pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami
Pernikahan, suatu peristiwa fitrah, fiqyah, dakwah, tarbiyah, sosial dan budaya
  Halaman Depan
  Buku Nikah
  Proposal Nikah
  Referensi Nikah
  Buletin Nikah
  Busana Nikah
  Pacaran Islami ?
  Buku Tamu
  Tentang Saya

Promosi

citra-indah.com
citraindahbogor.com
citraindahcibubur.net
citragranciputra.com
citragrand.net
citracibubur.com
rumahcibubur.net
tentang-pernikahan.com

 
 
 

Versi cetak - Dibaca 9064 kali

Sakinah, Mawaddah Wa Rahmah

 

tentang-pernikahan.com - Dulu, ketika mendengar ceramah atau doa dari ustadz-ustadz(ah) agar
keluarga kita menjadi menjadi keluara yang sakinah, mawaddah wa
rahmah saya tidak terlalu paham, apa yang dimaksud dengan keluarga
sakinah, mawaddah wa rahmah. Saya hanya tahu sakinah artinya tenang,
tentram.

Pelan-pelan saya faham, sakinah artinya tenang/tentram, mawaddah
artinya bahagia, wa = dan, sedangkan rahmah artinya mendapat
rahmah/cinta. Hanya itu.

Sampai beberapa hari yang lalu ketika kami membahas cerita di sebuah
buku tentang seorang pemuda yang tidak ingin menikah karena belum
menemukan wanita yang sesuai dengan kriterianya ditambah begitu
banyaknya persyaratan dari orang tuanya tentang sang calon menantu.

Menurut pandangan pemuda di cerita tersebut, gadis-gadis jaman
sekarang banyak yang tidak lagi menjalankan hidup sesuai dengan
islam, dari pakaiannya yang tidak menutup aurat, penampilan dan cara
bergaulnya yang 'kebarat-baratan', bahkan sampai cara berjalannya
yang tidak islami. Kebetulan ia dibesarkan dilingkungan teman-teman
yang islami yang telah menikah dengan wanita-wanita islami, namun ia
sendiri bukan berasal dari keluarga yang harmonis. Orangtuanya
selalu ribut, bersikeras dengan pendapat masing-masing dan memiliki
sifat yang tidak sabar.

Akhirnya pemuda yang kebetulan seorang dokter terkenal tersebut
tenggelam dengan kesibukannya sebagai dokter dan mempelajari Al-
quran dan sunnah Rasul saw dari buku-buku dan ceramah-ceramah.

Suatu hari, pemuda tadi mendengarkan radio yang membahas tentang
tujuan terbentuknya sebuah keluarga, yakni untuk membentuk keluarga
sakinah, mawaddah wa rahmah. Selama ini, pemuda atau dokter muda
yang berasal dari keluarga yang kurang harmonis tersebut tidak
terlalu memperhatikan apa tujuan berkeluarga. Sang penyiar lalu
melantunkan sebuah ayat Al-quran.Iapun sering mendengar ayat dari
surat Ruum (30:21) tersebut : "Dan dari tanda-tandanya telah
Kuciptakan untukmu pasangan-pasanganmu agar kamu hidup tenang
bersamanya dengan bahagia dan cinta (mawaddah wa rahmah). Dan itu
adalah tanda-tanda bagi orang yang berakal". Namun baru kali ini ia
memperhatikan, merasakan dan menghayati ayat tersebut. Membentuk
keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah.

Sejak itu opininya tentang hidup berkeluargapun berubah. Ia lalu
mulai memperhatikan dan mencari calon istri. Singkat cerita,
akhirnya ia menikahi muridnya yang berpenampilan lain dari murid-
murid wanita lainnya, memakai gamis, berjilbab dan menjaga
pergaulannya. Kesibukannya mempelajari islam selama ini telah
membukakan hatinya dan memperoleh petunjuk dari Allah swt.

Di akhir pelajaran ustad kami menanyakan apa perbedaan antara
mawaddah dan rahmah. Jawaban kamipun bermacam-macam. Lalu ustadpun
menjelaskan, mawaddah adalah cinta dari seorang suami, sedangkan
rahmah adalah cinta dari seorang istri.

Sekarang jelas sudah, apa arti keluarga yang sakinah, mawaddah wa
rahmah. Bukan hanya berarti keluarga yang tenang dan bahagia saja,
tapi ada sesuatu dibalik itu, perlunya cinta yang diberikan oleh
suami kepada istri dan keluarga, dan cinta yang diberikan oleh istri
kepada suami dan anak-anak.

Ustad lalu menambahkan,tujuan berkeluarga yang lain adalah
mengurangi kesalahan bahkan kemaksiatan. Contohnya, jika sebelum
berkeluarga pemuda atau pemudi lajang dapat berpergian dengan bebas,
maka setelah berkeluarga kegiatan mereka menjadi terbatas. Ada
prioritas lain yang harus mereka perhatikan, yakni keluarga.

Jadi, bila setiap anggota keluarga sibuk dengan kegiatan diluar
rumah tanpa memperhatikan keluarganya, lalu apa bedanya menikah
dengan tidak menikah? Mungkinkah tercipta keluarga sakinah, mawaddah
wa rahmah apabila setiap orang jarang bertemu dan berkomunikasi?

Karena tujuan berkeluarga sebagian orang telah berbeda dengan yang
Allah swt ajarkan kepada kita dalam surat Ar Ruum, yakni menciptakan
keluarga sakinah mawaddah wa rahmah. Walau selama ini kita telah
sering membaca ayat tersebut dalam undangan-undangan pernikahan.

Wallahu 'alam.

Sumber : www.milis daaruh tauhiid


Komentar-komentar :

 abdi k - bontang
makasih atas ilmunya yang sangat bermanfaat.

 Eccy - Surabaya
Waahh...lumayan tuhh buat referensi aku, krn abs ni aku mo melangkah ke pernikahan ..minta doanya ya GuLz..:)

 

Nyumbang komentar ?

Nama

Email

Untuk photo silahkan register di gravatar

Domisili

Komentar

:

 

 :  CAPTCHA Image

 

 :    Reload Image

Artikel sebelumnya ....

 Tetaplah Putih Seputih Melati

 Apakah Menikah Harus Didasari Rasa Cinta

 Kami Yang Belum Menikah

 Soul Mate: Where Are You?

 Antara Menikah Dan Sumber Penghasilan

 Biarlah Ku Kembalikan Cinta Ini Pada-nya

 Di Usia Tiga Puluhan

 Nasihat Perkawinan 6

 Nasihat Perkawinan 5

 Nasihat Perkawinan 4




~ Website-nya cerpen & artikel pernikahan islami serta pacaran islami (emang ada?) ~

Hak cipta selamanya oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala

Semua materi dapat disalin, dicetak dan disebarkan (syukur-syukur ...) dengan mencantumkan sumber situs web ini

Pujian, masukan, krititikan, cacian, hujatan : aa_aanang [at] yahoo [dot] com

Sponsored by : citra-indah.com - citraindahbogor.com - citragranciptra.com Kota Nuansa Alam Timur Cibubur Rumah Idaman Mulai 93 Juta