pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami
Pernikahan, suatu peristiwa fitrah, fiqyah, dakwah, tarbiyah, sosial dan budaya
  Halaman Depan
  Buku Nikah
  Proposal Nikah
  Referensi Nikah
  Buletin Nikah
  Busana Nikah
  Pacaran Islami ?
  Buku Tamu
  Tentang Saya

Promosi

rumah jonggol
rumah bogor
rumah cibubur
rumah citra gran
karoseri ambulance

 
 
 

Versi cetak - Dibaca 8331 kali

Apakah Dalam Ijab Kabul Pernikahan Kedua Mempelai Harus Disandingkan?

Karya : Ahmad Sarwat, Lc.

 

tentang-pernikahan.com -

Assalaamu Alaikum wr. wb.

Pak ustadz, apakah dalam ijab kabul dalam pernikahan kedua mempelai harus disandingkan/didampingkan? Atau cukup pihak mempelai laki-lakinya saja dengan wali si wanita? Mohon jawabannya.dan atas kesediaan Ustadz untuk menjawab pertanyaan saya ucapkan banyak terima kasih.

Wassalaamu Alaikum wr. wb.
Asep Sudrajat
Garut, Jabar

Jawaban:

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wa barakatuh
Al-hamdulillah, wash-shalatu wassalamu 'ala rasulillah, wa ba'du

Ijab kabul adalah akad yang dilakukan oleh calon suami dengan bapak mertuanya, atau dengan orang lain yang bertindak sebagai wali dari calon istri. Maka keberadaan kedua belah pihak menjadi rukun dari sebuah akad nikah. Namun ijab kabul ini tidak sah manakala hanya dilakukan berdua saja. Syariat Islam mengharuskan adanya saksi-saksi yang turut hadir dan menyaksikan peristiwa tersebut.

Dengan demikian, paling tidak ada 4 orang mininal yang harus ada di dalam majelis akad nikah. Yaitu calon suami, wali, saksi pertama dan saksi kedua. Bila keempat orang itu telah hadir dan ijab kabul telah dilaksanakan, maka pasangan itu telah menjadi suami istri sah secara hukum Islam.

Adapun kehadian orang lain, seperti calon istri sendiri, atau kedua orang tua calon suami, atau ibu pihak calon istri, atau sanak keluarga dan handai taulan yang lainnya, tidaklah termasuk syarat sah sebuah ijab kabul. Ini kalau kita kembalikan masalahnya kepada standart baku dalam fiqih.

Maka dengan demikian, tidak ada ketentuan bahwa calon suami harus didudukkan bersanding dengan calon istri. Bahkan juga tidak disyaratkan harus hadir di dalam majelis ijab kabul tersebut. Dan boleh-boleh saja calon istri sedang berada di luar negeri. Semua itu sama sekali tidak ada kaitannya dengan masalah hukum syariah.

Namun bila semua pihak ingin ikut menyaksikan peristiwa ijab kabul, juga tidak ada larangan. Yang penting adab dan tata etika majelis harus tetap dijaga. Sebenarnya bukan hanya di dalam majelis ijab kabul, namun di setiap kesempatan pun etika dan adab majelis tetap harus dijaga. Misalnya, harus diupayakan bahwa tempat duduk laki-laki terpisah dengan tempat duduk perempuan. Ini adalah hal yang mutlak, sebagaimana adab di dalam masjid, dimana laki-laki dan wanita memang punya tempat duduk yang terpisah. Masalah keharusan memakai tabir penutup (hijab), kita kembalikan kepada khilaf di antara ulama.

Dan karena kedua calon pengantin belum sah menjadi suami istri sebelum ijab kabul dilaksanakan, adab dan etika majelis pun harus tetap diberlakukan. Selayaknya mereka pun harus duduk terpisah dulu, karena mereka masih berstatus sebagai orang asing (ajnabi). Kecuali bila telah selesai ijab kabul yang mungkin hanya berlangsung beberapa detik, barulah mereka resmi menjadi pasangan suami istri. Setelah itu, bolehlah mereka duduk bersanding berdua.

Hal-hal kecil seperti ini seringkali memang luput dari perhatian kita. Padahal sebenarnya masalah ini cukup prinsipil dan tidak bisa dianggap enteng begitu saja. Kita semua bertanggung-jawab untuk membenahinya, meski tetap harus dengan etika yang baik juga.

Wallahu a'lam bish-shawab, Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wa barakatuh
Ahmad Sarwat, Lc.

Sumber : www.eramuslim.com


Komentar-komentar :

 hikmah - jakarteeeeeeeeeeeeeeeee
Alhamdulilah setelah membaca artikel ini, saya menjadi lebih mengetahui tentang hijab.

 

Nyumbang komentar ?

Nama

Email

Untuk photo silahkan register di gravatar

Domisili

Komentar

:

 

 :  CAPTCHA Image

 

 :    Reload Image

Artikel sebelumnya ....

 Doa Yang Terlupa

 Calon Isteri Lebih Tua, Orangtua Tidak Setuju

 Menikahi Wanita Yang Punya Pacar, Berdosakah?

 Awalnya Tidak Suka Tapi Akhirnya Berharap

 Antara Nikah Dan Thalabul 'ilmi

 Status Si Dia: Adik, Sahabat, Pacar?

 Berencana Untuk Menikah Tapi Hidup Terpisah

 Ini Adalah Kisah Yang Sudah Sangat Melegenda : Atas Nama Cinta

 Jauh Jodoh Karena Tanda Lahir Di Pipi

 Belum Ada Jodoh, Mas...

 Bersediakah Engkau Menjadi Isteri Saya

 Jangan Ada Dusta

 Saya Di Amerika Dan Calon Istri Di Indonesia, Bisakah Menikah Jarak Jauh?

 Nikah Jakarta Mesir Melalui Media Komunikasi, Bagaimana Caranya?

 When You're Falling In Love

 Keluarga Calon Suami Ingin Melamar Seminggu Sebelum Menikah

 Ingin Bertaubah Nasuha Dan Menikahi Bekas Pacar

 Calon Isteri Sudah Tidak Perawan

 Mencintai Seseorang Yang Sudah Menikah

 Diskusi Jomblo Dengan Non Jomblo

 Pacaran Yang Syar'i, Mungkinkah?

 Bolehkah Perempuan Melamar Terlebih Dahulu?

 Makna Sakinah, Mawaddah Dan Rahmah

 Rahasia Jodoh

 Masuk Islam Untuk Menikah Tidak Direstui Orang Tua, Apakah Termasuk Durhaka?

 Pengantin Bidadari

 Berlebih-lebihan Dalam Meminta Mahar

 Kenapa Harus Menikah?

 Diteror Mantan Pacar Menjelang Pernikahan

 Ya Allah, Alangkah Bahagianya Calon Suamiku Itu...




~ Website-nya cerpen & artikel pernikahan islami serta pacaran islami (emang ada?) ~

Hak cipta selamanya oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala

Semua materi dapat disalin, dicetak dan disebarkan (syukur-syukur ...) dengan mencantumkan sumber situs web ini

Pujian, masukan, krititikan, cacian, hujatan : aa_aanang [at] yahoo [dot] com