pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami
Pernikahan, suatu peristiwa fitrah, fiqyah, dakwah, tarbiyah, sosial dan budaya
  Halaman Depan
  Buku Nikah
  Proposal Nikah
  Referensi Nikah
  Buletin Nikah
  Busana Nikah
  Pacaran Islami ?
  Buku Tamu
  Tentang Saya

Promosi

rumah jonggol
rumah bogor
rumah cibubur
rumah citra gran

 
 
 

Versi cetak - Dibaca 3347 kali

Jangan Takut Bilang Cinta

Karya : Bayu Gautama

 

tentang-pernikahan.com - Tatkala usia terus merangkak naik sementara calon suami tak kunjung datang, segera keresahan mulai melanda. Pada masa-masa yang terbilang cukup rawan ini seringkali tanpa disadari, ada perilaku-perilaku yang mestinya tak layak dilakukan oleh seorang muslimah yang ‚??kadung‚?? dijadikan teladan dilingkungannya. Ada muslimah yang menjadi sangat sensitif terhadap acara-acara pernikahan ataupun wacana-wacana seputar jodoh dan pernikahan. Atau bersikap seolah tak ingin segera menikah dengan berbagai alasan seperti karir, studi maupun ingin terlebih dulu membahagiakan orang tua. Padahal, hal itu cuma sebagai pelampiasan perasaan lelah menanti jodoh.
Sebaliknya, ada juga muslim ah yang cenderung bersikap over acting. terlebih bila sedang menghadiri acara-acara yang juga dihadiri lawan jenisnya. Biasanya, ia akan melakukan berbagai hal agar ‚??terlihat‚?Ě, berkomentar hal-hal yang tidak perlu yang gunanya cuma untuk menarik perhatian, atau aktif berselidik jika mendengar ada laki-laki shaleh yang siap menikah. Seperti halnya wanita dimata laki-laki, kajian dengan tema ‚??lelaki‚?Ě pun menjadi satu wacana favorit yang tak kunjung usai dibicarakan dalam komunitas muslimah.
Haruskah terus menerus bersikap membohongi diri seperti contoh pertama diatas. Betapa lelahnya kita ketika harus berbuat seperti itu sementara seolah tidak ada lagi yang bisa dilakukan selain menunggu dan berharap semoga Allah segera mendatangkan pilihan-Nya. Atau masihkah tidak merasa malu untuk menghinakan diri dengan aksi over acting dan ‚??caper‚??.
Menurut Fauzil Adhim, banyaknya muslimah yang belum menikah di usianya yang sudah cukup rawan bukannya tidak siap, tetapi karen a mereka tidak pernah mempersiapkan diri. Kesiapan disini, termasuk di dalamnya adalah kesiapan untuk menerima calon yang tidak sesuai dengan kriteria yang diinginkan sebenarnya, meski jika ditilik kembali sesungguhnya lelaki tersebut sudah memiliki persyaratan yang ‚??sedikit‚?? lebih dibanding lelaki biasa. Misalnya, setidaknya sholatnya benar, akhlaqnya baik, tidak berbuat syirik dan pergaulannya tidak jauh dari orang-orang shaleh. Artinya, lanjut Fauzil, tidak usah mematok kriteria terlalu tinggi. Walaupun sebenarnya, sah-sah saja untuk melakukannya.
Pada keadaan tertentu, seringkali para muslimah seperti tidak berdaya mengatasi kelelahannya mencari -menunggu- jodoh. Padahal, ada satu hal yang boleh dan sah saja untuk dilakukan oleh seorang muslimah, yakni menawarkan diri untuk dipinang. Hanya saja, selain masih banyak yang malu-malu membicarakannya, banyak pula yang menganggap hal ini sebagai sesuatu yang tabu, karena tidak pernah dicontohkan oleh para orang tua kita. As alkan pada lelaki yang baik-baik, dalam pandangan Islam sah-sah saja wanita menawarkan diri untuk dipinang.
Senada dengan Fauzil Adhim, Ustadz Ihsan Tanjung dalam salah satu rubrik konsultasi keluarga pernah mengatakan, seorang muslimah sebaiknya mengungkapkan perasaannya -keinginannya untuk dilamar- kepada seorang lelaki shaleh yang menjadi pilihannya, ketimbang dia lebih mungkin terkena dosa zina hati karena terus menerus mengharapkan si lelaki tanpa kejelasan atau kepastian.
Hanya saja, yang mungkin perlu diperhatikan adalah seberapa tinggi daya tawar yang dimiliki oleh para muslimah itu ketika dia harus mengungkapkan perasaannya. Pertanyaan yang sering muncul adalah ‚??seberapa pantas dirinya‚?Ě saat meminta si lelaki untuk melamar dan menikahinya. Untuk hal ini, sepantasnya bukan kata-kata terlontar dari mulut untuk mengkhabarkan kepantasan diri. Namun, dengan mempertinggi kualitas keshalehahan tanpa mengagungkan kecantikan wajah, mengkedepankan akhlaq yan g baik sebagai pakaian sehari-harinya disamping juga ia perlu membenahi penampilannya untuk sekedar meningkatkan kepercayaan diri, dan menjaga mata pandangannya untuk selalu bercermin kepada hati, karena disanalah cinta dapat berkembang.
Bagi mereka, Kepentingan menghaluskan wajah tidak mengalahkan kepentingannya untuk menghaluskan jiwanya, karena kecantikan yang murni justru terpancar dari jiwa yang cantik (inner beauty). Kecantikan seperti inilah yang senantiasa tumbuh sepanjang waktu. Jika hal-hal itu sudah dipersiapkan sebaik mungkin dan terpatri menjadi hiasan diri, maka melangkahlah untuk menjemput impian. Namun demikian, perlu juga rasanya untuk melatih menata hati dan berjiwa besar jika terpaksa harus bertepuk sebelah tangan atau menerima kenyataan diluar harapan. Wallahu a‚??lam bishshowaab (Bayu Gautama)


Komentar-komentar :

 sanyoto - cibubur/bekasi
nikahilah pria/wanita karena agamanya bukan karena kekayaan,jabatan, wajahnya

 andi - pangkalpinang
aok lapun aku setuju kek ikak

 dhaif - kaltim
kayaknya susah tuc...,trus giman kalu masalahnya karena uang jujuran ikhwanya g cukup,lalu tuk smentara sambil ngumpulin duit ,pacana dulu?

 dWR - kebumen, peniron
To: dhaif-kaltim
Asslmkm Wr Wb
Kalau saya boleh kasih saran, lebih amannya tidak usah pacaran.
lebih baik, tetep jaga komunikasi dengan si dia tapi pakai aturan yang syar`i.
Terus, bila ingin mengetahui karakter si dia, saudara bisa dengan punya narasumber tentang si dia. Dengan begitu tidak akan ada zina hati ataupun hal yang jelek lainnya.
OK?
Yang semangat yach. baik dalm cari duit ataupun jodoh.
Af1 bila ada kata-kata yang kurang berkenan, saya mohon maaf.
Syukron...
Wslm Wr Wb

 ricki - samarinda kaltim
assalammualaykum,kang. pengen curhat nich. saya menyukai seorang gadis, mantan adik tingkat saya, saya sekarang masih kuliah...sedangkan dia sekarang telah lulus dan telah bekerja. saya ingin sekali menikahinya,namun karena saya masih kuliah, dan belum memiliki pekerjaan dan penghasilan yang tetap, saya belum berani untuk mengajukan proposal walimah kepadanya dan keluarganya. tolong berikan saran dan solusi untuk saya, kang. wassalammualaykum warohmatullohi wabarokatuh

 

Nyumbang komentar ?

Nama

Email

Untuk photo silahkan register di gravatar

Domisili

Komentar

:

 

 :  CAPTCHA Image

 

 :    Reload Image

Artikel sebelumnya ....

 Segenggam Gundah (ode Untuk Para Ayah)

 Suami Yang Kurang Perhatian

 Renungan Buat Istri

 Bolehkah Mahar Dijual Tanpa Sepengetahuan Suami?

 Keutamaan Taat Bagi Seorang Istri

 Kebohongan Terungkap Setelah Menikah

 Istri Selingkuh Dengan Teman Kantor

 Suami Memperhatikan Wanita Lain

 Madrasah Cinta

 Kisah Kepala Ikan

 Maafkan, Karena Aku Bukan Pangeran

 Ungkapan Sederhana Untuk Istri Tercinta

 Kiai Yang Tak Mau Menikah Lagi

 Tidak Diundang Walimah Tapi Tetap Datang, Apakah Dibenarkan?

 Kewajipan Bersetubuh Suami Isteri

 Karena Kau Cintaku

 Suami Pelupa, Istri Ditinggalkan Di Pom Bensin

 Cinta Laki-laki Biasa

 Renungan Buat Suami & Istri

 Bermesra Berpahala Dan Menghapus Dosa

 Cintailah Apa Adanya

 Missed Call

 Cihuiii... Nikah Juga

 Untuk Para Ayah Dan Calon Ayah...

 Mencintai Itu Keputusan

 Kiat Memulai Hidup Berumah Tangga

 Belajar Memahami Anak-anak

 Kitalah Yang Akan Ditanya

 Mendurhakai Anak

 Apakah Anda Ingin Menjadi Istri Yang Selalu Dicintai Suami?




~ Website-nya cerpen & artikel pernikahan islami serta pacaran islami (emang ada?) ~

Hak cipta selamanya oleh Allah © Subhanahu wa Ta'ala

Semua materi dapat disalin, dicetak dan disebarkan (syukur-syukur ...) dengan mencantumkan sumber situs web ini

Pujian, masukan, krititikan, cacian, hujatan : aa_aanang [at] yahoo [dot] com