pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami
Pernikahan, suatu peristiwa fitrah, fiqyah, dakwah, tarbiyah, sosial dan budaya
  Halaman Depan
  Buku Nikah
  Proposal Nikah
  Referensi Nikah
  Buletin Nikah
  Busana Nikah
  Pacaran Islami ?
  Buku Tamu
  Tentang Saya

Promosi

rumah jonggol
rumah bogor
rumah cibubur
rumah citra gran

 
 
 

Versi cetak - Dibaca 7671 kali

Bagaimana Hukumnya Menikah Siri Dengan Wali Hakim?

Karya : Ahmad Sarwat, Lc

 

tentang-pernikahan.com - Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Ustadz, saya seorang perempuan berusia 25 th. Saya sekarang sudah mempunyai calon suami dan ingin segera menikah. Kami sama-sama sudah bekerja dan siap lahir batin untuk menikah. Akan tetapi pihak keluarga menghendaki agar kita menikah satu tahun lagi agar kita bisa menabung dulu, karena keluarga menginginkan pesta pernikahan yang meriah. Pertanyaannya, bagaimana kalau kita menikah siri terlebih dahulu dengan wali hakim, karena keluarga tinggalnya jauh dan agar kita tidak semakin banyak berbuat dosa. Apakah sah bila menikah dengan wali hakim karena ayah saya sudah meninggal dunia?
Terima kasih atas jawabannya,
Wassalamu'alaikum warhmatullahi wabarakatuh

Yumnati Khusna

Jawaban

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Menikahnya seorang wanita dengan wali yang bukan walinya adalah sebuah dosa dan kejahatan. Sebab adanya wali yang syar'i itu merupakan syarat mutlak dari dihalalkannya kemaluan wanita.

لقول النبي صلى الله عليه وسلم: "أيما امرأة نكحت بغير إذن وليها فنكاحها باطل"أخرجه أحمد وأبو داود

Nabi SAW bersabda, "Siapapun wanita yang menikah tanpa izin dari walinya, maka nikahnya itu batil." (HR. Ahmad dan Abu Daud)

Apabila ayah kandung anda sudah wafat, maka anda tidak bisa seenaknya sendiri mencari wali bagi diri anda. Bahkan seorang hakim diharamkan untuk memotong kompas begitu saja. Sebab daftar urutan wali setelah ayah itu sudah ditetapkan dalam Allah SWT. Tidak ada hak bagi siapa pun termasuk hakim untuk menikahkan wanita, selama masih ada walinya.

Di dalam kitab Kifayatul Akhyar disebutkan daftar orang-orang yang bisa menjadi wali secara urut, yaitu:

1. Ayah kandung

2. Kakek, atau ayah dari ayah

3 Saudara (kakak/ adik laki-laki) se-ayah dan se-ibu

4. Saudara (kakak/ adik laki-laki) se-ayah saja

5. Anak laki-laki dari saudara yang se-ayah dan se-ibu

6. Anak laki-laki dari saudara yang se-ayah saja

7. Saudara laki-laki ayah

8. Anak laki-laki dari saudara laki-laki ayah (sepupu)

Mazhab Asy-Syafi`iyyah cenderung mensyaratkan bahwa daftar urutan wali di atas tidak boleh dilangkahi atau diacak-acak. Sehingga bila ayah kandung masih hidup, maka tidak boleh hak kewaliannya itu diambil alih oleh wawli pada nomor urut berikutnya. Kecuali bila pihak yang bersangkutan memberi izin dan haknya itu kepada mereka.

Penting untuk diketahui bahwa seorang wali berhak mewakilkan hak perwaliannya itu kepada orang lain, meski tidak termasuk dalam daftar para wali. Hal itu biasa sering dilakukan di tengah masyarakat dengan meminta kepada tokoh ulama setempat untuk menjadi wakil dari wali yang syah. Dan untuk itu harus ada akad antara wali dan orang yang mewakilkan.

Dalam kondisi di mana seorang ayah kandung tidak bisa hadir dalam sebuah akad nikah, maka dia bisa saja mewakilkan hak perwaliannya itu kepada orang lain yang dipercayainya, meski bukan termasuk urutan dalam daftar orang yang berhak menjadi wali.

Sehingga bila akad nikah akan dilangsungkan di luar negeri dan semua pihak sudah ada kecuali wali, karena dia tinggal di Indonesia dan kondisinya tidak memungkinkannya untuk ke luar negeri, maka dia boleh mewakilkan hak perwaliannya kepada orang yang sama-sama tinggal di luar negeri itu untuk menikahkan anak gadisnya.

Namun hak perwalian itu tidak boleh dirampas atau diambil begitu saja tanpa izin dari wali yang sesungguhnya. Bila hal itu dilakukan, maka pernikahan itu tidak syah dan harus dipisahkan saat itu juga.

Adapun hakim hanya berfungsi manakala seorang wanita memang sebatang kara, tidak punya sanak saudara dan famili. Atau satu-satunya yang muslim di tengah keluarga yang non muslim. Maka di situlah hakim mendapat kewenangan sebagai representasi dari pemerintah yang sah. Namun bila masih ada wali yang sah, hakim itu berdosa bila menikahkan wanita begitu saja.

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc.

Sumber : www.eramuslim.com


Komentar-komentar :

 Jeronimo - malang
Ustadz, Saya seorang mahasiswa yang sedang membuat skripsi tentang nikah siri tapi saya kekurangan refrensi khususnya sesuai ajaran agama islam. partanyaan Nikah siri awal-nya di lakukan karena apa ?klo boleh Ustads jelaskan awal mulanya terjadi nikah siri itu dan tujuan sehingga saya tidak keliru mengartikan nikah siri....dan kira-kira saya harus membaca di literatur mana (ref Ajaran islam)?

 istanakaroo - indonesia
jawabannya kurang passss...ada yg lain gatal lain digaruk...kapan githu lho (sory)???? gimana dgn masalah dosa...kan klo ditunda tunda bisa berbuat dosa..knapa jawabannya tidak mempertimbangkan dosa kedepan klo pernikahannya di tunda gthu lho bisa berbuat dosa...siapa yg bertanggung jawab??? masak ngak ngerti kan klo ditunda rawan dosa pak uztad....sory and trima kasih??? ada tdk ayat dlm alquran tentang wali????

 beno - jakarta
Ass..
Ustaz saya mau menanyakan bagaimana bila si ayah kandung tidak menyetujui pernikahan anaknya , padahal si anak dan calon suaminya sudah berusaha keras untuk mendpatkan restu dari ayahnya tapi tetap tidak di setujui dan si anak di suruh memilih antara ayahnya dan calon suaminya ,,pertanyaan saya bolehkan menikah siri dengan kondisi sepeti itu dan mempelai wanita di walikan kepada seorang ulama untuk menjadi walinya ?

 ery - semarang
pak ustadz sy mau tanya, berarti yang sangat menentukan dalam sebuah pernikahan adalah dari pihak keluarga wanita?
kalo misalnya ayah si wanita sdh meninggal dan wali selanjutnya yang ada adalah kakak laki2 se ayah. Dan pernikahan dilakukan tanpa sepengetahuan keluarga laki2 bgmn us?krn dr pihak kelrg laki2 msh menunggu kakak perempuane nikah dl,tp blm ada kepastian wktnya.Trm ksh.

 breanna - Sukabumi
Sy jg mau nikah siri dgn pcr sy yg sdh 2tahun lbh. Alasanny, kita msh kuliah, tp kita sdh sgt srius dan ingin mengikat diri. Slain itu, kita tau pcrn itu zina tp kita jg sadar bhw kita tdk bs pisah, oleh krnany sy mau nikah siri utk mnghentikan zina. Mslhnya, ortu kami tdk memperbolehkan. Blhkah sy memakai org lain slain sdra utk jd wali? Sy dgr, nikah siri bs mnggunakan teman sbg wali. Mohon ptnjuk.

 fian - sumenep
1.apakah nikah sirah sah jika tidak di hadiri orang tua krn oran tua sya tdk thu saya menikah?
2.krna orang tua calon istri saya tdk mau jd wali krn calon istri saya pulag ke orang tua angkatnya?
3.siapa yg bs menjadi wali dan saksi kami berdua?
4.apakah pernikahan kami berdua sah?
5.kami menikah sirrih krn kami menghindari dosa?

 dion p - sumenep
1.apakah nikah sirah sah jika tidak di hadiri orang tua krn oran tua sya tdk thu saya menikah?
2.krna orang tua calon istri saya tdk mau jd wali krn calon istri saya pulag ke orang tua angkatnya?
3.siapa yg bs menjadi wali dan saksi kami berdua?
4.apakah pernikahan kami berdua sah?
5.kami menikah sirrih krn kami menghindari dosa?

 nana - jakarTa
Assalamualaikum wr wb. Pak ustadz ...saya seorang waniTa usia 32thn sdh tdk bersuami lg 6thn lbh sdh dan ada yg mengajak saya untuk menikah sirih agaR tidak berbuat dosa.tp tanpa dketahui olh saudara"saYa dan bapak saya jg tinggalnya jauh dr saya sebenarnYa saYa ℳά̲̣υ͡ karna saYa tkut berbuat dosa tp yg saya takutnkan keluarga saya yg tdk menyetuinya.... Bagaimana ya pak ustadz kl sya menikah tanpa saya beritahu keluarga saya(saudara)...???mohon penjelasannya pak ustad(kl soal harta gono ngini kelak saya tdk masalah kl soal harTa)

 

Nyumbang komentar ?

Nama

Email

Untuk photo silahkan register di gravatar

Domisili

Komentar

:

 

 :  CAPTCHA Image

 

 :    Reload Image

Artikel sebelumnya ....

 Antara Agresif, Pasrah Dan Proaktif

  Menikah Bukan Unjuk Prestasi

 Agar Cinta Bersemi Indah

 Menanyakan Malam Pertama Ke Orang Lain

 Berteman Tapi Mesra

 Pernikahan Mungkin Benar Sebagai Pembuka Pintu Rezeki

 Mendambakan Wanita Yang Bisa Mendekatkan Diri Kepada Allah

 Hiasan Janur

 Apakah Dalam Ijab Kabul Pernikahan Kedua Mempelai Harus Disandingkan?

 Doa Yang Terlupa

 Calon Isteri Lebih Tua, Orangtua Tidak Setuju

 Menikahi Wanita Yang Punya Pacar, Berdosakah?

 Awalnya Tidak Suka Tapi Akhirnya Berharap

 Antara Nikah Dan Thalabul 'ilmi

 Status Si Dia: Adik, Sahabat, Pacar?

 Berencana Untuk Menikah Tapi Hidup Terpisah

 Ini Adalah Kisah Yang Sudah Sangat Melegenda : Atas Nama Cinta

 Jauh Jodoh Karena Tanda Lahir Di Pipi

 Belum Ada Jodoh, Mas...

 Bersediakah Engkau Menjadi Isteri Saya

 Jangan Ada Dusta

 Saya Di Amerika Dan Calon Istri Di Indonesia, Bisakah Menikah Jarak Jauh?

 Nikah Jakarta Mesir Melalui Media Komunikasi, Bagaimana Caranya?

 When You're Falling In Love

 Keluarga Calon Suami Ingin Melamar Seminggu Sebelum Menikah

 Ingin Bertaubah Nasuha Dan Menikahi Bekas Pacar

 Calon Isteri Sudah Tidak Perawan

 Mencintai Seseorang Yang Sudah Menikah

 Diskusi Jomblo Dengan Non Jomblo

 Pacaran Yang Syar'i, Mungkinkah?




~ Website-nya cerpen & artikel pernikahan islami serta pacaran islami (emang ada?) ~

Hak cipta selamanya oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala

Semua materi dapat disalin, dicetak dan disebarkan (syukur-syukur ...) dengan mencantumkan sumber situs web ini

Pujian, masukan, krititikan, cacian, hujatan : aa_aanang [at] yahoo [dot] com