pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami
Pernikahan, suatu peristiwa fitrah, fiqyah, dakwah, tarbiyah, sosial dan budaya
  Halaman Depan
  Buku Nikah
  Proposal Nikah
  Referensi Nikah
  Buletin Nikah
  Busana Nikah
  Pacaran Islami ?
  Buku Tamu
  Tentang Saya

Promosi

rumah jonggol
rumah bogor
rumah cibubur
rumah citra gran

 
 
 

Versi cetak - Dibaca 3447 kali

Ya Allah, Alangkah Bahagianya Calon Suamiku Itu...

Karya : Hudzaifah

 

tentang-pernikahan.com - Pada zaman Rasulullah SAW hiduplah seorang pemuda yang
bernama Zahid yang berumur 35 tahun namun belum juga menikah. Dia tinggal di
Suffah masjid Madinah. Ketika sedang memperkilat pedangnya tiba-tiba
Rasulullah SAW datang dan mengucapkan salam. Zahid kaget dan menjawabnya
agak gugup.

"Wahai saudaraku Zahid..selama ini engkau sendiri saja," Rasulullah SAW
menyapa. "Allah bersamaku ya Rasulullah," kata Zahid. "Maksudku kenapa
engkau selama ini engkau membujang saja, apakah engkau tidak ingin
menikah.,"kata Rasulullah SAW. Zahid menjawab, "Ya Rasulullah, aku ini
seorang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap dan wajahku jelek, siapa yang
mau denganku ya Rasulullah?" " Asal engkau mau, itu urusan yang mudah!" kata
Rasulullah SAW.

Kemudian Rasulullah SAW memerintahkan sekretarisnya untuk membuat surat yang
isinya adalah melamar kepada wanita yang bernama Zulfah binti Said, anak
seorang bangsawan Madinah yang terkenal kaya raya dan terkenal sangat cantik
jelita. Akhirnya, surat itu dibawah ke rumah Zahid dan oleh Zahid dibawa
kerumah Said. Karena di rumah Said sedang ada tamu, maka Zahid setelah
memberikan salam kemudian memberikan surat tersebut dan diterima di depan
rumah Said. "Wahai saudaraku Said, aku membawa surat dari Rasul yang mulia
diberikan untukmu saudaraku." Said menjawab, "Adalah suatu kehormatan
buatku." Lalu surat itu dibuka dan dibacanya. Ketika membaca surat tersebut,
Said agak terperanjat karena tradisi Arab perkawinan yang selama ini
biasanya seorang bangsawan harus kawin dengan keturunan bangsawan dan yang
kaya harus kawin dengan orang kaya, itulah yang dinamakan SEKUFU.

Akhirnya Said bertanya kepada Zahid, "Wahai saudaraku, betulkah surat ini
dari Rasulullah?" Zahid menjawab, "Apakah engkau pernah melihat aku
berbohong.."

Dalam suasana yang seperti itu Zulfah datang dan berkata, "Wahai ayah,
kenapa sedikit tegang terhadap tamu ini.. bukankah lebih disuruh masuk?"
"Wahai anakku, ini adalah seorang pemuda yang sedang melamar engkau supaya
engkau menjadi istrinya," kata ayahnya. Disaat itulah Zulfah melihat Zahid
sambil menangis sejadi-jadinya dan berkata, "Wahai ayah, banyak pemuda yang
tampan dan kaya raya semuanya menginginkan aku, aku tak mau ayah...!" dan
Zulfah merasa dirinya terhina. Maka Said berkata kepada Zahid, "Wahai
saudaraku, engkau tahu sendiri anakku tidak mau.bukan aku menghalanginya dan
sampaikan kepada Rasulullah bahwa lamaranmu ditolak." Mendengar nama Rasul
disebut ayahnya, Zulfah berhenti menangis dan bertanya kepada ayahnya,
"Wahai ayah, mengapa membawa-bawa nama rasul?" Akhirnya Said berkata, "Ini
yang melamarmu adalah perintah Rasulullah." Maka Zulfah istighfar beberapa
kali dan menyesal atas kelancangan perbuatannya itu dan berkata kepada
ayahnya, "Wahai ayah, kenapa sejak tadi ayah berkata bahwa yang melamar ini
Rasulullah, kalau begitu segera aku harus dikawinkan dengan pemuda ini.
Karena ingat firman Allah dalam Al-Qur'an surat 24 : 51. "Sesungguhnya
jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya
agar rasul menghukum (mengadili) diantara mereka ialah ucapan. Kami
mendengar, dan kami patuh/taat". Dan mereka itulah orang-orang yang
beruntung. (QS. 24:51)"


Zahid pada hari itu merasa jiwanya melayang ke angkasa dan baru kali ini
merasakan bahagia yang tiada tara dan segera pamit pulang. Sampai di masjid
ia bersujud syukur. Rasul yang mulia tersenyum melihat gerak-gerik Zahid
yang berbeda dari biasanya. "Bagaimana Zahid?" "Alhamdulillah diterima ya
rasul," jawab Zahid. "Sudah ada persiapan?" Zahid menundukkan kepala sambil
berkata, "Ya Rasul, kami tidak memiliki apa-apa." Akhirnya Rasulullah
menyuruhnya pergi ke Abu Bakar, Ustman, dan Abdurrahman bi Auf. Setelah
mendapatkan uang yang cukup banyak, Zahid pergi ke pasar untuk membeli
persiapan perkawinan. Dalam kondisi itulah Rasulullah SAW menyerukan umat
Islam untuk menghadapi kaum kafir yang akan menghancurkan Islam.

Ketika Zahid sampai di masjid, dia melihat kaum Muslimin sudah siap-siap
dengan perlengkapan senjata, Zahid bertanya, "Ada apa ini?" Sahabat
menjawab, "Wahai Zahid, hari ini orang kafir akan menghancurkan kita, maka
apakah engkau tidak mengerti?". Zahid istighfar beberapa kali sambil
berkata, "Wah kalau begitu perlengkapan kawin ini akan aku jual dan akan
kubelikan kuda yang terbagus." Para sahabat menasehatinya, "Wahai Zahid,
nanti malam kamu berbulan madu, tetapi engkau hendak berperang?" Zahid
menjawab dengan tegas, "Itu tidak mungkin!" Lalu Zahid menyitir ayat sebagai
berikut, "Jika bapak-bapak, anak-anak, suadara-saudara, istri-istri kaum
keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu
khawatiri kerugiannya dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah
lebih baik kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya (dari) berjihad di
jalan-Nya. Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah
tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik." (QS. 9:24).


Akhirnya Zahid (Aswad) maju ke medan pertempuran dan mati syahid di jalan
Allah. Rasulullah berkata, "Hari ini Zahid sedang berbulan madu dengan
bidadari yang lebih cantik daripada Zulfah." Lalu Rasulullah membacakan
Al-Qur'an surat 3 : 169-170 dan 2:154).

"Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur dijalan Allah itu mati, bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rizki. Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal dibelakang yang belum menyusul mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati".(QS 3: 169-170).

"Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan
Allah, (bahwa mereka itu) mati, bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi
kamu tidak menyadarinya." (QS. 2:154).


Pada saat itulah para sahabat meneteskan air mata dan Zulfahpun berkata, "Ya
Allah, alangkah bahagianya calon suamiku itu, jika aku tidak bisa
mendampinginya di dunia izinkanlah aku mendampinginya di akhirat."


HIKMAH
Mudah-mudahan bermanfaat dan bisa menjadi renungan buat kita bahwa, "Untuk
Allah di atas segalanya, and die as syuhada."
Jazakumullah.

Sumber : www.hudzaifah.org


Komentar-komentar :

 hanafi - bumi allah
subhanallah.......

 Yulia - Qatar
bismillah ..Subhanallah walhamdulillah walaa Ilaa HaILLALLAH Allahu Akhbar...jazakumullah atas postingannya ,insyAllah semoga bisa menambah keimanan kita akan Janji Allah amiiin ..wassalam

 elfa afrida - Sumatera Utara
Subhanallah.........................
Tiada yang dapat terkatakan selain pujian baginya yg telah menciptakan hamba spt itu

 beby - medan
Subhanallah, cinta diatas segala-galanya, hanya satu kecintaan kepada Allah semata............

 

Nyumbang komentar ?

Nama

Email

Untuk photo silahkan register di gravatar

Domisili

Komentar

:

 

 :  CAPTCHA Image

 

 :    Reload Image

Artikel sebelumnya ....

 Malam Pertama Dengan Bidadari Surgaku

 Pacaran Boleh Ngga Ya?

 Pernikahan Rosululloh Saw Dengan Siti Khodijah

 Pernikahan Nabi Yusuf Dengan Zulaikha

 Pernikahan Nabi Sulaiman Dengan Ratu Bulqis

 Pernikahan Nabi Musa Dengan Puteri Syafura

 Pernikahan Nabi Adam

 Gaun Pengantin Untuk Muslim

 Tidak Perawan Lagi, Haruskah Diberitahukan Kepada Calon Suami?

 Biaya Pernikahan

 Tidak Perawan Lagi, Haruskah Diberitahukan Kepada Calon Suami?

 Pertunangan, Lebih Singkat Lebih Baik

 Memilih Ibu Atau Kekasih Yang Non Muslim

 Merit Dulu, Pacaran Kemudian

 Buat Yg Belum, Akan & Telah Menikah

 Nasehat Qur'ani Tentang Pernikahan

 Ketika Ajakan Menikah Ditolak

 Persiapan Mental Untuk Menikah Itu Seperti Apa?

 Janji Allah Bagi Orang Yang Akan Menikah

 Berani Menikah

 Apakah Bisa Menikah Tanpa Cinta?

 Tidak Menikah Dengan Foto, Please

 Doa Keluarga Sakinah

 Izinkan Aku Meminangmu

 Kepada Calon Istriku Where Ever U R

 Antara Nikah Dan Hutang

 Surat Terakhir Untuk Mantan Pacarku

 Periksa Kesehatan Pra Nikah - Sedia Payung Sebelum Hujan

 Rumahtangga Berkah

 Jeritan Seorang Perawan Tua




~ Website-nya cerpen & artikel pernikahan islami serta pacaran islami (emang ada?) ~

Hak cipta selamanya oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala

Semua materi dapat disalin, dicetak dan disebarkan (syukur-syukur ...) dengan mencantumkan sumber situs web ini

Pujian, masukan, krititikan, cacian, hujatan : aa_aanang [at] yahoo [dot] com