pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami
Pernikahan, suatu peristiwa fitrah, fiqyah, dakwah, tarbiyah, sosial dan budaya
  Halaman Depan
  Buku Nikah
  Proposal Nikah
  Referensi Nikah
  Buletin Nikah
  Busana Nikah
  Pacaran Islami ?
  Buku Tamu
  Tentang Saya

Promosi

rumah jonggol
rumah bogor
rumah cibubur
rumah citra gran

 
 
 

Versi cetak - Dibaca 2935 kali

Jangan Ada Dusta

Karya : Dewi Mar'atusshalihah

 

tentang-pernikahan.com - Sofi, carikan aku calon istri..."
Waaaaa........
Gimana ini...,
nyari kemana?
Supermarket, Tanah Abang, Glodok, atau Toko Kelontong?
Emang Gampang kayak nyari kacang rebus, gitu?
Enak aja...
Nyomblangin...
Mau ngasih berapa sih prangkonya? he he, matre...
Tapi bagaimanapun, aku kan baik hati...cieeee.......
***

Ku obrak-abrik memori otakku. Ku buka album kenanganku, mulai dari yang di TK hingga kini di kampusku. Ku bolak-balik buku telponku, kularik dari A sampai Z. Yang mana yang cocok dengan Fahrur, rekan Rohisku.ups..., Fatima Khairunnisa. Teman SMAku di Yogya dulu.


Gadis manis berlesung pipit, dengan kacamata yang menambah cantik wajah ovalnya. Yang memperkenalkanku untuk berjilbab, membawaku masuk Rohis, mengajariku menjadi muslimah sejati.Temanku yang seindah namanya.Puteri kesayangan Nabi, yang memang khairunnisa, sebaik-baik perempuan. Inilah sebaik-baik pilihan, untuk Fahrur.

***


Liburan mid-semester, aku pulang ke Yogya sebentar, yang juga untuk melanjutkan misiku, mencarikan istri...


***

Parangtritis, pantai di sebelah selatan Yogyakarta. Karang yang menjulang, ombak yang saling berkejaran di bawah birunya langit, yang katanya menjadi persemayaman Nyi Roro Kidul, Ratu cantik Pantai Selatan, wallahu a'lam.


Namun, di tempat inilah kami bernostalgia, mengenang masa-masa di SMA, bersama sobatku, calon mangsaku...


Setelah lelah berjalan, berlari, melompat dan melepaskan jerit ketika gulungan ombak menghampiri kaki. Kami duduk bersisian berkiblatkan laut, diam membisu membiarkan matahari tenggelam di lautan lepas, dalam gulungan buih putih di permukaan biru, berkejaran dan terantuk pada sebongkah cadas, tak bosan-bosannya menyapa dan membelai cadas sambil mengulang-ulang nyayiannya dalam irama yang datar.


Hanya jeritan camar yang menjadi pengiring irama abadi di pinggir pantai itu. Kubayangkan, kehidupan manusia itu seperti benturan buih dan cadas.


Cadas telah mengukuhkan kekuatannya ketika dia terus menerus dibenturkan oleh besar kecilnya riak buih yang menghantam. Tanpa jeda.


Manusia yang baik adalah manusia yang kuat seperti cadas. Jangan yakini kekuatan manusia sebelum dibenturkan oleh realitas. Cadas telah tawakal dan pasrah diri untuk menerima gempuran-gempuran buih kenyataan yang didorong oleh badai takdir. Gempuran itu tak boleh melemahkan, meluluhkan ataupun menghancurkan.


Jadilah seperti cadas, gempuran menjadikannya lebih kuat dari sebelumnya.


"Kenapa nggak dengan kamu aja Sofi?", tanyanya ketika dengan perlahan ku tawarkan niatku untuk mencarikan istri rekan dakwahku.


Ku hanya tersenyum, dengan datar. Dan kembali kuyakinkan Nisa, bahwa ia adalah makhluk-Nya, yang dikirimkan oleh-Nya, untuk menemani dan menguatkan langkah dakwah sobatku.


Rembang mulai turun, setengah bola api dari semesta telah tenggelam di lautan barat. Lapis awan oranye diam bermandi cahaya matahari yang makin lama makin lemah sinarnya.

Sementara ratusan burung berkumpul mengitari awan itu, seakan salam penghormatan terakhir pada hari yang sebentar lagi akan ditinggalkan.

Waktunya pulang, dengan membawa seribu perasaan lega di hati, atas persetujuan sobatku.


***


Kulangkahkan kakiku memasuki pelataran rumah yang sudah tak asing lagi.
tempat kami berdua bercanda, bercengkerama sepulang sekolah dulu.


Pohon jambu itu masih ada.


Lima tahun yang lalu, aku nangkring diatas sana, memilih jambu yang telah ranum memerah. Lalu tiba-tiba kuteriak dan terjatuh, karna seluruh tubuhku telah dipenuhi semut Rangrang. Di teras itu, kami makan rujak bersama, hingga merah semua wajah kami, penuh keringat, kepedasan.


Di teras itu, kini bersanding pemilik rumah itu, pemilik nama indah itu, Fatimah Khairunnisa, bersama ...shobatku...


***


"Ono opo tho 'Ndhuk, kok pulang dengan wajah mbesengut begitu...?"


Ku peluk Ibuku yang semakin menua, dengan rambut ditumbuhi uban satu-dua.
Ingin ku luapkan perasaanku, namun ku tak tega menambahi beban yang telah menggelayuti wajah keriputnya.


"yo wis, cepat mandi, lalu lihat aja di dapur, Ibu sudah masak sayur kesukaanmu..."


Ibu...ibu...Ini yang membuatku kangen untuk pulang terus.

Nasi liwet, Pindang goreng, Bening Jowo, dan tak bisa ketinggalan...sambel terasi...


Wah, kalau sudah begini, Brad Pitt lewat pun aku tak peduli......


***


Malam ini, begitu nikmatnya ku berasyik masyuk menyapa-Mu


Di sajadah panjang ini, ku limpahkan semua derai tangisku


Tuhan, aku bukan Khadijah...Sang ummahatul mukminin, dengan sejuta talenta, yang telah mengajukan diri mendampingi hidup Sang Rasul mulia.


Aku bukan Srikandi, sang Wanodya ayu tama ngambar arumming kusuma, yang mempunyai mata nDamar kanginan, hidung mBawang tunggal, bulu mata nanggal sepisan, dan pipi yang nDuren sejuing.

Sehingga berani ngunggah-unggahi Arjuna.


Aku hanya gadis yang belajar dari seorang ibu yang berhati rembulan bersemangat mentari, dan seorang ayah yang segarang singa selembut sutra.


Ku tak layak Tuhan...


Ku tatap dinding kamarku, terpampang besar sekali gambaran rencana masa depanku, yang tersusun rapi dalam "Peta Hidup", seperti yang diajarkan Bunda Marwah.


Kususuri kotak demi kotak umurku. Mataku terpaku pada kotak ke 26, di tahun 2007. Ada dua point tertulis disana, S3, dan...menikah. Kutulis sedikit footnote kecil disana "F", hanya itu.


Tuhan, maafkan hamba telah lancang. Bukan kuberniat mendahului qadha-Mu. Ini hanya harapanku, rencanaku, inginku.... Namun, keputusan-Mu, itu yang pasti.


Ku ambil Tip Ex. Tak boleh kutulis inisial apapun di kotak peta hidupku.


Tuhan, jangan biarkan ku menangisi perkara yang telah Kau jamin dan Kau tetapkan. Namun permudahkan aku menangisi dosa dan kerinduanku pada-Mu.Nisa, hadiah terindahku untuknya.


***


Petang menjelang, tasyakuran pernikahanpun usai.


Setelah tamu-tamu pulang, meninggalkan lelah sekaligus gembira kedua mempelai dan keluarga, Fahrur segera menuju kamarnya, menyendiri.tergugu di atas sajadah. Lirih ia bergumam; Sofi, semoga ini hadiah terindahmu. Semoga ku bisa menepis perasaan ini.


Ku takut memetikmu, ku tak layak disisimu.


Cukup bagiku hadiahmu ini. Ku kan jaga, istriku, pilihanmu, amanahmu.


Ku teringat akan puisi yang ku dapatkan dari temanmu, tentang surat cinta, yang menyentakkan kesadaranku, mematahkan nyaliku untuk menyuntingmu.


(ehhh...puisi siapa ya ini....)

Wanita suci

Bagiku kau bukanlah bunga
Tak mampu aku samakan kau dengan bunga-bunga Terindah dan terharum sekalipun Bagiku manusia adalah mahluk terindah Tersempurna dan tertinggi

Bagiku dirimu salah satu manusia terindah Tersempurna dan tertinggi Karenanya kau tak membutuhkan persamaan


Wanita Suci


Dengan menatapmu, telah membuatku terus mengingatmu Dan memnuhi kepalaku dengan inginkanmu Berimbas pada tersusunnya gambarmu dalam tiap dinding khayalku Membuatku inginkan dirimu sepenuh hati, seluruh jiwa sesemangat mentari

Dirimu terlalu suci untuk hadir dalam khayalku Yang penuh dengan lumpur...


Wanita suci

Menghabiskan waktu berdua denganmu bagai mimpi tak berujung Menyentuhmu merupakan ingin diri, berkelebat selalu Meski ujung penutupmupun tak pernah berani kusentuh

Jangan pernah kalah dengan mimpi dan inginku...
Karena aku biasa memakaikan topeng keindahan pada wajah burukku Meniru pakaian para rahib, kiai dan ulama Meski hatiku lebih kotor dari kubangan lumpur


Wanita suci


Beri sepenuh diri pada dia sang lelaki suci Yang dengan sepenuh diri membawamu pada Ilahi Untuknya dirimu ada...

Tunggu sang lelaki suci menjemputmu
Atau kejar sang lelaki suci itu...
Dialah hakmu...
seperti dicontohkan ibunda Khadijah
Jangan ragu...,
jangan malu...


Wanita suci


Bariskan harapanmu pada istikharah penuh ikhlas Relakan Tuhan pilihkan lelaki suci bagimu Mungkin sekarang atau nanti...
Bahkan mungkin tak ada..., sampai kau mati

Karena kau terlalu suci,
untuk semua lelaki,
dalam permainan ini
Karena lelaki suci itu menantimu di istana kekal Yang kau bangun dengan kekhusu'an ibadah


Wanita suci


Pilihan Tuhan tak selalu seindah inginmu
Tapi itulah pilihan-Nya
Tak ada yang lebih baik dari pilihan-Nya
Sang Kekasih Tertinggi
Tempat kita memberi semua cinta
Dan menerima cinta yang tak terhingga
Dalam tiap detik hidup kita

(untuk yg ada disana, Dia-lah Maha Pembuat Skenario Terbaik......, biarlah
Dia yg menentukan...)



telah diterbitkan di majalah KUBAH, Agustus 2005


Komentar-komentar :

 adi - Soerabaia "45
Very Nice Story.
Puisi-nya bisa mewakili diriku akan ketidakberdayaan insan biasa dihadapan Wanita Suci !!!
Sukron Katsiro...

 

Nyumbang komentar ?

Nama

Email

Untuk photo silahkan register di gravatar

Domisili

Komentar

:

 

 :  CAPTCHA Image

 

 :    Reload Image

Artikel sebelumnya ....

 Saya Di Amerika Dan Calon Istri Di Indonesia, Bisakah Menikah Jarak Jauh?

 Nikah Jakarta Mesir Melalui Media Komunikasi, Bagaimana Caranya?

 When You're Falling In Love

 Keluarga Calon Suami Ingin Melamar Seminggu Sebelum Menikah

 Ingin Bertaubah Nasuha Dan Menikahi Bekas Pacar

 Calon Isteri Sudah Tidak Perawan

 Mencintai Seseorang Yang Sudah Menikah

 Diskusi Jomblo Dengan Non Jomblo

 Pacaran Yang Syar'i, Mungkinkah?

 Bolehkah Perempuan Melamar Terlebih Dahulu?

 Makna Sakinah, Mawaddah Dan Rahmah

 Rahasia Jodoh

 Masuk Islam Untuk Menikah Tidak Direstui Orang Tua, Apakah Termasuk Durhaka?

 Pengantin Bidadari

 Berlebih-lebihan Dalam Meminta Mahar

 Kenapa Harus Menikah?

 Diteror Mantan Pacar Menjelang Pernikahan

 Ya Allah, Alangkah Bahagianya Calon Suamiku Itu...

 Malam Pertama Dengan Bidadari Surgaku

 Pacaran Boleh Ngga Ya?

 Pernikahan Rosululloh Saw Dengan Siti Khodijah

 Pernikahan Nabi Yusuf Dengan Zulaikha

 Pernikahan Nabi Sulaiman Dengan Ratu Bulqis

 Pernikahan Nabi Musa Dengan Puteri Syafura

 Pernikahan Nabi Adam

 Gaun Pengantin Untuk Muslim

 Tidak Perawan Lagi, Haruskah Diberitahukan Kepada Calon Suami?

 Biaya Pernikahan

 Tidak Perawan Lagi, Haruskah Diberitahukan Kepada Calon Suami?

 Pertunangan, Lebih Singkat Lebih Baik




~ Website-nya cerpen & artikel pernikahan islami serta pacaran islami (emang ada?) ~

Hak cipta selamanya oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala

Semua materi dapat disalin, dicetak dan disebarkan (syukur-syukur ...) dengan mencantumkan sumber situs web ini

Pujian, masukan, krititikan, cacian, hujatan : aa_aanang [at] yahoo [dot] com