pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami
Pernikahan, suatu peristiwa fitrah, fiqyah, dakwah, tarbiyah, sosial dan budaya
  Halaman Depan
  Buku Nikah
  Proposal Nikah
  Referensi Nikah
  Buletin Nikah
  Busana Nikah
  Pacaran Islami ?
  Buku Tamu
  Tentang Saya

Promosi

rumah jonggol
rumah bogor
rumah cibubur
rumah citra gran

 
 
 

Versi cetak - Dibaca 2442 kali

Keluarga Calon Suami Ingin Melamar Seminggu Sebelum Menikah

Karya : Rr. Anita W.

 

tentang-pernikahan.com - dari eramuslim.com

Keluarga Calon Suami Ingin Melamar Seminggu Sebelum
Menikah
10/10/2005 11:37 WIB

Assalamu`alaikum wr. wb.

Saya seorang muslimah yang berumur 27 tahun. Sebulan
yang lalu, seorang pria muslim datang ke rumah saya
untuk bersilaturahmi dengan keluarga saya. Dan dia
sudah mengutarakan niatnya untuk serius dengan saya ke
pihak keluarga saya. Kami sekarang sedang sekolah di
luar negeri, dan rencana akan menikah tahun depan.
Insya Allah.

Yang ingin saya tanyakan adalah, keluarga calon suami
saya berada di pulau yang berbeda dengan saya di
Indonesia. Sehingga mereka berniat ingin melamar
seminggu sebelum menikah, dan untuk urusan-urusan
menentukan tanggal baik bulan baik atau lainnya bisa
dibicarakan melalui telfon. Sedangkan keluarga saya
tidak setuju dengan hal tersebut. Dengan alasan, kalau
seminggu sebelum menikah, kapan waktunya
memberitahukan keluarga yang lain, rekan-rekan dan
tetangga. Dan sebagai pihak wanita, pasti ada perasaan
tidak nyaman, belum dikhitbah sudah menyebarkan
pengumuman. Ada perasaan tidak mantap. Dan juga di
keluarga saya tidak pernah ada kejadian seperti itu
sebelumnya.

Dan hal ini sudah saya bicarakan dengan calon saya,
tapi dengan berbagai alasan dia tetap pada
pendiriannya. Yang saya tanyakan adalah, bagaimana
sebaiknya waktu mengkhitbah dan proses mengkhitbah
tersebut. Apakah orangtuanya harus datang atau boleh
diwakili oleh kerabatnya yang tinggal sekota dengan
saya? Keluarga saya ingin keluarganya datang sebulan
atau dua bulan sebelum waktu pernikahan untuk
mengkhitbah.

Saya mohon saran dari ibu mengenai masalah saya ini,
karena ini menjadi masalah bagi saya dan keluarga
saya. Terimakasih sebelumnya.

Wassalamu`alaykum wr. wb.
Ari

Jawaban:

Assalammu'alaikum wr. wb.

Saudari Ari yang dimuliakan Allah. Nampaknya anda
sedang bingung menghadapi persiapan pernikahan. Proses
melakukan pernikahan memang sering terasa kompleks
karena banyak pihak yang terlibat dalam menentukan
kelancaran proses pernikahan tersebut. Sulit juga ya
mbak, jika keduabelah pihak bersikukuh dengan
pendapatnya masing-masing. Dan sebaiknya memang dicari
jalan tengah yang melegakan kedua pihak.

Kekhawatiran keluarga mbak sebenarnya cukup masuk
akal. Mereka cemas karena terlalu dekatnya waktu
lamaran dengan waktu pernikahan. Dan nampaknya
kecemasan tersebut bukan sekedar dekatnya waktu dan
repotnya mempersiapkan segala sesuatunya, namun dipicu
kekhawatiran juga jika ternyata tidak jadi melamar.

Sebenarnya mengkhitbah memang tidak harus dengan orang
tua,jika dapat diwakili sanak saudara sah-sah saja.
Namun memang tidak semua orang dapat menerima hal
tersebut. Jika memang permasalahannya kekhawatiran
tidak jadi dinikahi maka percepat saja proses akad
nikahnya, di mana dalam hal ini lebih sederhana dan
hanya melibatkan calon anda dan ayah serta beberapa
saksi. Jika demikian maka tanpa proses resepsi yang
berkepanjangan maka anda dan calon sudah sah sebagai
suami-istri, sehingga kecil kemungkinan tidak jadi
menikah. Tapi ini hanyalah alternatif lain.

Coba deh bersama calon suami memikirkan kembali
kemungkinan terbaik yang disetujui semuanya. Anggaplah
ini ujian pertama untuk melatih ketrampilan bersama
menyelesaikan masalah dalam kehidupan rumah tangga
kelak. Semoga sukses, ya.

Wassalammu'alaikum wr. wb.
Rr. Anita W.

Sumber : www.eramuslim.com


Komentar-komentar :

Blom ada yang ngasih komentar ... :(

 

Nyumbang komentar ?

Nama

Email

Untuk photo silahkan register di gravatar

Domisili

Komentar

:

 

 :  CAPTCHA Image

 

 :    Reload Image

Artikel sebelumnya ....

 Ingin Bertaubah Nasuha Dan Menikahi Bekas Pacar

 Calon Isteri Sudah Tidak Perawan

 Mencintai Seseorang Yang Sudah Menikah

 Diskusi Jomblo Dengan Non Jomblo

 Pacaran Yang Syar'i, Mungkinkah?

 Bolehkah Perempuan Melamar Terlebih Dahulu?

 Makna Sakinah, Mawaddah Dan Rahmah

 Rahasia Jodoh

 Masuk Islam Untuk Menikah Tidak Direstui Orang Tua, Apakah Termasuk Durhaka?

 Pengantin Bidadari

 Berlebih-lebihan Dalam Meminta Mahar

 Kenapa Harus Menikah?

 Diteror Mantan Pacar Menjelang Pernikahan

 Ya Allah, Alangkah Bahagianya Calon Suamiku Itu...

 Malam Pertama Dengan Bidadari Surgaku

 Pacaran Boleh Ngga Ya?

 Pernikahan Rosululloh Saw Dengan Siti Khodijah

 Pernikahan Nabi Yusuf Dengan Zulaikha

 Pernikahan Nabi Sulaiman Dengan Ratu Bulqis

 Pernikahan Nabi Musa Dengan Puteri Syafura

 Pernikahan Nabi Adam

 Gaun Pengantin Untuk Muslim

 Tidak Perawan Lagi, Haruskah Diberitahukan Kepada Calon Suami?

 Biaya Pernikahan

 Tidak Perawan Lagi, Haruskah Diberitahukan Kepada Calon Suami?

 Pertunangan, Lebih Singkat Lebih Baik

 Memilih Ibu Atau Kekasih Yang Non Muslim

 Merit Dulu, Pacaran Kemudian

 Buat Yg Belum, Akan & Telah Menikah

 Nasehat Qur'ani Tentang Pernikahan




~ Website-nya cerpen & artikel pernikahan islami serta pacaran islami (emang ada?) ~

Hak cipta selamanya oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala

Semua materi dapat disalin, dicetak dan disebarkan (syukur-syukur ...) dengan mencantumkan sumber situs web ini

Pujian, masukan, krititikan, cacian, hujatan : aa_aanang [at] yahoo [dot] com