pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami
Pernikahan, suatu peristiwa fitrah, fiqyah, dakwah, tarbiyah, sosial dan budaya
  Halaman Depan
  Buku Nikah
  Proposal Nikah
  Referensi Nikah
  Buletin Nikah
  Busana Nikah
  Pacaran Islami ?
  Buku Tamu
  Tentang Saya

Promosi

rumah jonggol
rumah bogor
rumah cibubur
rumah citra gran

 
 
 

Versi cetak - Dibaca 6211 kali

Suamiku, Bacakan Riyadlush Shalihiin Untukku

Karya : Syaikh 'ishom Bin Muhammad Asy-syarif

 

tentang-pernikahan.com - "Suamiku tercinta ..., Sungguh rumah kita sepi dari majelis keimanan. Aku ingin engkau membacakan sebuah hadits setiap hari kepada kami dari kitab Riyaadlush Shaalihiin. Aku ingin kami bisa mendengar suara lantangmu menerangkan sirah Rasul Shallallaahu 'Alayhi Wasallam dari kitab-kitab sirah. Kapan engkau memulainya, suamiku ? Jangan katakan besok, tapi sekarang. Aku akan akan menyiapkan buku untukmu. Beri kami kesempatan untuk mendengar suaramu, menikmati duduk bersamamu, dan semua anak kita bergembira dengan sifat kebapakanmu (Rasa'il Mutabaadilah baina Zaujain, 'Abdul Maalik Al-Qaasim)

Ada fenomena yang cukup mengkhawatirkan di kalangan para Ummahat dewasa ini. Setelah menikah dan memiliki anak-anak, para Ummahat seringkali tidak sempat atau tidak diberi kesempatan untuk memperoleh ilmu syar'i yang merupakan kewajiban bagi setiap Muslim. Para ummahat seringkali mengeluh dengan gersangnya rumah dari limpahan cahaya ilmu dan keimanan. Banyak sebab mengapa hal itu terjadi. Padahal dulunya, ketika mereka masih gadis, mereka sangat aktif menghadiri majelis-majelis 'ilmu. Bahkan merekapun aktif berdakwah menyampaikan ilmu nya di kalangan mereka dan keluarga mereka. Keseharian mereka dulunya dipenuhi oleh lautan ilmu yang bermanfaat. Namun lihatlah, setelah berkeluarga, fenomena futur melanda mereka. Adakah yang salah dari mereka ?

Salah satu penyebab utama futurnya para Ibu / Ummahat dari majelis-majelis ilmu justeru banyak disebabkan oleh sikap dan perilaku sang suami yang tidak peduli dengan ilmu dan agama yang dimiliki isterinya. Dulu ketika akan meminang, para Ikhwan seringkali menginginkan calon isterinya adalah seorang akhwat shalihah yang aktif mengaji, bahkan kalau bisa seorang hafizhoh dan 'alimah. Setelah menikahi akhwat tersebut, sang Ikhwan yang kini menjadi suami akhwat tersebut seringkali asyik dengan dirinya sendiri, atau terlampau sibuk berdakwah kepada orang lain. Dia lupa atau mungkin enggan dan malas mengajari isterinya sendiri, karena mungkin menyangka bahwa agama isterinya telah cukup dengan ilmu yang dimilikinya. Padahal hal itu bertentangan dengan firman Allah 'Azza wa Jalla yang artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri dan keluargamu dari neraka yang bahan bakarnya menusia-manusia dan batu-batu" (Q.S At-Tahrim : 6).

Ayat ini secara tegas memerintahkan orang-orang yang beriman untuk menjaga diri mereka, kemudian keluarga mereka, sebelum kepada orang lain, dari dosa dan kemaksiatan kepada Allah.

Alangkah banyaknya, isteri yang ketika meninggalkan rumah orang tua menuju rumah suami merupakan wanita yang santun, pemalu, dan tekun beribadah. Namun tidak lama kemudian, ia mencampakkan rasa malu dan kesantunannya itu karena pengaruh, penyimpangan dan kebodohan suaminya (Min Akhtho'il Azwaaj, Syaikh Muhammad Ibrahim Al-Hamd).

Para suami seringkali memanjakan isterinya dengan harta benda dan membiarkan isterinya hidup dalam kemaksiatan dengan menonton TV, radio atau majalah-majalah yang mengandung kerusakan. Maka jadilah para suami mengeluh dengan perilaku isterinya yang buruk, padahal hal itu banyak disebabkan oleh sikap dan tingkah laku suaminya sendiri.

Fenomena ini tidak jarang juga terjadi di kalangan para thulabul 'ilmi (penuntut ilmu), bahkan di kalangan para da'i sekalipun. Ada seorang isteri ustadz yang mengeluh karena sang suami jarang bertemu dengan dirinya karena sangat sibuk berdakwah dan sering pergi ke luar kota. Hingga jangankan mengajari dirinya dengan ilmu yang banyak manfaatnya seperti bahasa 'Arab, Ilmu Hadits, Ulumul Qur'an dan sebagainya, bahkan untuk ilmu yang pokok-pun seperti Ilmu Tauhid dan Ibadah tak jarang sang suami melalaikan dirinya. Padahal dulunya dia mengidamkan untuk dapat diajari suaminya yang juga seorang da'i ketika mengerima pinangan dari calon suaminya tersebut. Rasulullah Shallallahu 'alayhi Wasallam kita ketahui waktunya sebagian besar dihabiskan untuk mendakwahi umatnya. Tapi hal itu tidak menjadikan Beliau terhalang dan melupakan untuk mengajari isteri-isterinya. Beliau senantiasa mengajari dan memotivasi ibadah bagi para isteri nya. Banyak tersebar riwayat bagaimana Rasulullah Shallallahu 'alayhi Wasallam mengajari isteri-isteri dan anak-anaknya.

Diriwayatkan dari 'Urwah bi Zubair yang berkata "Aku tidak melihat ada seseorang yang lebih mengerti tentang fiqih, kedokteran dan sya'ir daripada 'Aisyah Radliyallaahu 'anha" Saksikanlah wahai para suami, tidak mungkin terlahir seorang isteri yang faqih dan shalihah kecuali dari binaan-binaan yang berkesinambungan di dalam kehidupannya sehari-hari.

Jadi hendaklah para suami jangan asyik dengan dirinya sendiri. Bukankah suatu yang teramat indah manakala suami mengajak isterinya berjalan beriring bersama mendatangi majelis 'ilmu, menyimaknya bersama, dan mendiskusikan 'ilmu yang baru diperolehnya bersama setibanya di rumah. Dan bukankah suatu keindahan dan kebahagiaan yang tiada tara manakala sang suami mengajarkan isterinya tentang Ilmu syar'i di waktu-waktu yang senggang, mungkin sambil bersenda gurau diantara mereka. Membantu melepaskan kepenatan sang isteri setelah seharian penuh mengurus rumah dan anak-anaknya, dan saling memotivasi untuk ta'at dan rajin beribadah. Sungguh Allah akan semakin menanamkan rasa kasih sayang diantara keduanya. Belajar dan membaca buku sendiri tentu berbeda nuansanya dengan saling membacakan dan mengajari. Karena dengan adanya interaksi ini, maka akan tumbuh motivasi belajar dan ibadah yang jauh lebih kuat.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah dan Abu Sa'id Radliyallaahu 'anhuma yang berkata, Rasulullah Shallallahu 'alayhi Wasallam bersabda: "Jika seorang suami bangun di malam hari, membangunkan isterinya, kemudian keduanya shalat dua raka'at, maka keduanya ditulis dalam golongan laki-laki dan wanita yang banyak berdzikir kepada Allah" (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban, dishahihkan oleh Syaikh Albani dalam Shahiihul Jami')

Dengan demikian, maka dengarkanlah para Suami yang mengharapkan ridla dan karunia Allah berupa isteri-isteri yang shalihah. Jangan pernah biarkan isteri-isterimu terkurung dalam kebodohan dan terkungkung dalam kejumudan di rumah-rumahmu. Ajarkanlah mereka tentang agama ini dengan penuh kelembutan dan kasih sayang.

Berikanlah kesempatan pada isteri-isterimu untuk mereguk 'Ilmu yang bermanfaat sebanyak-banyaknya, karena Nabi Shallallahu 'alayhi Wasallam bersabda: "Barangsiapa yang dikehendaki suatu kebaikan dari Allah, maka Allah akan memahamkan dirinya tentang Agama (Tafaqquh Fiddiin)" (HR. Bukhari dan Muslim).

Sisihkan sebagian hartamu untuk membelikan buku, kaset dan video ceramah yang bermanfaat dari para 'ustadz dan 'ulama untuk didengar dan ditonton oleh isterimu. Serta jauhkan para isterimu dari hal-hal yang melalaikan dirinya selama di rumah. Semoga Allah memudahkan urusan ini bagi kita semua.

Wallaahul Musta'an. (Disadur dari kitab "Asykuu ilayka Zauji" karya Syaikh 'Ishom bin Muhammad Asy-Syarif)


Komentar-komentar :

 itha - ptk
inginnya rumahku seperti rumah yang dibangun Rasulullah... ada visi yang terbangun di dalamnya, bukan rumah pasar, rumah makan, de el el..jzkAllah ustadz, tulisannya betul-betul manfaat

 titin - tangerang
Ass. Wr.Wb. Subhanallah, saya ingin punya suami yg punya niat membimbing istrinya, ustadz bgm caranya agar suami sy mau menambah ilmu agamanya, sebelum menikah dia tidak bisa baca Al Qur'an, bagi saya itu tidak masalah setelah nikah saya bisa mengajarinya, karna niat sy menikah agar saya bisa menjadikan seorang muslim menjadi "lebih muslim". Tp setelah menikah dia enggan belajar agama ktnya sudah malas berfikir. Mohon sarannya ustadz. Wasslm.

 ella - surabaya
kok komentar bu titin, ngga ada yg nge -respon? apakah tulisan diatas hanyalah sebuah copy paste aja, tanpa ada diskusi setelahnya...?

 khoirul - malang
ass. w.w.
smoga Allah meridloi niat suci bu TITIN.
perlu kita sadari pula ya bu, Allah itu tergantung prasangka hambanya. Jadi saat dulu sblm nikah anda bilang ndak apa ndak bisa baca Alqur'an. Nah begitu saat ini menjadi kenyataan, tidak boleh putus asa, kecewa ama keadaan suami. Tapi itulah Allah mencintai Anda...Bu. Jadi sampai diuji sama 4JJ, sanggupkah mengajari suami agar bisa baca alqur'an. Ladang ibadah anda adalah suami and Bu. Yakinlah Allah mencintai Anda. Bangunlah dimalam hari tuk sholat tahajud, kemudian mohon pertolongan ke 4JJ, agar dibukakan hati sang suami. Alangkah mulianya Anda seandainya suami nantinya jadi pandai membaca Alqur'an dan mampu mengajari putra putri Ibu. Smoga Rahman n Rahim 4JJ menyertai usaha Bu Titin, Amin.

 

Nyumbang komentar ?

Nama

Email

Untuk photo silahkan register di gravatar

Domisili

Komentar

:

 

 :  CAPTCHA Image

 

 :    Reload Image

Artikel sebelumnya ....

 Siapa Berdoa Untuk Saya?

 Mencintaimu Karena Allah Swt

 Bila Wanita Tak Pintar Masak

 Di Saat Menjawab Isak Pilu Tangis Sang Istri

 Cintailah Aku Apa Adanya

 Istri Yang Di Anggap Durhaka Kepada Suami

 Indahnya Keluarga

 Pelajaran Berharga Bagi Para Orangtua

 Agar Anda Bahagia Dengan Suami Anda

 Teruntuk Istriku

 5 Pilar Keluarga Sakinah

 Kemelut Rumah Tangga

 Jihad Seorang Istri

 Hadiah Cinta Untuk Melati

 Hal Yang Disukai Istri Dari Suaminya

 Kado Untuk Suamiku

 Menjadi Ratu

 Istri Yang Shaleha

 Merajut Cinta Di Bawah Ancaman Kematian

 Memikat Cinta

 Ketika Kutatap Wajah Istriku

 Titipan Allah

 Rasulullah Saw Figur Suami Yang Menyenangkan

 Upss?.rasanya Ingin Di Peluk !"

 Bersinarlah Matahariku

 Kisah Cinta Sejati

 List Perlengkapan Bayi

 Usia Pernikahan Mempengaruhi Kemesraan

 52 Kiat Agar Suami Disayang Istri

 Ada Apa Dengan Mertua?




~ Website-nya cerpen & artikel pernikahan islami serta pacaran islami (emang ada?) ~

Hak cipta selamanya oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala

Semua materi dapat disalin, dicetak dan disebarkan (syukur-syukur ...) dengan mencantumkan sumber situs web ini

Pujian, masukan, krititikan, cacian, hujatan : aa_aanang [at] yahoo [dot] com