pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami
Pernikahan, suatu peristiwa fitrah, fiqyah, dakwah, tarbiyah, sosial dan budaya
  Halaman Depan
  Buku Nikah
  Proposal Nikah
  Referensi Nikah
  Buletin Nikah
  Busana Nikah
  Pacaran Islami ?
  Buku Tamu
  Tentang Saya

Promosi

rumah jonggol
rumah bogor
rumah cibubur
rumah citra gran

 
 
 

Versi cetak - Dibaca 4901 kali

Saya Di Amerika Dan Calon Istri Di Indonesia, Bisakah Menikah Jarak Jauh?

Karya : Ahmad Sarwat, Lc

 

tentang-pernikahan.com - Assalamu alaykum wr. wb.

Sebelum saya mohon maaf atas pertanyaan saya, karena kurangnya ilmu saya. Begini Pak Ustadz, saya pernah membaca di forum ini juga tentang seorang pria yang ingin menikahi wanita yang jauh di Mesir, tapi mungkin pria itu lebih mudah karena satu negara dengan bapak dari calon istrinya.

Kondisi yang saya alami mgkn terbalik, saya berada di Amerika sementara calon istri saya itu berada di Indonesia dan orangtuanya pun di Indonesia. Bagaimana hukumnya jika saya menikahi dengan jarak jauh dan bagaimana caranya? Karena saya bekerja di Amerika ini dan saya dalam ikatan kontrak sehingga saya tidak bisa pulang dalam jangka waktu yang cukup lama sementara saya ingin menikahi wanita tersebut. Saya mohon pertanyaan saya ditanggapi Pak ustadz karena saya harus memikirkan jalan keluar secepatnya. Atas bantuan Pak ustadz saya ucapkan terima kasih.

Wassalamu'alaykum wr. wb.
AD

Jawaban:

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wa barakatuh
Al-hamdulillah, wash-shalatu wassalamu 'ala rasulillah, wa ba'du

Dalam kasus anda, maka yang bisa dilakukan secara syariat agar tetap bisa terjadi pernikahan, tanpa harus salah satu pihak mendatangi yang lainnya adalah dengan pewakilan (tawkil). Baik dilakukan oleh pihak orang tua (wali) pihak wanita, ataupun oleh pihak pengantin laki-laki.

Seorang ayah kandung (wali) pihak calon pengantin wanita sudah sering kita lihat mewakilkan wewenangnya kepada pihak lain. Meski yang bersangkutan hadir di dalam majelis akad nikah. Misalnya, seseorang dengan pertimbangan tertentu mewakilkan dirinya kepada seorang tokoh ulama atau pemuka masyarakat untuk menjadi wali nikah. Maka dalam akad nikah itu dia hanya menonton saja, padahal dirinyalah yang tadinya melakukan akad nikah. Dan praktek seperti hukumnya dibenarkan dalam syariat, baik dia ikut hadir dalam majelis akad itu atau pun tidak hadir.

Kalau cara ini yang dipilih, maka orang tua calon istri anda boleh saja mengutus seseorang menjadi wakilnya ke negeri tempat anda tinggal. Atau boleh juga menyampaikan pesan kepada seseorang yang sudah tinggal di negeri anda untuk menjadi wakilnya. Pesan itu bisa saja disampaikan lewat telepon international, boleh juga dengan surat, email atau media lainnya. Yang penting keasliannya bisa dipertanggung-jawabkan.

Maka orang yang ditunjuk menjadi wakilnya boleh menjadi wali dalam akad nikah anda di negeri tempat anda tinggal. Orang itu boleh saja seorang teman anda, atau mungkin famili atau kenalan dari pihak keluar wanita, atau boleh siapapu. Sebagaimana yang berlaku di dalam hukum perwakilan umumnya. Tidak disyaratkan harus yang masih punya hubungan darah dengan wali aslinya.

Jadi akad nikah bisa tetap dilakukan di tempat anda. Pastikan calon mertua anda sudah mewakilkan hak kewaliannya kepada seseorang. Dan pastikan juga bahwa akad nikah itu disaksikan oleh sejumlah orang Islam, minimal 2 orang saksi yang 'aqil, baligh, laki-laki, adil dan tidak fasiq. Begitu ijab qabul telah diucapkan, resmilah anda berdua menjadi suami istri. Meski anda berdua berada di tempat yang terpisah oleh belahan bumi yang berbeda.

Demikian kajian hukum dari sisi syariahnya. Sedangkan urusan formalitas hukumnya, anda bisa bertanya ke kedubes RI di negeri anda. Yang terakhir ini sebenarnya hanya pelengkap, tidak ada kaitan dengan hukum syariahnya. Namun sepanjang yang kami ketahui, hal seperti ini sudah menjadi perkara yang lazim. Sudah sangat banyak orang-orang yang menikah dengan jarak jauh seperti ini dan secara hukum formal keadministrasian memang juga dibenarkan.

Wallahu a'lam bish-shawab, Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wa barakatuh
Ahmad Sarwat, Lc.

Sumber : www.eramuslim.com


Komentar-komentar :

Blom ada yang ngasih komentar ... :(

 

Nyumbang komentar ?

Nama

Email

Untuk photo silahkan register di gravatar

Domisili

Komentar

:

 

 :  CAPTCHA Image

 

 :    Reload Image

Artikel sebelumnya ....

 Nikah Jakarta Mesir Melalui Media Komunikasi, Bagaimana Caranya?

 When You're Falling In Love

 Keluarga Calon Suami Ingin Melamar Seminggu Sebelum Menikah

 Ingin Bertaubah Nasuha Dan Menikahi Bekas Pacar

 Calon Isteri Sudah Tidak Perawan

 Mencintai Seseorang Yang Sudah Menikah

 Diskusi Jomblo Dengan Non Jomblo

 Pacaran Yang Syar'i, Mungkinkah?

 Bolehkah Perempuan Melamar Terlebih Dahulu?

 Makna Sakinah, Mawaddah Dan Rahmah

 Rahasia Jodoh

 Masuk Islam Untuk Menikah Tidak Direstui Orang Tua, Apakah Termasuk Durhaka?

 Pengantin Bidadari

 Berlebih-lebihan Dalam Meminta Mahar

 Kenapa Harus Menikah?

 Diteror Mantan Pacar Menjelang Pernikahan

 Ya Allah, Alangkah Bahagianya Calon Suamiku Itu...

 Malam Pertama Dengan Bidadari Surgaku

 Pacaran Boleh Ngga Ya?

 Pernikahan Rosululloh Saw Dengan Siti Khodijah

 Pernikahan Nabi Yusuf Dengan Zulaikha

 Pernikahan Nabi Sulaiman Dengan Ratu Bulqis

 Pernikahan Nabi Musa Dengan Puteri Syafura

 Pernikahan Nabi Adam

 Gaun Pengantin Untuk Muslim

 Tidak Perawan Lagi, Haruskah Diberitahukan Kepada Calon Suami?

 Biaya Pernikahan

 Tidak Perawan Lagi, Haruskah Diberitahukan Kepada Calon Suami?

 Pertunangan, Lebih Singkat Lebih Baik

 Memilih Ibu Atau Kekasih Yang Non Muslim




~ Website-nya cerpen & artikel pernikahan islami serta pacaran islami (emang ada?) ~

Hak cipta selamanya oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala

Semua materi dapat disalin, dicetak dan disebarkan (syukur-syukur ...) dengan mencantumkan sumber situs web ini

Pujian, masukan, krititikan, cacian, hujatan : aa_aanang [at] yahoo [dot] com