pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami
Pernikahan, suatu peristiwa fitrah, fiqyah, dakwah, tarbiyah, sosial dan budaya
  Halaman Depan
  Buku Nikah
  Proposal Nikah
  Referensi Nikah
  Buletin Nikah
  Busana Nikah
  Pacaran Islami ?
  Buku Tamu
  Tentang Saya

Promosi

rumah jonggol
rumah bogor
rumah cibubur
rumah citra gran

 
 
 

Versi cetak - Dibaca 8134 kali

Kebohongan Terungkap Setelah Menikah

Karya : Rr Anita Widayanti

 

tentang-pernikahan.com - Assalamu Alaikum Wr.Wb.

Ibu pengasuh yang saya hormati, mohon bimbingannya.
Saya Nur Amir, laki-laki berumur 28 tahun. Pada saat berumur 24 tahun, saya memiliki pacar yang sebenarnya saya tidak terlalu mencintainya, di mana gaya pacaran kami bebas namun tidak sampai berhubungan kelamin. Setelah kami pisah, saya merasa berdosa dan segera bertobat kepada Allah dan tidak ingin mengulanginya lagi (pacaran) dan akan saya lakukan dengan istri saja. Seiring perjalanan waktu, saya mulai memperhatikan beberapa gadis yang menarik perhatian saya. Salah satunya sebut saja namanya Ati yang saya perhatikan 1 tahun lamanya.

Bagi saya si Ati adalah gadis yang mampu menjaga perilakunya dibanding dengan yang lain. Berulang kali saya menyampaikan salam saya kepada dia melalui teman-temannya, tapi jawaban yang tegas tidak saya dapatkan apakah menerima saya sebagai pacar atau tidak. Dan menurut informasi dari teman-temannya, dia tidak mau pacaran walaupun banyak lelaki yang berminat. Saya sungguh memujanya dengan sikapnya itu.

Setelah dia tamat sekolah, saya menyampaikan secara langsung bahwa saya sudah lama memperhatikan dan menyukainya. Dan sekali lagi dia menyatakan bahwa dia tidak punya pacar dan tak ingin pacaran. Begitu sukanya aku, sehingga saya berniat untuk menikahinya. Jujur saja bahwa, niat saya menikahinya karena seagama, cantik dan perilakunya baik walaupun dia dari keluarga yang biasa-biasa saja. Lamaran pun diadakan dan alhamdulillah eluarga dan orang tuanya menerimanya, walaupun saya tidak minta persetujuan si Ati sebelumnya. Saya pun mulai rajin bertamu ke rumah dia, mengajaknya jalan hampir setiap malam dan kami banyak mengobrol tentang masa lalu kami masing-masing secara jujur.

Beberapa kali saya tegaskan kepada dia untuk menolak pinangan saya kalau saya tidak berkenan di hati atau kalau memang sudah ada pacar. Dia pun bercerita bahwa dia pernah pacaran sampai tiga kali. Walaupun setahu saya dari teman-temannya hanya sekali saja. Kaget rasanya, tapi saya yakin ini jujur dari dia dan saya tetap pada pendirian sebelumnya.

Semakin penasaran, saya terus mengorek keterangan dia tentang gaya berpacarannya. Tapi katanya sebatas cuma pegang tangan, dan di cium pipinya. Yang lainnya tidak. Sakit juga rasanya mendengar, tapi saya tetap pada pendirian untuk menikah dan menganggap itu semua sudah lalu. Tapi saya sempat memperingatkan beberapa kali agar tidak berbohong kepada saya tentang ceritanya itu. Dan ia pun sanggup. Kurang lebih 2 bulan setelah saya menyatakan suka dan melakukan lamaran, pernikahanpun dilaksanakan dan kami hidup sebagaimana layaknya suami istri.

Setelah 1 bulan berumah tangga, ia baru menceritakan bahwa ia sangat mencintaiku dan menyerahkan sepenuh hatinya padaku. Sebelumnya walaupun sudah sah menikah, dia mengakui kalau dalam rentang waktu itu dia tidak mencintaiku dan cintanya mengambang entah kepada siapa. Setelah aku desak untuk bersumpah barulah ia mengakui bahwa ia sedang ada pacar sewaktu saya menyatakan suka dan ia sempat bertemu 3 kali sebelum akhirnya putus.

Ia juga mengakui bahwa ciuman itu diterima dari pacarnya sehari setelah saya menyatakan suka tapi belum resmi dilamar. Ia juga mengakui bahwa sempat bersalaman sewaktu bertemu di atas kapal sewaktu mengantar neneknya. Sambil menangis Ia meminta maaf dan berjanji tak akan berbohong lagi, karena ia sudah sepenuh hati mencintaiku. Saya sangat marah mendengarnya dan ingin rasanya berpisah. Saya jadi curiga bahwa kelakuan mereka melebihi dari salaman saja, misalnya ciuman perpisahan.

Tapi dia tetap keras bahwa kejadiannya hanya sebatas salaman saja. Masalah ini terus membebani saya. Saya merasa tertipu, dibohongi. Saya khawatir dia akan mengulanginya lagi. Apakah ini adalah hukum karma bagi saya? Apakah saya boleh meminta sumpahnya atas nama Allah untuk tidak berbohong lagi walaupun dia sudah berulangkali mengaku salah dan meminta maaf? Tolong bimbingannya atas masalah saya ini berdasarkan syariat Islam. Terima Kasih.

Wassalamu Alaikum Wr. Wb.
Amir

Jawaban:

Assalammu'alaikum wr.wb.

Bapak Amir yang baik, nampaknya bapak merasa sangat kecewa\ dengan ketidak jujuran istri atas masa lalunya. Meskipun itu merupakan hal yang sudah berlalu namun bapak khawatir jika kebohongan yang pernah dilakukannya itu akan diulanginya lagi. Dan permasalahan tersebut nampaknya demikian besar mengganggu pikiran bapak sampai menggoncang keharmonisan rumah tangga yang baru terbina. Bahkan tangisan dan permintaan maaf istri bapak juga tidak mampu menghapus kegusaran dalam hati anda sampai meminta istri untuk bersumpah atas nama Allah.

Masalah tersebut tentu demikian prinsipil menurut bapak, sehingga sulit bagi bapak juga untuk memaafkan istri ataupun sekedar menganggapnya masa lalu. Menerima seseorang apa adanya dengan segala kekuarangannya memang bagian tersulit dalam hubungan suami istri. Dahulu bapak memiliki pandangan yang cukup positif terhadap istri oleh karenanya berniat menjadikannya istri, namun setelah menikah baru terungkap kelemahannya terhadap masa lalunya yang tidak diungkapkan pada bapak.Tentu hal itu mengejutkan jika selama ini bapak menganggap istri sebagai seseorang yang selalu menjaga dirinya.

Namun, keberanian istri bapak untuk mengungkapkan rahasianya terhadap bapak merupakan hal yang harus dihargai sebagai bertambah besarnya kepercayaan dan cintanya pada bapak saat ini. Bukankah itu merupakan hal yang patut disyukuri? Hal ini menunjukkan keberhasilan hubungan yang telah bapak bina bersamanya, bahwa istri berani mengekspresikan dirinya apa adanya tanpa berniat untuk ada yang ditutup-tutupi. Tentu saja ketika dia ungkapkan hal tersebut maka istri berharap bahwa bapak akan mencintainya apa adanya sebagaimana di saat ini istri mencintai dan menerima diri bapak seutuhnya.

Setiap kita pasti pernah berbuat kekhilafan, sebagaimana bapak dulupun pernah berbuat demikian. Jika istri dapat menerima bapak dengan segala kelemahan di masa lalu maka perlakukanlah ia dengan serupa. Sebagai hamba tentunya kitapun seharusnya menteladani sifat Allah yang Maha Agung. Bukankah Allah mencintai hamba-hamba nya yang bertobat, bahkan Allah sangat senang menyambut seseorang yang mengakui kesalahannya dan berusaha tidak mengulanginya dan dibalas Nya hal tersebut dengan permbersihan diri hamba tersebut dari dosa-dosanya. Meskipun kemungkinan hamba tersebut melakukan dosa lagi namun pengampunan Allah selalu diberikan tanpa vonis apa yang mungkin dilakukan di masa mendatang.

Dan dalam al-Qur'an Allahpun memerintahkan seorang suami untuk bersabar atas kekurangan istrinya, sebagaimana tercantum dalam surat an-Nisaa' ayat 19: ."..bila kamu tidak menyukai mereka,(maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak." Jadi pak ada baiknya tinggalkan masa lalu dan tak perlu mengorek terus kekhilafannya, bahkan Allah pun memerintahkan seorang hamba untuk menutup aibnya jika Allah tidak membukanya.

Sesungguhnya Allah tahu yang terbaik bagi kita jika kita disatukan dengan seseorang yang memiliki masa lalu hampir sama dengan kita maka mungkin Allah inginkan kebaikan dari orang-orang yang sama-sama bertobat. Menurut saya tidak perlu memikirkan karma, yang penting bagaimana sekarang berusaha bersama-sama untuk bisa memperbaiki diri dan membina rumah tangga yang sakinah. Wallahu'alambishawab.


Wassalammu'alaikum wr. wb.
Rr. Anita W.

Sumber : www.eramuslim.com


Komentar-komentar :

 ope - jaktim
sabar aja pak..namanya juga berumah tangga...begitu aja sampe konsultasi... he he hehe :P

 abby - Cinere-Depok
cemburu bapak adalah bukti cinta dan sayang terhadap istri, sangat berbahaya jika rasa itu hilang,suami bs jadi dayus dan jauh dr sorga. tetapi kjujuran istri patut dihargai...hal semacam itu pasti ada, tapi jgn diperpanjang, kecurigaan yg berlebihan menjadi sumner malapetaka dalm RT,cukup waspada dan saling percaya...krn massa lalu pasti semua orang ada...syukron!!

 erna - komentar
aku setuju dengan komentar abby, memang benar setiap orang punya salah. Namun jika seseorang itu mau mengakui kesalahannya dan bertobat sungguh itu lebih baik daripada hanya berlalu begitu saja. Jadi ada baiknya bapak memaafkan kesalahan istri bapak karena Alloh pun maha pemgampun

 indra - jakarta
Pak, saya juga prihatin soal masalah Bapak. saya juga bisa ikut merasakan apa yang bapak alami. soalnya saya juga pernah punya teman perempuan kayak gitu. mendingan bapak ga usah tanya2 lagi soal masa lalu istri bapak. yang lalu biarlah berlalu. setiap org pasti punya sisi hitam di masa lalunya. bapak ga usah tanya2 masa lalunya lagi deh. yang ada cuma bakal jadi cerita horor untuk bapak. masalah dy bohongin bapak, tuh urusan dy sama Allah!!bkn urusan bpk. yg nanggung dosa jg dy sendiri kok. yg penting ttp khusnudzon aja selama dy ga ngerugiin bapak alias menikam dari belakang

 bambang - bandung
aduh enak gitu lho juuuuuuuut

 ikhwan - Makassar
Di sini keliatan egoisnya kita sebagai laki-laki, kalau istri sudah mengaku terusterang dan minta maaf..apalagi. Kenapa harus ingi disumpah segala, emangnya bapak sewaktu belum nikah bisa dijamin gak kenapa2 kenapa dengan pacar2 bapak. Yg Fair dong pak, harusnya sang istri di maafkan, dibimbing supaya lebih tau agama. Wah gawat kalau semua laki-laki begini

Wassalam

 lulu - jogja
anda sebagai laki laki egois banget.dulu juga sewaktu pacaran dgn pacar anda yg sebelumnya, anda melakukan yang lebih parah daripada yang ibu (istri) lakukan terhadap pacarnya dulu.
pls dunk, sadar....setiap orang punya masa lalukan ?yg penting skg udah jadi suami istrikan ? jalani masa depan.

 yos - yogya
iya ni bapak lebay! klo mau istri sempurna pergi ke laut aje

 chienkoux doank - bekasi
pak,tuh smua kan hanya masa lalu istri bapa saja!!!!
yang lalu biar lah berlalu yang penting kan isrti bapa sudah mengakuinya...
jangan egois lah pa,mungkin sewaktu muda dulu juga bapa pernah mengalami nya juga...

 

Nyumbang komentar ?

Nama

Email

Untuk photo silahkan register di gravatar

Domisili

Komentar

:

 

 :  CAPTCHA Image

 

 :    Reload Image

Artikel sebelumnya ....

 Istri Selingkuh Dengan Teman Kantor

 Suami Memperhatikan Wanita Lain

 Madrasah Cinta

 Kisah Kepala Ikan

 Maafkan, Karena Aku Bukan Pangeran

 Ungkapan Sederhana Untuk Istri Tercinta

 Kiai Yang Tak Mau Menikah Lagi

 Tidak Diundang Walimah Tapi Tetap Datang, Apakah Dibenarkan?

 Kewajipan Bersetubuh Suami Isteri

 Karena Kau Cintaku

 Suami Pelupa, Istri Ditinggalkan Di Pom Bensin

 Cinta Laki-laki Biasa

 Renungan Buat Suami & Istri

 Bermesra Berpahala Dan Menghapus Dosa

 Cintailah Apa Adanya

 Missed Call

 Cihuiii... Nikah Juga

 Untuk Para Ayah Dan Calon Ayah...

 Mencintai Itu Keputusan

 Kiat Memulai Hidup Berumah Tangga

 Belajar Memahami Anak-anak

 Kitalah Yang Akan Ditanya

 Mendurhakai Anak

 Apakah Anda Ingin Menjadi Istri Yang Selalu Dicintai Suami?

 Gaya Suami Mencemburui Istrinya

 Mutiara Yang Nyaris Hilang

 Katanya Romantis?

 Membujuk Pasangan Yang Sedang Merajuk

 Jurus Menghadapi Pasangan Pendiam

 Merebut Hati Ibu Mertua




~ Website-nya cerpen & artikel pernikahan islami serta pacaran islami (emang ada?) ~

Hak cipta selamanya oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala

Semua materi dapat disalin, dicetak dan disebarkan (syukur-syukur ...) dengan mencantumkan sumber situs web ini

Pujian, masukan, krititikan, cacian, hujatan : aa_aanang [at] yahoo [dot] com