pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami
Pernikahan, suatu peristiwa fitrah, fiqyah, dakwah, tarbiyah, sosial dan budaya
  Halaman Depan
  Buku Nikah
  Proposal Nikah
  Referensi Nikah
  Buletin Nikah
  Busana Nikah
  Pacaran Islami ?
  Buku Tamu
  Tentang Saya

Promosi

rumah jonggol
rumah bogor
rumah cibubur
rumah citra gran

 
 
 

Versi cetak - Dibaca 3443 kali

Belum Ada Jodoh, Mas...

 

tentang-pernikahan.com - Sore itu telpon genggamku berbunyi. Dari pria yang dulu pernah 'dekat'
denganku, yang mengatakan bahwa dia akan menikah dan mengundangku untuk
hadir di pernikahannya. Dia menanyakan kapan aku mengakhiri masa lajangku,
dan aku hanya bisa berujar : "belum ada jodoh, Mas."

Singkat, padat, dan jelas. Namun sesudahnya perasaan negatif berkecamuk di
hatiku. Aku tidak rela dia mendahuluiku menikah. Resah dan gelisah, kenapa
jodohku tak kunjung tiba. Dalam doa sehabis sholat terucap dari lisanku :
"Aku ridlo dan ikhlas dengan segala keputusanMu. Aku tahu, ya Allah, bahwa
jodoh tiap manusia telah dicatat jauh sebelum manusia itu lahir." Tapi
lisan dan hati tidak seia sekata, hatiku berontak. Ambigu!! Aku merasa
menipu Allah dan diriku sendiri.

Dua hari aku berkutat dengan perasaan-perasaan negatif. Hingga aku bertemu
dengannya. Dia adalah seorang perempuan 27 tahun, namanya Nur. Kepadaku Nur
dengan gamblang menceritakan perjalanan hidupnya.


Nur yatim piatu. Ayahnya meninggal karena penyakit jantung tatkala ia
berusia 4 tahun dan ibunya meninggal karena darah tinggi ketika ia berusia
17 tahun. Praktis sejak saat itu ia tinggal sendirian di rumah warisan
ibunya, karena dia tidak punya saudara kandung. Paman-pamannyalah yang
mengatur keuangannya, mulai dari bunga deposito, warisan, uang pensiun
ibunya, dan uang sakunya.

Sejak kematian ibunya, Nur mulai sering mengalami halusinasi dengar. Suara-
suara itu menyuruhnya untuk marah dan membanting barang-barang. Sejak itu
pula ia keluar masuk rumah sakit jiwa. Meskipun demikian ia bisa
menyelesaikan SMA.

Tahun 1997, ia kontrol ke rumah sakit jiwa. Karena pikirannya kacau ia
tersesat. Seorang pria yang terpikat dengan wajah cantik Nur menawarkan
untuk mengantarkannya ke RSJ. Nur menerima tawarannya. Tak dinyana pria itu
malah membawa Nur ke hotel dan memperkosanya. Nur sempat membawa kasus itu
ke polisi, namun dicabutnya karena malu jika orang-orang mengetahui
peristiwa yang menimpanya. Ketika menceritakan peristiwa itu Nur tertawa
getir.

Nur merasa betah tinggal di rumah sakit jiwa, karena temannya banyak. Dia
yang Katolik tertarik belajar sholat 5 waktu dan ikut pengajian. Dia tidak
mau dipulangkan, karena di rumah merasa sendirian. Paman-pamannya hanya
peduli pada uangnya, namun tidak pernah memberinya kasih sayang. Yang
peduli dengannya justru karang taruna, ibu-ibu PKK, dan para biarawati.

Dengan keterbatasan kompetensi mentalnya, Nur tetap optimis memandang
hidup. Dia tetap ingin sembuh walaupun untuk itu ia mesti tergantung obat.
Dengan kesadaran tinggi ia rutin minum obat dan kontrol ke dokter. Dia
ingin menikah (dengan keadaannya dia tetap percaya diri mendekati lelaki).
Dia sudah berencana akan belajar membuat kue, supaya dia mandiri tidak
tergantung pada pamannya. Rumah warisan ibunya dia kontrakkan agar ada
teman dalam kehidupan sehari-hari, tapi dia mengambil satu kamar untuk
ditinggali. Kebetulan yang mengontrak rumahnya adalah keluarga muslim taat
(mudah-mudahan sedikit banyak bisa membantu Nur lebih condong lagi ke
Islam).


Subhanallah, setelah mendengar cerita Nur, aku merasa menjadi orang yang
paling beruntung di dunia. Dan aku malu sekali kepada-Nya. Banyak sudah
yang Dia limpahkan kepadaku, utamanya Islam, keluarga, dan kesehatan. Hanya
karena salah satu ketetapan-Nya yang tak sesuai dengan rencanaku, aku sibuk
meratapi diriku. Betapa aku telah menyia-nyiakan dua hariku dengan
melalaikan nikmat-Nya dan melupakan bahwa seharusnya setiap hembusan nafas,
setiap tetes air yang kuminum, dan butiran nasi yang kumakan adalah ucapan
syukur untuk-Nya.


Di tengah beratnya kehidupan, kadang kala kita membutuhkan sesuatu untuk
memuaskan dahaga jiwa. Dan kadang kita tidak perlu mecari ?sesuatu? itu
jauh-jauh. Lihatlah sekitar kita, dan kita akan jumpai 'sesuatu' itu di
antara pepohonan hijau, di pinggir jalan raya, di layar komputer, di
tengah saudara-saudara kita yang butuh uluran tangan, dan di tempat-tempat
lain yang tak terduga.


Barang siapa tidak rela terhadap takdir-Ku dan tidak sabar terhadap cobaan
daripada-Ku, dan tidak bersyukur terhadap nikmat yang diberikan oleh-Ku,
carilah Tuhan selain daripada-Ku. (Hadts Qudsi)


Komentar-komentar :

 wilma - jakarta
wah jadi sadar nih..txs yach

 Linda - jkt
gw banget... alhamdulillah aq masih lebih beruntung....

 aa yoga - jkt
tes

 Aisyah - Jakarta
Subhanallah, sy merasa telah diingatkan... Semoga semuanya blm terlambat

 aas - sby
Semoga kita bisa sabar menerima semua cobaan dari Allah SWT...

 mbakfe - Djokdja
Bagaimanapun Allah yang lebih tahu waktu & tempat qta dipertemukan dg jodoh qta... nggak di dunia...ya InsyaAllah di akhirat.... ngalir ja... insya Allah hidup jadi lebih hidup:)

 winda - kaltim
Alhamdulillah, aku jadi menyusukuri hidupku. Ternyata apa yang sudah Allah berikan selama ini buatku ternyata tak semalang yang aku banyangkan. Disekelilingku masih banyak yang lebih malang nasibnya. terima kasih Allah telah Kau berikan nikmat kehidupan yang tiada tara pada hamba-Mu ini. Amin

 dani - jakarta
Puji syukur aku panjatkan atas keberkahanNYA sehinga aku bisa membaca situs ini. jika saudaraku yatim piatu yang berkenan untuk ber ta"aruf denganku, aku sangat bersyukur.

 

Nyumbang komentar ?

Nama

Email

Untuk photo silahkan register di gravatar

Domisili

Komentar

:

 

 :  CAPTCHA Image

 

 :    Reload Image

Artikel sebelumnya ....

 Bersediakah Engkau Menjadi Isteri Saya

 Jangan Ada Dusta

 Saya Di Amerika Dan Calon Istri Di Indonesia, Bisakah Menikah Jarak Jauh?

 Nikah Jakarta Mesir Melalui Media Komunikasi, Bagaimana Caranya?

 When You're Falling In Love

 Keluarga Calon Suami Ingin Melamar Seminggu Sebelum Menikah

 Ingin Bertaubah Nasuha Dan Menikahi Bekas Pacar

 Calon Isteri Sudah Tidak Perawan

 Mencintai Seseorang Yang Sudah Menikah

 Diskusi Jomblo Dengan Non Jomblo

 Pacaran Yang Syar'i, Mungkinkah?

 Bolehkah Perempuan Melamar Terlebih Dahulu?

 Makna Sakinah, Mawaddah Dan Rahmah

 Rahasia Jodoh

 Masuk Islam Untuk Menikah Tidak Direstui Orang Tua, Apakah Termasuk Durhaka?

 Pengantin Bidadari

 Berlebih-lebihan Dalam Meminta Mahar

 Kenapa Harus Menikah?

 Diteror Mantan Pacar Menjelang Pernikahan

 Ya Allah, Alangkah Bahagianya Calon Suamiku Itu...

 Malam Pertama Dengan Bidadari Surgaku

 Pacaran Boleh Ngga Ya?

 Pernikahan Rosululloh Saw Dengan Siti Khodijah

 Pernikahan Nabi Yusuf Dengan Zulaikha

 Pernikahan Nabi Sulaiman Dengan Ratu Bulqis

 Pernikahan Nabi Musa Dengan Puteri Syafura

 Pernikahan Nabi Adam

 Gaun Pengantin Untuk Muslim

 Tidak Perawan Lagi, Haruskah Diberitahukan Kepada Calon Suami?

 Biaya Pernikahan




~ Website-nya cerpen & artikel pernikahan islami serta pacaran islami (emang ada?) ~

Hak cipta selamanya oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala

Semua materi dapat disalin, dicetak dan disebarkan (syukur-syukur ...) dengan mencantumkan sumber situs web ini

Pujian, masukan, krititikan, cacian, hujatan : aa_aanang [at] yahoo [dot] com