pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami
Pernikahan, suatu peristiwa fitrah, fiqyah, dakwah, tarbiyah, sosial dan budaya
  Halaman Depan
  Buku Nikah
  Proposal Nikah
  Referensi Nikah
  Buletin Nikah
  Busana Nikah
  Pacaran Islami ?
  Buku Tamu
  Tentang Saya

Promosi

rumah jonggol
rumah bogor
rumah cibubur
rumah citra gran

 
 
 

Versi cetak - Dibaca 11440 kali

Ingin Bertaubah Nasuha Dan Menikahi Bekas Pacar

Karya : Rr. Anita W.

 

tentang-pernikahan.com - Ingin Bertaubah Nasuha dan Menikahi Bekas Pacar

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Ibu, alhamdulilah sekarang saya ingin bertobat
sungguh-sungguh (taubatan nasuha), akan tetapi saya
tidak
bisa melupakan masa lalu saya dengan bekas pacar saya.
Dulu saya mempunyai kehidupan cinta yang sangat buruk,
saya telah berbuat dosa besar (zina) dengan bekas
pacar saya. Saya diputus sepihak dengan pacar saya 2
minggu yang lalu, ia mengatakan telah berkenalan
dengan lelaki lain yang katanya lebih mengerti dia
ketika terakhir masih berpacaran dengan saya kira-kira
5 bulan yang lalu. Saya telah pacaran bersama dia
sudah hampir 5 tahun. Sakit sekali rasanya kalau harus
berpisah dengan bekas pacar saya tersebut. Karena saya
sangat sayang dan mencintainya dan sangat ingin
menikahinya.

Dia katakan pacar barunya lebih pengertian, mau
menerima apa adanya dan tahu tentang hubungannya
dengan saya. Terus terang saya memang telah salah
jalan selama ini. Saya sangat dekat dengan mantan
pacar saya dan sebaliknya tidak kenal dengan kedua
orang tuanya. Saya sangat menyesali akan kebodohan dan
dosa-dosa besar yang telah saya perbuat bersamanya.
Dalam beberapa konsultasi di internet, ada yang
menjelaskan agar hubungan dengan pacar saya putus saja
dan masing-masing bertobat sendiri. Dan ada pula yang
menjelaskan harus menikahi pacarnya tersebut, serta
sebaiknya tidak menikah dengan wanita lain agar tidak
mengalihkan mudharat kepada wanita yang lainnya lagi.

Orang tua saya dan pacar saya tidak tahu akan
permasalahan ini, hanya saudara saya yang tahu. Dia
memang ingin bertobat, tapi saya tidak yakin pria yang
dipilihnya memang lebih baik dari saya atau
sebaliknya. Sebab tidak ada yang bisa menjamin.
Sekarang saya hanya bisa berserah diri kepada Allah
dan mohon ampunan darinya. Dan saya tetap berharap
bisa menikahi bekas pacar saya tersebut. Sampai saat
ini saya tidak bisa melupakannya dan saya tetap tidak
menerima keputusannya.

Saya ingin bertaubat dengan sungguh-sungguh dan
mencoba melupakannya akan tetapi bayangannya selalu
ada. Saya telah menyarankan dia untuk sholat
istikharah untuk berpisah dengan saya atau tidak,
tetapi dia tidak mau dan tetap dalam keputusannya.
Saya telah sholat istikharah untuk menerima
keputusannya atau tidak, tetapi saya belum menemukan
jawaban. Saya ingin ketenangan dan jalan keluar untuk
masalah paling besar dalam hidup saya ini.

Yang saya ingin tanyakan adalah apakah saya harus
(wajib) menikahinya atau tidak? Jika dia tetap tidak
mau, apakah saya harus memaksanya? Saya sangat takut
akan adzab dari dosa besar yang telah kami perbuat.
Jika tidak wajib menikahinya apakah yang harus saya
perbuat, saya tidak yakin ada wanita lain yang bisa
menerima saya seperti sekarang ini dan tidak ingin
kemudharatan kepada wanita lain? Saya ingin tahu cara
tuntunan bertaubat nasuha yang benar? Apakah yang
harus saya perbuat agar taubat saya dan ibadah saya
tetap
istiqomah? Atas perhatian dan pencerahannya,
sebelumnya saya sampaikan terima kasih.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
BQ

jawaban:

Assalammu'alaikum wr.wb.

Saudari BQ yang baik, nampaknya sulit ya melepaskan
seseorang yang sudah demikian dekat dengan kita.
Apalagi kedekatan tersebut tidak hanya dalam hubungan
batin namun sudah melakukan kontak fisik layaknya
suami istri. Memang tidak mudah melupakan bayangan
atas perbuatan zinah yang pernah dilakukan. Itulah
mungkin hikmahnya bahwa hukuman bagi orang yang
berzinah dalam islam adalah dirajam karena besar
kemungkinan orang melakukannya lagi. Itu pula yang
mungkin jadi pertimbangan sebagian ulama agar menikahi
wanita yang pernah dizinahi. Menikahinya dapat menutup
peluang kembali berbuat maksiat.

Namun, sebagian ulama lain tidak mewajibkan seseorang
untuk menikahi pasangan zinah. Oleh karenanya jika
wanita tersebut tidak mau anda nikahi, maka andapun
tidak berhak untuk memaksanya. Saya memuji niat baik
anda untuk bertobat dan bertanggungjawab atas
perbuatan masa lalu. Untuk itu selalu ada jalan untuk
melakukan tobat meski wanita itu tidak mu dinikahi.
Ketika anda menyesali perbuatan tersebut, sholat
taubat dan bertekad kuat menjauhi zinah dan tidak
melakukannya lagi maka sudah bagian dari usaha taubat
yang benar.

Dan akan menjadi semakin sempurna ketika anda
memperbanyak amal shalih, kemudian menutup peluang
untuk kembali berzinah dengan menjauhi wanita tersebut
karena tak dapat dinikahi. Dan untuk menjaga agar
hasrat biologis anda tidak lagi mendorong kepada
kemaksiatan maka menikahi wanita lain merupakan jalan
terbaik yang dapat dilakukan. Sesungguhnya ketika anda
bersungguh-sungguh bertaubat maka tak ada alasan untuk
malu menikahi wanita lain yang sholehah, karena orang
yang bertaubat dan diampuni oleh Allah ibarat kain
putih kembali bersih dari noda yang mengotorinya.

Bahkan, jika Allah tidak membuka aib anda maka tak ada
kewajiban anda membuka aib ini kepada wanita yang
kelak akan dinikahi. Jadi, setelah semua anda jalani
maka kesungguhan anda melawan segala godaan untuk
kembali pada maksiat tersebut menjadi penentu
diterimanya taubat anda oleh Allah.
Wallahu'alambishawab.

Wassalammu'alaikum wr. wb.
Rr. Anita W.




__________________________________
Yahoo! Mail - PC Magazine Editors' Choice 2005
http://mail.yahoo.com

Sumber : www.eramuslim.com


Komentar-komentar :

 Asma - Jakarta
Saya sangat teharu dengan kisah di atas... ( kasih tak sampai) tapilebih terharu lagi dengan taubat yang sungguh sungguh. Semoga saudara bertaubat dan tidak mengulangi lagi perbuatan tersebut. terkadang masa lalu yang kelam selalu membayangi perasaan kita tapi yakinlah Allah maha pengampun akan semua hambanya yang ingin benar benar bertaubat. Bagi yang suka pacaran segeralah bertaubat karena sesungguhnya dengan pacaran kita menjadi pemuj aberhala cinta dan menjadi budak nafsu.
wassss

 OCAKATA - bekasi.
ya berusaha ikhlas atas takdir. selalu berbuat baik untuk agama dan kehidupan dunia akhirat

 broken-heart - somewhere
menyesal adalah awal yang baik
merelakan adalah juga bentuk mencintai
berharap saja semua akhirnya berbahagia
dan lebih baik dari hari ini

kadang kesalahan bisa membuat kita bertobat
dan menjadi manusia yang lebih baik

tetaplah menjadi teman
dan saling membantu
biarlah cinta anda dalam hati saja


aku,yang menyesal,merasakan kasih tak sampai

 ewi - pekanbaru
memang tidak mudah melupakan hubungan yg telah jalan 5 tahun.mungkin saat ini mantan anda tidakmenyadari bahwa anda benar2 sayang padanya. berdoalah moga, dia akan sadar suatu hari nanti.

 veriansa - jakarta
biarkan wanita itu lepas karna karma akan melandanya.hingga ia sadar sesunnguhnya engkaulah yang terbaik dalam hidupku

 fahrudin - jakarta
saya juga sekarnag ini merasa apa yang kamu rasa.
apa yang terjadi padamu pesis apa yang terjadi padaku.
tapi dia sudah menikah 2 minggu lalu dengan lelaki lain pilihannya.
saat ini aku berusaha tuk lupakan dia.
semua akan berjalan mengalir dengan waktu.
percayalah Allah maha adil.

 maulana - Cirebon
Allahu akbar, tabahkan hatimu sobat....

 neah - s
saya sangat terharu dengan cerita yang di atas..karna aku juga merasakan seperti apa yang kamu rasakan..awalnya aku pikir cuma aku manusia yang paling hina di mata allah..tapi aku sadar mungkin ini cobaan buat allah agar aku lbih mendekatkan diri kepadanya..

 anto - bekasi
Pengalaman saya hampir mirip dengan sdr BQ, bedanya mantan pacar saya terdesak keinginan keluarganya untuk menikah dgn sesama keturunan arab, padahal hubungan kami berdua sudah sangat dekat dan sering kami melakukan perbuatan layaknya suami istri. Dan saya pun sekarang hanya bisa pasrah menyerahkan segalanya kepada Allah, dan menjalani tobat yg sebenar benarnya, mohon diberi ampunan dan terus meminta agar diberikan jodoh yang lebih baik lagi. Yakinlah semua ini memang sudah ketentuanNya, dan jangan berprasangka buruk kepada Nya, mungkin ini sebuah teguran agar kita selalu memperbaiki diri dikemudian hari..

 

Nyumbang komentar ?

Nama

Email

Untuk photo silahkan register di gravatar

Domisili

Komentar

:

 

 :  CAPTCHA Image

 

 :    Reload Image

Artikel sebelumnya ....

 Calon Isteri Sudah Tidak Perawan

 Mencintai Seseorang Yang Sudah Menikah

 Diskusi Jomblo Dengan Non Jomblo

 Pacaran Yang Syar'i, Mungkinkah?

 Bolehkah Perempuan Melamar Terlebih Dahulu?

 Makna Sakinah, Mawaddah Dan Rahmah

 Rahasia Jodoh

 Masuk Islam Untuk Menikah Tidak Direstui Orang Tua, Apakah Termasuk Durhaka?

 Pengantin Bidadari

 Berlebih-lebihan Dalam Meminta Mahar

 Kenapa Harus Menikah?

 Diteror Mantan Pacar Menjelang Pernikahan

 Ya Allah, Alangkah Bahagianya Calon Suamiku Itu...

 Malam Pertama Dengan Bidadari Surgaku

 Pacaran Boleh Ngga Ya?

 Pernikahan Rosululloh Saw Dengan Siti Khodijah

 Pernikahan Nabi Yusuf Dengan Zulaikha

 Pernikahan Nabi Sulaiman Dengan Ratu Bulqis

 Pernikahan Nabi Musa Dengan Puteri Syafura

 Pernikahan Nabi Adam

 Gaun Pengantin Untuk Muslim

 Tidak Perawan Lagi, Haruskah Diberitahukan Kepada Calon Suami?

 Biaya Pernikahan

 Tidak Perawan Lagi, Haruskah Diberitahukan Kepada Calon Suami?

 Pertunangan, Lebih Singkat Lebih Baik

 Memilih Ibu Atau Kekasih Yang Non Muslim

 Merit Dulu, Pacaran Kemudian

 Buat Yg Belum, Akan & Telah Menikah

 Nasehat Qur'ani Tentang Pernikahan

 Ketika Ajakan Menikah Ditolak




~ Website-nya cerpen & artikel pernikahan islami serta pacaran islami (emang ada?) ~

Hak cipta selamanya oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala

Semua materi dapat disalin, dicetak dan disebarkan (syukur-syukur ...) dengan mencantumkan sumber situs web ini

Pujian, masukan, krititikan, cacian, hujatan : aa_aanang [at] yahoo [dot] com