pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami
Pernikahan, suatu peristiwa fitrah, fiqyah, dakwah, tarbiyah, sosial dan budaya
  Halaman Depan
  Buku Nikah
  Proposal Nikah
  Referensi Nikah
  Buletin Nikah
  Busana Nikah
  Pacaran Islami ?
  Buku Tamu
  Tentang Saya

Promosi

rumah jonggol
rumah bogor
rumah cibubur
rumah citra gran

 
 
 

Versi cetak - Dibaca 2881 kali

Antara Nikah Dan Thalabul 'ilmi

 

tentang-pernikahan.com - Pertanyaan :
Sebagai muslimah, mana yg harus saya dahulukan? nikah atau thalabul 'ilmi. masalahnya usia ana sudah 22 tahun sedang ana baru setahun mengenal salaf dan di kota ana kurang ikhwan bahkan tidak ada. karena ana sudah ingin nikah.

Gorontalo, 14 Juni 2002

Jawaban:
Antara nikah dan tholibul ilmu.
Alhamdulillah, wasshalaatu wassalaamu 'alaa rasulillah wa ba'du :

Sebenarnya nikah dan tholibul ilmu itu bukanlah dua hal yang saling bertentangan, bahkan bisa digabungkan. Artinya nikah itu tidak menghalangi untuk menuntut ilmu dan sebaliknya, menuntut ilmu itu tidak menghalangi untuk menikah. Dan jangalah berhenti menuntut ilmu gara-gara nikah.

Kalau seandainya ada seseorang yang disukai agama dan akhlaknya, datang melamar, maka hendaklah orang tua dan akhwat yang bersangkutan tidak menolaknya. Di sini saya akan mencantumkan fatwa syeikh Ibnu Utsaimin yang ada hubungan dengan masalah diatas :

Ada kebiasaan yang bersebar yaitu si gadis atau orang tuanya menolok melakukan pernikahan dengan orang yang datang melamarnya, karena ingin menyelesaikan pendidikannya di SLTA atau Universitas, atau sampai-sampai karena ingin mengajar lebih duhulu, selama beberapa tahun, apakah hukumnya? Dan apakah nasehat syeikh kepada orang yang melakukannya? Kadang-kadang sebagian anak gadis, ada yang telah berusia sampai 30 tahun atau labih, tapi belum bersuami?

Jawaban.
Hukumnya adalah; bahwa sesungguhnya perbuatan ini menyalahi apa yang telah diperintahkan Nabi r, karena Nabi bersabda :
"Jika telah datang kepada kalian orang yang kalian sukai agama dan akhlaknya". (H.R. Tirmizi dan berkata : hadits hasan).
Dan beliau juga bersabda :
"Wahai sekalian pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mempunyai kemampuan, maka menikahlah, karena menikah itu lebih menutup mata dan lebih menjaga kemaluan". (H.R. Bukhari dan Muslim).

Keengganan untuk menikah adalah menghilangkan fungsi perkawinan. Yang saya nasehatkan kepada saudara-saudara saya seagama dari kalangan para wali-wali (orang tua) para wanita, dan saudari-saudariku seagama, agar tidak menolak untuk melaksanakan pernikahan, disebabkan, karena ingin menyelesaikan pendidikan atau pengajaran. Dan bisa saja wanita itu memberi syarat kepada calon suaminya untuk membiarkannya belajar sampai pendidikannya selesai. Dan begitulah, hingga ia tetap pergi ke sekolah (belajar atau mengajar) untuk masa satu tahun atau dua tahun, selagi tidak disibukkan oleh anak-anaknya, ini tidak apa-apa.

Adapun keinginan wanita menempuh pendidikan sampai ke jenjang universitas, dimana ilmu yang dipelajari itu tidak kita butuhkan, merupakan persoalan yang perlu dipertimbangkan lagi. Menurut saya, seorang wanita bila sudah selesai dari jenjeng pendidikan dasar, dan sudah tahu tulis baca, hal mana ilmu yang ia dapati itu sudah berguna dalam membaca kitab Allah dan tafsirannya, dan membaca hadits-hadits Nabi beserta syarahannya, maka hal yang demikian sudah cukup, kecuali ia ingin meningkat untuk mempelajari ilmu yang sangat dibutuhkan manusia, seperti ilmu kedokteran dan semisalnya, bila di dalam belajar itu tidak terdapat hal-hal yang dilarang seperti campur baur antara laki-laki dan wanita atau lainnya.
Semoga fatwa syeikh rahimahullah bisa memberikan solusi dalam masalah ukhti, wallahu 'alam.

Sumber : www.kafemuslimah.com


Komentar-komentar :

Blom ada yang ngasih komentar ... :(

 

Nyumbang komentar ?

Nama

Email

Untuk photo silahkan register di gravatar

Domisili

Komentar

:

 

 :  CAPTCHA Image

 

 :    Reload Image

Artikel sebelumnya ....

 Status Si Dia: Adik, Sahabat, Pacar?

 Berencana Untuk Menikah Tapi Hidup Terpisah

 Ini Adalah Kisah Yang Sudah Sangat Melegenda : Atas Nama Cinta

 Jauh Jodoh Karena Tanda Lahir Di Pipi

 Belum Ada Jodoh, Mas...

 Bersediakah Engkau Menjadi Isteri Saya

 Jangan Ada Dusta

 Saya Di Amerika Dan Calon Istri Di Indonesia, Bisakah Menikah Jarak Jauh?

 Nikah Jakarta Mesir Melalui Media Komunikasi, Bagaimana Caranya?

 When You're Falling In Love

 Keluarga Calon Suami Ingin Melamar Seminggu Sebelum Menikah

 Ingin Bertaubah Nasuha Dan Menikahi Bekas Pacar

 Calon Isteri Sudah Tidak Perawan

 Mencintai Seseorang Yang Sudah Menikah

 Diskusi Jomblo Dengan Non Jomblo

 Pacaran Yang Syar'i, Mungkinkah?

 Bolehkah Perempuan Melamar Terlebih Dahulu?

 Makna Sakinah, Mawaddah Dan Rahmah

 Rahasia Jodoh

 Masuk Islam Untuk Menikah Tidak Direstui Orang Tua, Apakah Termasuk Durhaka?

 Pengantin Bidadari

 Berlebih-lebihan Dalam Meminta Mahar

 Kenapa Harus Menikah?

 Diteror Mantan Pacar Menjelang Pernikahan

 Ya Allah, Alangkah Bahagianya Calon Suamiku Itu...

 Malam Pertama Dengan Bidadari Surgaku

 Pacaran Boleh Ngga Ya?

 Pernikahan Rosululloh Saw Dengan Siti Khodijah

 Pernikahan Nabi Yusuf Dengan Zulaikha

 Pernikahan Nabi Sulaiman Dengan Ratu Bulqis




~ Website-nya cerpen & artikel pernikahan islami serta pacaran islami (emang ada?) ~

Hak cipta selamanya oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala

Semua materi dapat disalin, dicetak dan disebarkan (syukur-syukur ...) dengan mencantumkan sumber situs web ini

Pujian, masukan, krititikan, cacian, hujatan : aa_aanang [at] yahoo [dot] com