pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami
Pernikahan, suatu peristiwa fitrah, fiqyah, dakwah, tarbiyah, sosial dan budaya
  Halaman Depan
  Buku Nikah
  Proposal Nikah
  Referensi Nikah
  Buletin Nikah
  Busana Nikah
  Pacaran Islami ?
  Buku Tamu
  Tentang Saya

Promosi

rumah jonggol
rumah bogor
rumah cibubur
rumah citra gran

 
 
 

Versi cetak - Dibaca 4718 kali

Status Si Dia: Adik, Sahabat, Pacar?

Karya : Ade Anita

 

tentang-pernikahan.com - Tanya:assalammualaikum wr wb
mbak ade yang baik, saya mau tanya

Mbak, saya punya sahabat yang sudah saya anggap jadi adik inne sendiri.
dia sangat perhatian sama saya, kami sering jalan bareng, dan akhirnya
teman2 pikir kami pacaran. Di rumah dia sudah dianggap anak bungsu sama mama, bahkan kadang berlebihan sayangnya dibanding dengan anak sendiri. Saya pingin kita tetap sahabatan dan gak terlena dengan status adik-kakak yang bikin kami mafhum dengan segala hal yang "gak seharusnya" (kami biasa jalan berdua dan dia biasa nginep di rumah ). Saya sekedar simpatik sama dia, dan gak mengharapkan apa-apa (karena dia lebih muda (19 thn, saya 21 thn). Dia pun sibuk cerita sama saya tentang cewek2 di kampusnya dan saya tanggapi dengan biasa. Dia pun sering menyuruh2 saya untuk "cari cowok" untuk pacaran, tapi saya bilang kalo saya ingin langsung nikah. Di lingkungan kami gak ada yang percaya kalo di antara kami gak ada apa-apa. Apa yang harus saya lakukan mbak? Saya bingung, saya ingin kami tetap dekat, namun dalam batas2 syar'i. Karena sebenarnya kami sama2 ngeh banyak yang kami seharusnya gak lakukan, tapi tetap dilakukan. Mohon sarannya.
Jazakillah khairan katsira

wassalam
Warna Ungu

Jawab:
Assalamu?alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Ukhti yang dirahmati Allah SWT.
Pada dasarnya, Islam memandang persahabatan antara pria dan wanita itu boleh-boleh saja. Namun, kebolehan itu tidak berarti bahwa batas-batas di antara keduanya menjadi lebur dan ikatan-ikatan syar?iyah yang baku dilupakan. Tidak dilarang kok untuk bersahabat akrab, selama antara pria dan wanita itu masih tetap konsisten mentaati rambu-rambu yang telah ditentukan oleh syariat agama kita.

Apa saja rambu-rambu yang harus ditaati dalam pergaulan Islami pria dan wanita tersebut?
Pertama, Menahan pandangan dari kedua belah pihak. Artinya, mereka berdua harus mampu dalam keadaan bagaimanapun dan dimanapun menahan pandangan untuk tidak saling melihat aurat, tidak boleh memandang dengan syahwat dan tidak boleh memandang berlama-lama tanpa ada keperluan.

Kedua, masing-masing harus mengenakan pakaian yang sesuai dengan syariat agama Islam (menutupi aurat masing-masing).

Ketiga, mematuhi untuk menjalankan adab-adab pergaulan sebagai seorang muslim dan muslimah yang bukan mahram. Seperti, dalam perkataannya, harus menghindari perkataan yang merayu dan membangkitkan rangsangan; Dalam berjalan, jangan memancing pandangan orang; Dalam gerak, jangan berjingkrak atau berlenggak-lenggok; menjauhkan diri bau-bauan atau warna-warna/corak pakaian/dandanan yang ?mengundang? syahwat.

Lalu keempat, jangan terlalu sering berduaan (karena disamping mendatangkan fitnah dari orang lain untuk keduanya, juga bisa mendatangkan fitnah yang datang dari keduanya). Usahakan untuk menyertakan orang lain dalam kebersamaan kalian (jadi bertiga atau lebih).

Sebenarnya, saya yakin ukhti sudah tahu semua apa yang saya paparkan di atas. Hanya saja, belum ada tekad untuk menjalankannya. Bisa jadi karena khawatir jika hal ini dilakukan maka ukhti khawatir persahabatan yang terjalin selama ini malah menjadi renggang (atau berhenti sama sekali). Bisa jadi juga karena khawatir bahwa akan sulit menjalankan ?sebuah persahabatan yang terasa nyaman? seperti sekarang jika apa yang ukhti harus dijalankan dalam syari?at agama kita ditegakkan.

Untuk itu, mungkin bisa dicoba dengan melakukannya secara perlahan-lahan. Dimulai dengan mengikut-sertakan pihak ketiga dalam persahabatan kalian berdua. Coba deh ajak serta sahabatmu atau saudaramu yang perempuan jika kamu bepergian. Atau, bisa juga sahabat atau saudara dia. Asyik juga kok kalau pergi bertiga, paling tidak, kalau kalian mati kata ketika ngobrol, ada orang lain yang bisa memperpanjang obrolan kalian. Di samping itu, insya Allah cara ini bisa sedikit ?mengerem? suara-suara sumbang yang ditujukan pada persahabatan kalian.

Lalu, jika dia mau menginap, yah, boleh-boleh saja. Tapi, kamu tidak boleh menghampiri dia ketika dia sedang seorang diri di suatu ruangan sehingga kalian jadi berduaan. Sebagai tuan rumah, ajak dia untuk ngobrol di tengah keluargamu saja (seperti ketika nonton tv bareng, makan bersama, atau diskusi rame-rame di ruang keluarga).
Mungkin sedemikian dahulu yang bisa saya katakan. Nanti kalau ada yang kurang, mungkin teman-teman yang lain bisa menambahkan.

Wassalamu?alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Ade Anita

Sumber : www.kafemuslimah.com


Komentar-komentar :

 alin - samarinda
emang berat untuk memulai hal yang tidak biasa tapi hal itu harus dilakukan...jangan pernah berdua2an...apalagi kalau ortu ato saudara2 kita lagi gak ada dirmh krn itu sangat memacu zina walaupun kita menganggap dia sebagai sahabat, bukan pacar tapi ane yakin gak mungkin dia berani tdr dirumah and sering berduaan kalo gak ada maunya...(mintalah fatwah pada hatimu dan sering2 muhsabah k-lo emang serius keluar dari problem ini)thaks...

 

Nyumbang komentar ?

Nama

Email

Untuk photo silahkan register di gravatar

Domisili

Komentar

:

 

 :  CAPTCHA Image

 

 :    Reload Image

Artikel sebelumnya ....

 Berencana Untuk Menikah Tapi Hidup Terpisah

 Ini Adalah Kisah Yang Sudah Sangat Melegenda : Atas Nama Cinta

 Jauh Jodoh Karena Tanda Lahir Di Pipi

 Belum Ada Jodoh, Mas...

 Bersediakah Engkau Menjadi Isteri Saya

 Jangan Ada Dusta

 Saya Di Amerika Dan Calon Istri Di Indonesia, Bisakah Menikah Jarak Jauh?

 Nikah Jakarta Mesir Melalui Media Komunikasi, Bagaimana Caranya?

 When You're Falling In Love

 Keluarga Calon Suami Ingin Melamar Seminggu Sebelum Menikah

 Ingin Bertaubah Nasuha Dan Menikahi Bekas Pacar

 Calon Isteri Sudah Tidak Perawan

 Mencintai Seseorang Yang Sudah Menikah

 Diskusi Jomblo Dengan Non Jomblo

 Pacaran Yang Syar'i, Mungkinkah?

 Bolehkah Perempuan Melamar Terlebih Dahulu?

 Makna Sakinah, Mawaddah Dan Rahmah

 Rahasia Jodoh

 Masuk Islam Untuk Menikah Tidak Direstui Orang Tua, Apakah Termasuk Durhaka?

 Pengantin Bidadari

 Berlebih-lebihan Dalam Meminta Mahar

 Kenapa Harus Menikah?

 Diteror Mantan Pacar Menjelang Pernikahan

 Ya Allah, Alangkah Bahagianya Calon Suamiku Itu...

 Malam Pertama Dengan Bidadari Surgaku

 Pacaran Boleh Ngga Ya?

 Pernikahan Rosululloh Saw Dengan Siti Khodijah

 Pernikahan Nabi Yusuf Dengan Zulaikha

 Pernikahan Nabi Sulaiman Dengan Ratu Bulqis

 Pernikahan Nabi Musa Dengan Puteri Syafura




~ Website-nya cerpen & artikel pernikahan islami serta pacaran islami (emang ada?) ~

Hak cipta selamanya oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala

Semua materi dapat disalin, dicetak dan disebarkan (syukur-syukur ...) dengan mencantumkan sumber situs web ini

Pujian, masukan, krititikan, cacian, hujatan : aa_aanang [at] yahoo [dot] com