pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami
Pernikahan, suatu peristiwa fitrah, fiqyah, dakwah, tarbiyah, sosial dan budaya
  Halaman Depan
  Buku Nikah
  Proposal Nikah
  Referensi Nikah
  Buletin Nikah
  Busana Nikah
  Pacaran Islami ?
  Buku Tamu
  Tentang Saya

Promosi

rumah jonggol
rumah bogor
rumah cibubur
rumah citra gran

 
 
 

Versi cetak - Dibaca 4362 kali

Calon Isteri Lebih Tua, Orangtua Tidak Setuju

Karya : Rr Anita Widayanti

 

tentang-pernikahan.com - Assalamu'alaikum wr. wb.

Ibu Arnita yang baik, saat ini saya sedang bimbang dan bingung sekali, saya ingin meminta pendapat ibu. Saya sudah hampir 2 tahun berpacaran dengan seorang gadis, yang menurut saya memberikan efek yang sangat positif ke diri saya. Sehingga, saya menjadi orang yang lebih bertaqwa dan mendekatkan diri kepada Allah (menurut pendapat saya). Akan tetapi orang tua saya tidak setuju karena dia lebih tua sekitar 3 tahun, dengan pertimbangan manapouse lebih cepat, akan tampak lebih tua nantinya, dan cenderung memerintah suami karena lebih muda.

Mungkin mereka ada benarnya juga dan saya juga mempertimbangkan hal ini, akan tetapi saya merasa mereka hanya melihat ini dari kaca mata duniawi saja. Sebab selama bersama dia, sholat saya tidak pernah lewat, mengaji tambah sering bahkan sekarang saya memahami maknanya. Dia tidak pernah menyuruh saya melakukan semua hal itu, tapi auranyalah yang membuat saya sadar. dan tepatnya setahun yang lalu, dia diberi cobaan yang cukup dahsyat; bapak,ibu dan kedua adik laki-lakinya hilang ditelan gelombang tsunami di Aceh dan sampai saat ini mayat mereka tidak ditemukan. Sehingga statusnya saat ini adalah yatim piatu.

Allah SWT seakan-akan memberikan saya petunjuk untuk membimbing dia, dan ini menambah keyakinan saya untuk menikah dengannya karena inilah kesempatan saya untuk membimbing seorang yatim piatu, agar menjadi orang yang lebih baik setelah kejadian ini. Tapi kedua orang tua tidak memperdulikan semua ini, karena mereka malu punya menantu yang lebih tua. Sepertinya hati mereka sudah tertutup untuk mendengarkan niat anaknya menikah yang semata-mata lebih mempertimbangkan masalah akhirat dibandingkan duniawi. Di satu sisi saya juga tidak mau menjadi anak durhaka. Semua usaha diskusi sudah saya lakukan, sampai mereka memberi ultimatum. Pilih bapak ibu yang sudah membesarkan saya atau anak kemaren yang baru saya kenal dua tahun.

Wassalamualaikum,
Sus

jawaban:

Asslammu'alaikum wr.wb.

Saudara Sus yang dimuliakan Allah,

Nampaknya, memang tidak mudah menentukan pilihan yang terkait dengan orang-orang yang kita cintai. Terlebih dalam hal ini orang tua, yang Allah perintahkan untuk selalu dimuliakan kedudukannya karena ridho merekapun menentukan kedudukan kita juga di hadapan Allah. Oleh karenanya menjadi pilihan sulit tatkala perselisihan yang terjadi dengan orang tua menentukan masa depan kita sebagai anak. Meskipun tidak dapat menjadi alasan syar'i, alasan orang tua menolak kekasih anda memang cukup logis untuk mereka yang sudah menjalankan kehidupan rumah tangga bertahun-tahun. Oleh karena itu tentu sikap orang tua anda saat ini dimaksudkan untuk kebahagiaan anda kelak di kemudian hari.

Menentukan jodoh kita memang perlu berhati-hati dan perlu pemikiran yang matang, karena tidak hanya terkait dengan masalah kecocokan hati kita saja, namun juga kesiapan orang tua serta keluarga untuk bisa menerima pasangan kita. Kehidupan rumah tangga yang kelak kita jalani takkan mungkin hanya kita lalui berdua dengan pasangan tanpa peranan mereka, pasti orang tua dan keluarga ikut menentukan lika-liku kehidupannya. Oleh karena itu memiliki hubungan yang baik serta adanya dukungan dari mereka sejak awal akan membantu kita juga dalam menghadapi pasang surutnya kehidupan keluarga yang akan terjadi.

Dengan menyadari pentingnya hubungan dengan orang tua maka semestinya sebelum menentukan seseorang untuk menjadi pasangan anda maka pendekatan kepada orang tua perlu dijajaki. Sehingga ketika anda memutuskan untuk dekat dengan seseorang dan menjadikannya istri maka anda tahu bahwa takkan ada masalah jika hubungan tersebut memang berlanjut. Saat ini situasi sulit karena anda sudah terlebih dahulu mengikat hati kepada wanita tersebut sebelum adanya restu orang tua maupun ikatan sah dalam pernikahan. Akan jauh
lebih baik jika cinta itu baru dibina ketika sudah menikah dan bukan melalui proses pacaran yang belum jelas ujungnya.

Sayapun bersimpati atas diri wanita yang menjadi calon anda. Di saat ia tak memiliki siapapun maka ada anda yang mungkin menjadi tempat bergantung secara emosional baginya, mungkin kebutuhan itulah yang membuatnya menjalin hubungan dengan anda. Tentu bukan hal yang mudah baginya ketika anda memutuskan ikatan yang sudah terjalin tersebut. Namun pengalaman hidup nampaknya sudah mengajarkan ketegaran padanya dan kedekatan dia kepada Allah tentu juga akan menguatkannya untuk selalu siap atas takdir yang sudah Allah gariskan. Karenanya rasanya lebih bijaksana jika anda patuh kepada orang tua sampai Allah lunakkan hati mereka.

Semoga dengan ketaatan anda pada orang tua akan membawa keberkahan bagi anda dan kekasih anda saat ini. Menjalani kehidupan rumah tangga tanpa ridho orang tua tentunya juga bukan kehidupan ideal yang mau dijalani oleh kekasih anda tersebut. Haruskah ia jalani kembali beratnya hidup dalam rumah tangga kelak setelah semua kehilangan yang pernah terjadi padanya? Sedangkan kesempatan untuk menjalani hidup yang lebih baik dengan cara yang lebih baik dapat saja diterimanya. Bersabarlah dan ambil hikmah dari yang sudah berlalu. Dengan keyakinan kepada Allah serta usaha dan doa semoga saja wanita tersebut memang jodoh anda sehingga terbuka jalan yang lebih mulia untuk menikahinya. Wallahu'alambishawab.

Wassalammu'alaikum wr. wb.
Rr. Anita W.

Sumber : www.eramuslim.com


Komentar-komentar :

 mbakfe - Djokdja
Ass... terkadang diri kita memang bukan hanya milik kita... tul ga?kalo ane punya saran... coba yakinkan orang tua,bahwa Rasullullahpun menikah dengan wanita yanglebih tua... dah gitcu janda lagi... ya kan... tapikal ortutetep kekeh...kewajiban kita cuma sami'na waato'na... lagi pula kalo memang dia jodoh kita, ga bakalan kemana... so sertai doa jg. ngadu pd Dzat yang memiliki segalanya... klo Allah berkehendak insya Allah antum dpt jodoh yang lebih baik... keep smile:)

 

Nyumbang komentar ?

Nama

Email

Untuk photo silahkan register di gravatar

Domisili

Komentar

:

 

 :  CAPTCHA Image

 

 :    Reload Image

Artikel sebelumnya ....

 Menikahi Wanita Yang Punya Pacar, Berdosakah?

 Awalnya Tidak Suka Tapi Akhirnya Berharap

 Antara Nikah Dan Thalabul 'ilmi

 Status Si Dia: Adik, Sahabat, Pacar?

 Berencana Untuk Menikah Tapi Hidup Terpisah

 Ini Adalah Kisah Yang Sudah Sangat Melegenda : Atas Nama Cinta

 Jauh Jodoh Karena Tanda Lahir Di Pipi

 Belum Ada Jodoh, Mas...

 Bersediakah Engkau Menjadi Isteri Saya

 Jangan Ada Dusta

 Saya Di Amerika Dan Calon Istri Di Indonesia, Bisakah Menikah Jarak Jauh?

 Nikah Jakarta Mesir Melalui Media Komunikasi, Bagaimana Caranya?

 When You're Falling In Love

 Keluarga Calon Suami Ingin Melamar Seminggu Sebelum Menikah

 Ingin Bertaubah Nasuha Dan Menikahi Bekas Pacar

 Calon Isteri Sudah Tidak Perawan

 Mencintai Seseorang Yang Sudah Menikah

 Diskusi Jomblo Dengan Non Jomblo

 Pacaran Yang Syar'i, Mungkinkah?

 Bolehkah Perempuan Melamar Terlebih Dahulu?

 Makna Sakinah, Mawaddah Dan Rahmah

 Rahasia Jodoh

 Masuk Islam Untuk Menikah Tidak Direstui Orang Tua, Apakah Termasuk Durhaka?

 Pengantin Bidadari

 Berlebih-lebihan Dalam Meminta Mahar

 Kenapa Harus Menikah?

 Diteror Mantan Pacar Menjelang Pernikahan

 Ya Allah, Alangkah Bahagianya Calon Suamiku Itu...

 Malam Pertama Dengan Bidadari Surgaku

 Pacaran Boleh Ngga Ya?




~ Website-nya cerpen & artikel pernikahan islami serta pacaran islami (emang ada?) ~

Hak cipta selamanya oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala

Semua materi dapat disalin, dicetak dan disebarkan (syukur-syukur ...) dengan mencantumkan sumber situs web ini

Pujian, masukan, krititikan, cacian, hujatan : aa_aanang [at] yahoo [dot] com