pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami
Pernikahan, suatu peristiwa fitrah, fiqyah, dakwah, tarbiyah, sosial dan budaya
  Halaman Depan
  Buku Nikah
  Proposal Nikah
  Referensi Nikah
  Buletin Nikah
  Busana Nikah
  Pacaran Islami ?
  Buku Tamu
  Tentang Saya

Promosi

rumah jonggol
rumah bogor
rumah cibubur
rumah citra gran

 
 
 

Versi cetak - Dibaca 3541 kali

Siapa Berdoa Untuk Saya?

Karya : Bayu Gawtama

 

tentang-pernikahan.com - Dalam sebuah kajian, seorang ibu bertanya, “Sudah duabelas tahun saya menikah, tapi belum dikaruniai anak. Kalau sampai ajal menjemput nanti saya belum juga mendapatkan anak, siapa yang akan mendoakan saya di kuburan?”

Semua mata tertegun, terharu dan juga sedikit bingung memberikan jawaban atas pertanyaan itu. Beberapa ibu bahkan menitikkan airmata, bisa dirasakan harapan terdalam dari ibu yang bertanya itu. Sebab bagi siapa pun wanita di muka bumi ini, memiliki buah hati dari rahimnya sendiri adalah mimpi terindah, harapan terbesar dan cita-cita tertinggi di sepanjang perjalanan hidupnya.

Namun pertanyaan itu begitu menghentak, betapa setiap orang beriman akan mendapatkan beragam ujian. Salah satunya berkenaan dengan amanah berupa anak. Bagi yang diberi amanah, tetaplah sebuah ujian agar menjaga amanah tersebut sebaik-baiknya. Ibarat seseorang yang menitipkan suatu barang berharga kepada orang lain yang dipercayainya, ia berharap barang tersebut dijaga, dipelihara sebaik mungkin, hingga pada satu saat barang itu harus dikembalikan, tetap dalam keadaan baik.

Bahkan mungkin ketika barang itu belum waktunya diambil pun, si penitip yang melihat orang yang dipercaya itu mampu menjaga amanah dengan baik, maka ia tak akan sungkan menitipkan barang lainnya. Ada dua motivasi yang muncul ketika titipan kedua diberikan, apakah memang ia telah menjaga dengan baik titipan pertamanya, atau, titipan kedua sebagai ujian agar ia mampu berbuat lebih baik lagi. Begitu pula dengan mereka yang belum diberi kesempatan.

Bukan semata karena ia belum layak mendapat amanah, juga bukan karena mereka yang diberi momongan itu lebih baik kualitas diri dan kehidupannya. Ini semua menjadi rahasia Allah, sedangkan sebagai hamba kita hanya bisa berdoa agar Allah kelak memberikan kesempatan itu meski hanya sekali.

Banyak kita jumpai, sepasang suami isteri yang shalih, taat beribadah, berkecukupan, dengan latar belakang pendidikan yang sangat menunjang, namun belum dikaruniai seorang anak. Berbagai upaya sudah dilakukan, dan tak henti berusaha lantaran tak ada sedikit pun masalah medis dalam diri suami isteri tersebut.

Jika demikian, doa dan terus bersyukur atas segala rezeki yang telah diterimanya bisa membuat Allah tersenyum dan berkenan menambahkan rezeki lainnya. Tentu saja Allah tahu persis apa yang paling diinginkan setiap hamba, meski tak satu pun hamba yang boleh mendikte keinginan Allah. Kembali ke pertanyaan di atas, “siapa yang akan berdoa untuk saya sesudah saya mati?” adalah pertanyaan dari hati terdalam seorang ibu yang memendam kerinduan teramat dalam akan hadirnya si buah hati.

Makna tertinggi dari harapan sepasang manusia, bukan sekadar bisa menimang dan mengaliri kasih sayang melalui peluk kasih dan sentuhan lembut jemari sang ibu.

Tak hanya sebentuk rindu menyanyikan lagu ‘nina bobo’ atau senandung shalawat ketika buah hatinya terlelap dalam belaiannya. Lebih, jelas lebih dari itu. Ia telah menyiapkan segala sesuatunya agar kelak anak-anak yang tumbuh dan keluar dari rahimnya, adalah anak-anak yang memahami betul peran dan multi tanggungjawabnya; kepada Tuhannya, kepada orangtuanya, juga kepada lingkungannya.

Hiburan berupa jawaban, “Meski tidak dikaruniai anak, ibu kan masih punya dua hal lainnya; ilmu yang bermanfaat dan amal shalih” hanya berlaku sesaat. Ketika ia merasa sendiri di rumah, saat suaminya mencari nafkah, suara tangis dan kelakar riang anak-anak akan mengisi hari-hari sepinya. Siapa wanita yang tak menitikkan air mata kala mengetahui segumpal darah berbentuk janin dititipkan di rahimnya? Air matanya sejernih cintanya, bulir airnya menggugurkan kerinduan teramat dalam di sepanjang hidupnya. Saya berdoa untuk semua saudara yang masih menggenggam rindu ini.


Komentar-komentar :

 Eni - Bontang
Tidak segera hadirnya anak, dalam sebuah keluarga kadang memang jadi pertanyaan besar bagi keluarga suami/ istri, teman, kenalan dsb, pengalaman saya sendiri ( sdh 3 tahun menikah dan belum di titipi amanah anak ) memang kadangkala ada rasa sesak dan tetsan air mata ketika lihat anak yang lucu menggemaskan, tapi sya kembalikan pada hati saya anak adalah titpan dari Allah yang tidak mudah untuk merawatnya, maka dari itu mungkin memang saya blum pantas diberi amanah itu, dan Allah masih memberikan kepada kami (saya & suami ) untuk terus belajar& belajar, dan mungkin menurut kami Allah masih menguji cinta kami kepada-Nya, kami takut jika nanti kami tidak mampu menyembelih cinta kami kpd anak kami, yang akan membuat kurang cinta kami pada-Nya

 dodi - bekasi
pasti allah memebrikan yg terbaik bagi kita

 Endah - depok
Mohon ijin untuk copy-paste kepada saudara-saudara kita yang lain ya.. Insya Allah bermanfaat..

 

Nyumbang komentar ?

Nama

Email

Untuk photo silahkan register di gravatar

Domisili

Komentar

:

 

 :  CAPTCHA Image

 

 :    Reload Image

Artikel sebelumnya ....

 Mencintaimu Karena Allah Swt

 Bila Wanita Tak Pintar Masak

 Di Saat Menjawab Isak Pilu Tangis Sang Istri

 Cintailah Aku Apa Adanya

 Istri Yang Di Anggap Durhaka Kepada Suami

 Indahnya Keluarga

 Pelajaran Berharga Bagi Para Orangtua

 Agar Anda Bahagia Dengan Suami Anda

 Teruntuk Istriku

 5 Pilar Keluarga Sakinah

 Kemelut Rumah Tangga

 Jihad Seorang Istri

 Hadiah Cinta Untuk Melati

 Hal Yang Disukai Istri Dari Suaminya

 Kado Untuk Suamiku

 Menjadi Ratu

 Istri Yang Shaleha

 Merajut Cinta Di Bawah Ancaman Kematian

 Memikat Cinta

 Ketika Kutatap Wajah Istriku

 Titipan Allah

 Rasulullah Saw Figur Suami Yang Menyenangkan

 Upss?.rasanya Ingin Di Peluk !"

 Bersinarlah Matahariku

 Kisah Cinta Sejati

 List Perlengkapan Bayi

 Usia Pernikahan Mempengaruhi Kemesraan

 52 Kiat Agar Suami Disayang Istri

 Ada Apa Dengan Mertua?

 Episode Memperbaharui Cinta




~ Website-nya cerpen & artikel pernikahan islami serta pacaran islami (emang ada?) ~

Hak cipta selamanya oleh Allah © Subhanahu wa Ta'ala

Semua materi dapat disalin, dicetak dan disebarkan (syukur-syukur ...) dengan mencantumkan sumber situs web ini

Pujian, masukan, krititikan, cacian, hujatan : aa_aanang [at] yahoo [dot] com