dengan masalah, misal mendiskusikan resensi film virgin.

Dengan memahami pandangan calon, anda dapat meraba sejauh mana penerimaannya atas anda. Dari sini, anda juga dapat lebih mempertimbangkan kemungkinan untuk berbicara jujur padanya serta sepahit apa konsekuensi yang mungkin akan diterima.

Apapun keputusan anda nantinya bersiaplah menerima konsekuensi yang mengikutinya sebagai bagian dari ketentuan Allah. Dan ketika ternyata tidak sesuai dengan harapan maka jalanilah dengan kesabaran.

Semoga sikap tawakal dan kesabaran anda atas apa yang mungkin terjadi menjadi amal shalih yang akan mengimbangi dosa akibat kekhilafan yang pernah terjadi. Amin.

Wassalammu'alaikum wr. wb.
Rr. Anita W.

Sumber : www.eramuslim.com


Komentar-komentar :

 Hamba Allah - Bumi Allah
Dalam Islam, aib masa lalu memang tidak harus diberitahu karena tertutupnya aib merupakan bagian dari kemurahan Allah.

 f_nieta - salatiga
Lebih baik berterus terang karena dalam rmh tangga yang sakinah jgn sampai ad kerahiaan kl mmg dia mau menerima kita ap adnya dia harus mau menerima kelebihan dan kekurangan kita.

 abi - jakarta
SUBHANALLAH....Allah telah membuka ointu Hidayahnya utk Ukhti. Tanda bahwa Allah sayang ma Ukhti. Btw, perihal semua itu perlu ukhti ceritakan pd suami dg jujur (jika mmg dirasakan mjd beban), Insya Allah suami akan mengerti...plg suami ukhti jg seorang ikhwan. Met berbahagia, smg sakinah & mawwaddah. AMien

 ladies - Jakarta
saya juga mengalami hal yang sama dengan t\maslah diatas, Kapan ya saat yang tepat untuk jujur pada calon suami bahwa kita sudah tidak perawan?

 Arief - Padang
Harus diberitahu!!!!!!!, anda harus berani menerima segala konsekwensi perbuatan anda, Insya Allah anda tidak akan kembali ke perzinaan....

 dr.silvia - padang
Subhanallah,,..smoga Allah SWT senantiasa mengistiqomahkan qita dijalan yang di ridhoinya..Kalau menurut ana bagusnya ukhti istikhoroh dulu untuk memutuskan dikasih tau atau tidaknya,.Perawan atau tidaknya seseorang tidak akan diketahui oleh laki-laki yang belum pernah melakukannya sebelumya atau yang sudah sangat berpengalaman mencobanya..InsyaAllah tertutupnya aib juga suatu kasih sayang dari Allah dan kita harus menjaganyanya dengan banyak banyak Bertoubat dan Bersyukur pada NYA,,Salam kenal

 prama - jakarta
aku juga sama, tapi sekarang aku pasrah aja.... semua keputusan kuserahkan pada calon pasangan ku. ia ingin meneruskan lagi atau tidak hubungan ini......

 ari - Surabaya
Apa anda benar2 cinta dengan dia ? ...
kalo memang benar .. Anda Harus JUJUR dengan Dia !! Karna Sebuah Pernikahan jika tindak dilandasi KEJUJURAN sama saja BOHONG !! Selepas pendapat dia suka atau tidak itu sudah jadi takdir ALLAH .. !!

 adi - surabaya
harus diberi tau pada calon suami...karena hal itu(keperawanan)adalah hak suami untuk mendapatkannya...anda harus siap menanggung resiko dari kesalahan anda....bagi yg belum terlanjur..jgn main-main dgn kegadisan/keperjakaan anda

 Alexi - Nürnberg, Germany
Ya ampun gak penting banget sih bahas perawan atau gak perawan. Kebaikan dan keburukan seorang wanita gak bisa dinilai dr hal itu aja. Kalo seorang cowok tahu seorang wanita masih perawan ato tidak itu berarti cowok brengsek yg kamu nikahi. Aneh banget sih...

 ari - jakarta
ukhti!
sebaiknya diberi tau. aku jga mengalami nasib yg sama.
insya Allah dia mau menerima. Walaupun frustasi untuk sementara.

 diana - bengkulu
jika yang terbaik Allah akan meridhoi...perawan memang seharusnya dijaga, tp jika terlanjur salah,.lebih baik menuju kebaikan dari pada tetap di jl yang salah...Allah telah menciptakan jodoh kita...insyaAllah anda akan menemuinya..

 ira - jakarta
sebaiknya memang diberitahu karena jika tidak diberitahu dan dia mengetahui bahwa ukhti sudah tidak perawan dan jika akhirnya dia tidak dapat menerima kenyataan yang terjadi pada diri ukhti,, agar tidak terlalu menyakitkan di kemudian hari..

 PUTRA FAHRI - MALANG
Jangan diberitahu, karena aib sudah ditutupi Alloh, haram kalau memberi tahu. tapi konsekuensinya kelak harus membolehkan suami poligami.... mudah-mudahan bisa menebus dosa juga jika ikhlas dan sabar. poligami halal tapi zina haram.

 PUTRA FAHRI - MALANG
Jangan diberitahu, karena aib sudah ditutupi Alloh, haram kalau memberi tahu. tapi konsekuensinya kelak harus membolehkan suami poligami.... mudah-mudahan bisa menebus dosa juga jika ikhlas dan sabar. poligami halal tapi zina haram.

 karmila - makassar
saya juga punya masalah yang sama.. 2 bulan lagi saya akan menikah melalui proses ta'aruf, namun saya tdk pernah sama skali b'temu atau b'kominikasi dgn calon suami, proses penjajakn dilakukan antar ortu.. sebelumnya saya sdh ada 3 pria yg ingin menikahi saya namun ketika saya berterus terang mengenai keadaan saya (tdk virgin) mreka mengundurkan diri.. sehingga untuk kali ini saya memutuskan untuk menutup aib dan pasrah pada Allah jika kelak aib itu terbuka..

 Theo - Semarang - semarang
Menurut saya anda harus memberitahu calon suami anda. Itu merupakan hak calon suami anda. Dan jangan anda sembunyikan darinya,, karena anda berarti akan mendzolimi calon suami anda. Apapun hasilnya nanti itu adalah konsekuensi dari perbuatan yang pernah anda lakukan. Semoga ALLAH SWT mengampuni dosa-dosa kita semua.

 OMYO - Solo
Ya... jangan salahan calon suamimu kalau mengundurkan diri, soalnya mungkin dia selama ini menjaga dirinya dari perbuatan zina walaupun pernah gonta ganti pacar ( karena belum ada yang match ) so, tentunya dengan orang yang sudah tidak perawan lagi , apalagi dengan sengaja dan sadar dalam melakukanya dan berulang ulang lagi, pasti dalam pikiran si cowok yang sekarang ini kamu adalah cewek yang kurang tepat untuk dirinya ( karena tidak bisa menjaga kesuciannya ) TAPI JANGAN BERKECIL HATI, masih banyak juga cowok yang tidak memusingkan calon pasangannya perawan atau tidak perawan lagi, wong soalnya dia sendiri juga sudah tidak perjaka lagi......... so kalau mau da[pat yang baru, pastikan yang dijual juga pke punya dan original.

 rudy - surabaya
Jujur saja suadaraku, contohlah perilaku Rosul saat berjualan kain. Beliau selalu berkata jujur bila ternyata kain yang dijual sudah cacat/sobek, bukan malah disembunyikan biar orang lain mau membeli..!
Kalau anda tidak berani jujur ya cari saja calon suami yang memang dulu sadah pernah meniduri wanita sererti anda dah pernah ditiduri mantan pacar anda.
Sehingga tidak lagi mempermasalahkan keperawanan, itu resiko anda tidak bisa menjaga kesucian. Jangan dibebankan pada calon suami dengan membodohinya untuk bohong...!
Maaf jawaban saya mungkin menyakitkan, karena saya salah satu korban dari kebohongan istri.
Sakit sekali, kecewa, marah jadi satu dan itu butuh waktu yang sangat panjang supaya bisa normal kembali, mungkin seumur hidup....!

 andi - banyuwangi
Bertaubat aj yang banyak pd Allah, biarlah waktu berlalu, yg penting jangan ada niatan mengulangi nya, & bertaubatlah.

 siti mardiah - simpang.raya
hm, menurut saya itu terlalu sulit, kalau kita tidak ingin kehilangan orang yang kita cintai, seharusnya kita tidak melakukan hal itu, karna kenikmatan sebelum nikah itu sifat nya sementara aja tapi dosanya nya yang di fikirkan

 aspl - Palangka Raya
Menarik sekali pembahasan penulis, saya maklum karena penulis artikel ini adalah wanita jadi memang lebih cenderung membela wanita juga. ada kesan yang saya dapat dari penggalan jawaban penulisa:
"saran saya ada baiknya anda mencoba untuk menjajagi pandangan calon anda dalam menyikapi permasalahan keperawanan ini. Hal tersebut dapat disiasati dengan berbincang ringan dan melempar isu yang terkait dengan masalah, misal mendiskusikan resensi film virgin". saya menangkap pesan bahwa pada tulisan tersebut mengandung makna "penjinakan" ego kepriaan yg jadi target untuk dikelabui dengan cara memancing (baca:memaksa) rasa empati dan juga perasaan bersalah jika "menolak" ajakan si wanita untuk menikah bukan sama sekali bersikap jujur terhadap calon suaminya. saya mendapati perilaku seperti ini dari banyak sahabat wanita saya sejak dari zaman SMU sampai bekerja sekarang. Saran kepada sahabat pria yg membaca blog ini adalah perbanyaklah pesahabatan (bukan pacaran) dengan wanita yang anda temui atau anda kenal namun kurang begitu akrab. Dengan luasnya persahabatan anda dengan banyak wanita, anda akan mengetahui hal-hal yg "mengagetkan". Saya sudah mencobanya.

 Lia - Jepara
Apabila cowok Anda sudah menetapkan kriteria kalo si cewek yg di nikahinya hrus prawan itu bgaimana?

 Guntur - padang
menutup memang d anjurkan tetapi harus dibedakan dg kejujuran. sedangkan persoalan ukhti skrg adalah persoalan berani atau tidak mengatakan kejujuran yg pahit. jauh lebih sakit didustai oleh org yg kita cinta... tp tidak sulit menerima kenyataan pahit dr orang yg kita cinta. semakin besar cinta semakin sakit jika dibohongi.. sebaliknya semakin besar cinta semakin mudah menerima kekurangan.. percayalah ukhti hanya semakin menyiksa diri n org yg ukhti cinta jika terus berbohong. wslm

 Ravica - Jakarta
Saya juga sama seperti mbak.. Mungkin dulu kita (para perempuan) terlalu yakin dan merasa takut kehilangan pasangan, sehingga bisa melakukan perbuatan yg sangat disesali itu. Saat ini saya belum memberitahu pacar saya. Ya memang saya dilema seperti mbak, tapi saya akan memberitahu pacar saya tentang keadaan saya ini. Karna menurut saya percuma menjalani pernikahan yang dilandasi kebohongan.. Walau suami tifak tahu, tapi beban itu akan terus menghantui.

 women hamba Allah - menyesal
hem.. Saya juga mengalami apa yang mbak alami.. Saya sekarang sudah punya calon suami (tunangan).. Sebelum kami tunangan saya beri tau dia tentang keperawanan saya.. Alhamdulillah dia menerimanya.. Tapi saya takut sampai sekarang dia belum menikahi saya dikarenakan masih banyak halangan dan rintangan yang harus kami hadapi.. Saya takut hubungan kami putus tengah jalan.. Saya hanya bisa tawakal dan berdo‘a yang terbaik buat hidup saya kedepannya..

 ricky - medan
Mbak hrs JUJUR..jgn jadi TAMAK & EGOIS!

INGAT ya mbak..
-Tdk ada pasangan yg mau d bohongi..apa mbak mau d bohongi?!
-Dia mgkin sdh mengorbankan & mencurahkan Tenaga, perhatian, biaya, pikiran & perasaan utk mbak...blm lg dia yg hrs menanggung semua biaya pernikahan jika kelak kalian menikah...apa mbak msh TEGA utk tdk Jujur?!

Klo dia bisa terima mbak..maka SYUKURI itu & jadilah Istri yg bener2 BERBAKTI..

Tp klo dia tdk terima mbak..maka klo mbak emang bner2 sayang ama dia..RELAKAN & DOAKAN dia agar mendapatkan jodoh yg sesuai dgn kriteria yg dia cari..

 shinta artaha -
kasihan suamimu.dia akan terus merasa bhw km sdah tdak menomersatukan hak suami.apalagi jika dia sll dihantui bayang bayang istrinya dicumbu laki laki lain dl.sungguh sangat menyakitkan.dia akan mrasa sangat menderita,malu.apalagi jika swktu wktu suamimu brtemu dg mantanmu yg menggaulimu itu.pasti akan merasa sangat malu skali.

 fitri anita - pekanbaru
Saya jg sma sperti mbak....sampai saat ini saya masih takut untuk mengatakan yg sejujur nya kepada calon suami saya...tp bagaimana pun kita tetap harus jujur kepadanya agar hubungan yg qt jalani nanti ny setelah menikah dgn nya tidak ada lg kebohongan... emng sulit tuk mngatakan yg jujur itu...tp apa pun jawaban dia nanti qt haru terima dgn ikhlas mbak..

 John Smith - Here
Saya menganalisa kasus ini menurut perspektif Islam. Anda tidak perlu memberitahukan kepada suami. Karena tidak perawan bukanlah termasuk aib yang boleh/harus diceritakan. Beberapa contoh aib yang boleh/harus diceritakan :
1. Kandungan istri sudah diangkat, mungkin karena operasi tumor dll
2. Istri menderita penyakit kulit atau bekas luka yang besar dan ditakutkan akan menimbulkan perasaan jijik (di bagian aurat yang wajib ditutup).
3. Istri menderita daging tumbuh/ tumor yang dapat menghalangi penetrasi penis ke vagina (menghalangi hubungan seks)
dll.
Tidak perawan bukan termasuk aib yang boleh/harus diceritakan!
Memang toh suami bakal tahu, tapi jika dia marah/protes maka dengan lembut (mungkin dengan menangis atau mencium kakinya supaya suami iba), sampaikan kepadanya apa yang anda lakukan adalah perbuatan yang sesuai dengan kaidah generasi salaf, yaitu perintah Umar bin Khattab kepada seorang gadis yang pernah berzina dan telah bertaubat, untuk merahasiakan perzinaan nya kepada calon suaminya. Ada juga hadits tentang larangan menceritakan dosa kepada orang lain karena justru hal tsb malah membuat dosa tsb tidak diampuni Allah.
Jika suami anda kecewa dan ingin berpoligami, maka jangan anda halangi atau beratkan jalannya.
Jika memang suami anda tetap tidak terima dan menceraikan anda, maka bersabarlah.

 John Smith - Here
Sedikit koreksi : Anda tidak perlu memberitahukan kepada CALON suami.

 John Smith - Here
@shinta artaha
Itu urusan suaminya mbak... istri mendoakan saja agar suaminya kuat. Jika suami bertemu dengan mantan yang pernah menggauli istrinya itu, maka itu justru tidak apa-apa asal suami bisa menahan emosi. Justru yang tidak boleh bertemu itu si istri dan mantannya! Jika kebetulan satu kantor dengan mantan, maka istri harus pindah kerja/ berhenti kerja. Jika bertetangga maka pindah rumah, atau jika tidak bisa dengan alasan ekonomi dll. si istri harus hindari sebisa mungkin kontak meskipun hanya kontak mata dengan mantannya tsb, ini perlu untuk menghindari bahaya kemungkinan zina dan fitnah, juga untuk menjaga perasaan suami. Kontak via hp dan medsos juga jangan sampai dilakukan.

 John Smith - Here
@aspl
Saya laki2 tapi saya tidak menyarankan kepada wanita yang pernah berzina dan sudah bertaubat untuk memberitahu aibnya kepada calon suami. Karena saya pakai dalil, bukan cuma logika emosi semata.
Nantinya memang suami tahu, ya terserah apakah suami mau ceraikan (meskipun tidak disarankan), atau bisa menerima istrinya dengan bersabar (saya tidak mau pakai istilah apa adanya karena ini berkesan seenaknya). Tapi masalahnya sekarang, misal ada wanita yang sudah pernah berzina, kemudian mau menikah dengan lelaki lain, tapi si wanita itu berjilbab saja tidak, tobat dari hongkong??

 John Smith - Here
@women hamba Allah
Kenapa anda beritahu? Salah itu mbak... saya malah menduga tunangan anda itu mengiya2kan saja tapi hatinya berat menerima... mungkin dia sedang berusaha untuk menjauhi anda, karena tidak tega memutuskan anda secara langsung. Semoga saya salah ...
Seharusnya mbak rahasiakan saja sambil terus bertobat menyesali dosa zina yang pernah anda lakukan... jika memang kalian berdua jodoh, nantinya memang dia bakal tahu, maka mbak lapang dada aja kalau dipoligami atau bahkan diceraikan. Jika dia menerima mbak dengan sabar, maka bahagiakanlah dia dengan menjadi istri yang berbakti kepada suami secara baik dan sungguh2.

 John Smith - Here
@rudy
Tidak tepat menganalogikan dagangan dengan istri, juga menyuruh si wanita mencari lelaki pezina dan minta dinikahi, karena memang ada dalil yang lebih tepat :
1. hadits yang memerintahkan untuk menutupi dosa yang telah dilakukan, bahkan menceritakannya bisa membuat dosa tersebut tidak jadi diampuni Allah.
2. Contoh dari Khalifah Umar bin Khattab yang memerintahkan seorang wanita yang pernah berzina tapi bertobat, untuk merahasiakan perzinaannya dari calon suaminya
3. Tidak ada dalil yang mewajibkan bagi lelaki pezina untuk menikahi wanita pasangan zinanya, meskipun tentunya saya lebih menyukai mereka menikah, karena bisa melindungi harga diri si wanita.
Sengaja mencari lelaki pezina untuk menawarkan diri untuk dinikahi adalah perbuatan yang benar2 merendahkan wanita yang telah bertobat, apa hak anda menyuruh melakukan hal bodoh ini? Kalau anda memang sakit hati luar biasa, apakah anda telah menceraikan istri anda? Sepertinya tidak, soalnya kalau sudah menceraikan tentunya tidak perlu anda sesakit itu... Kalau kepalang anda memutuskan untuk bertahan, ya ikhlasin saja sekalian ngapain nyakitin diri sendiri karena dosa orang lain di masa lalu (ingat dosa istri sebelum menikah dan bertemu dg anda itu bukan urusan anda lho).Anda toh masih bisa poligami untuk mencari istri perawan. Tapi jangan sampai setelah berpoligami, anda menzolimi istri pertama anda, jangan dendam dong. Saya sudah sering baca beberapa kasus pernikahan, istri perawan saat menikah, tapi setelah lama menikah dan punya anak, dia selingkuh/zina dengan lelaki lain, apakah lebih tidak menyakitkan yang ini? Kalau yang ini malah saya sarankan si suami menceraikan karena resikonyo jika tidak cerai bisa jadi suami dayyuts yang tidak mencium bau surga.
O iya saya laki2 jadi tidak ada bias gender disini...

 Jaka S - Jakarta
Anda harus bertanya kepada hati nurani Anda. Apakah Anda menikah hanya untuk mencari status sebagai isteri, dan bila kelak dicerai oleh suami berarti Anda menjadi janda yang sah? Bila itu tujuan Anda, bolehlah Anda menyembunyikan "pengalaman" Anda" kepada calon suami.
Apakah Anda menikah karena ingin membangun rumah tangga yang damai sejahtera? Bila itu jawabnya, tentu Anda harus memberitahu atau mengisyaratkan bahwa Anda sudah tidak perawan lagi. Sebab kalau pada akhirnya suami Anda mengetahui, masalah besar berkemungkinan besar akan timbul, dan Anda akan selamanya dicap sebagai wanita yang tidak jujur. Itulah yang kualami.
Unuk mengungkap rahasia itu kepada calon suami tentu diperlukan cara dan waktu yang tepat, sehingga calon suami Anda akan mengambil keputusan yang bijak.
Semoga Anda tetap diterima dan disayangi olehnya.

 

Nyumbang komentar ?

Nama

Email

Untuk photo silahkan register di gravatar

Domisili

Komentar

:

 

 :  CAPTCHA Image

 

 :    Reload Image

Artikel sebelumnya ....

 Biaya Pernikahan

 Tidak Perawan Lagi, Haruskah Diberitahukan Kepada Calon Suami?

 Pertunangan, Lebih Singkat Lebih Baik

 Memilih Ibu Atau Kekasih Yang Non Muslim

 Merit Dulu, Pacaran Kemudian

 Buat Yg Belum, Akan & Telah Menikah

 Nasehat Qur'ani Tentang Pernikahan

 Ketika Ajakan Menikah Ditolak

 Persiapan Mental Untuk Menikah Itu Seperti Apa?

 Janji Allah Bagi Orang Yang Akan Menikah

 Berani Menikah

 Apakah Bisa Menikah Tanpa Cinta?

 Tidak Menikah Dengan Foto, Please

 Doa Keluarga Sakinah

 Izinkan Aku Meminangmu

 Kepada Calon Istriku Where Ever U R

 Antara Nikah Dan Hutang

 Surat Terakhir Untuk Mantan Pacarku

 Periksa Kesehatan Pra Nikah - Sedia Payung Sebelum Hujan

 Rumahtangga Berkah

 Jeritan Seorang Perawan Tua

 Bila Aku Jatuh Cinta

 Arjuna Dan Sang Bidadari

 Menanti Di Pelataran Harapan

 Episode Hidup

 Menikahlah, Hingga Ketenangan Itu Melimpah

 Aku Turut Bahagia (3)

 Aku Turut Bahagia (2)

 Aku Turut Bahagia (1)

 Wejangan Mantenan




~ Website-nya cerpen & artikel pernikahan islami serta pacaran islami (emang ada?) ~

Hak cipta selamanya oleh Allah © Subhanahu wa Ta'ala

Semua materi dapat disalin, dicetak dan disebarkan (syukur-syukur ...) dengan mencantumkan sumber situs web ini

Pujian, masukan, krititikan, cacian, hujatan : aa_aanang [at] yahoo [dot] com