pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami
Pernikahan, suatu peristiwa fitrah, fiqyah, dakwah, tarbiyah, sosial dan budaya
  Halaman Depan
  Buku Nikah
  Proposal Nikah
  Referensi Nikah
  Buletin Nikah
  Busana Nikah
  Pacaran Islami ?
  Buku Tamu
  Tentang Saya

Promosi

rumah jonggol
rumah bogor
rumah cibubur
rumah citra gran

 
 
 

Versi cetak - Dibaca 12267 kali

Menyatakan Langsung Ke Gadis Dan Pacaran, Bolehkah?

Karya : Siti Urbayatun, S.psi, M.si

 

tentang-pernikahan.com - Kasus 1:

Assalamualaikum wr wb

Wahai ibu yang di rahmati Allah,
Bu, dalam tujuan hidup sya yang telah saya rencanakan, sya berniat untuk menikah inysa Alllah 6 bulan-satu tahun lagi. Alhamdulillah saya berkomitmen untuk tidak pacaran dan sebenarnya saya telah menyukai seorang akhwat yang luar biasa shalelahnya.

Dalam suatu kesempatan saya membaca situs Islami bahwa apabila kita sudah siap untuk menikah maka lakukan dengan cara yang baik, yakni bisa dengan cara langsung, atau dengan perantara.

Pertanyaan saya bu, apakah benar Islam memperbolehkan kita untuk menyatakannya secara langsung kepada pihak perempuan, mohon dibalas scepatnya bu, soalnya murobi saya pada suatu kesempatan menyatakntidak dibenarkan demikian.
Syukron

Erik

Kasus 2:

Ass.wr.wb

Saya mau tanya bu Siti Urbayatun

Sebenarnya pacaran itu dalam Agama Islam itu boleh apa tidak

Begitu saja terimakasih. wss, wr.wb

Albar Ali
Jawaban

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,

Sdr. Erik & Albar yang dirahmati Allah, ..

Pacaran yang ada saat ini tidak sesuai dengan syariat Islam, banyak pelanggaran yang menjurus pada perbuatan zina. Ibu salut dan mendukung niat Sdr. Erik untuk menghindari pacaran yang kini cenderung beralih fungsi, bukan bertujuan untuk mengenal sholih/ tidaknya seseorang, namun lebih dominan pada kecenderungan aktifitas yang menjurus ke pemuasan syahwat, mulai dari berduaan, bergandengan, bertatap mesra, berciuman, bersentuhan..dst...bahkan hingga berhubungan badan laiknya suami isteri...Nauzubillahi min dzalik..!

Ibu mendukung upaya pengenalan pribadi seseorang bukan hanya dari yang bersangkutan, tetapi juga dari ”orang-orang terdekat” yang sekiranya dapat memandang, melihat, menilai secara obyektif. Mengenal seseorang dari latarbelakang keluarga adalah salah satu jalan untuk mengetahui bagaimana ia dibesarkan, diasuh, dididik dalam sebuah keluarga. Kadang-kadang dibutuhkan informan untuk menambah referensi tentang gadis yang disukai itu seperti apa. Nah, Sdr Albar semoga Anda memahami hal ini, ya. Teruslah belajar tentang Islam..! Ok?

Khusus Sdr. Erik, terkait dengan permasalahan Anda, tentu saja secara syari’at tak ada salahnya Anda menyatakan secara langsung. Namun dalam masa Rasulullah saw pun dicontohkan melamar melalui perantara. Rasulullah juga menjadi perantara pernikahan para sahabat. Kalau ada pihak-pihak yang akan membantu Anda menyatakan pada gadis tersebut Anda justru harus bersyukur karena itu akan lebih menjaga hati Anda. Bicarakan baik-baik pada murabbi/pembina Anda. Mungkin beliau ingin mengajak Anda dan melatih Anda untuk tidak mengedepankan syahwat dalam menyatakan keinginan dan melalui perantara akan lebih menjaga hati Anda.

Nah, Sdr. Erik, bukankah pengenalan kepada seseorang memerlukan proses, bisa melalui interaksi langsung dengan yang bersangkutan asalkan dalam batas-batas pergaulan, bisa juga secara tidak langsung, misalnya melalui teman dekatnya dan orang-orang yang secara obyektif bisa memberi penilaian. Dalam pengenalan kepada seorang gadis yang ”kita minati” diperlukan referensi yang akurat dari pihak lain, tak cukup secara langsung yang kadangkala temuan yang kita dapatkan justru tidak obyektif.

Hal ini disebabkan oleh sifat manusia yang kadang menggunakan ”topeng” (dalam istilah psikologi merupakan bentuk defence mechanism) agar dirinya berada dalam wilayah aman. Sebagai seorang mu’min, petunjuk dari Allah swt. sangat diperlukan agar kita diberi mata-hati untuk melihat hal-hal pada saudara kita dan semoga kita diberi-Nya petunjuk, furqon, untuk dapat membedakan mana yang baik dan buruk. Amin. Demikian yang dapat Ibu sampaikan semoga bermanfaat.

Wallahu a’lam bissshawab.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ibu Urba

Sumber : www.eramuslim.com


Komentar-komentar :

 izzah - padang
salam'alaikum wr.wb
ana bersyukur sekali tentang pertanyaan ini.
soalnya ana lagi bingung sekarang...ada yang serius sama ana tapi melalui doa...ana ragu...benar gak sih cara seperti ini...alhamdulillah ana sedikit dapat jawaban...jazakillh khairan katsira

 Surya - semarang
menguatarakan maksud tanpa perantara (sendiri) dengan perantara sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangannya. Namun menurut saya pribadi lebih sich sendiri aja dulu...lebih melatih keberanian untuk berbuat baik.....nach setelah maksud dan tujuan tercapai (diterima pihak perempuan) baru kita sambung silaturahmi dengan melibatkan banyak keluarga, guru, dan teman kita....So, sendiri maupun perantara sama bolehnya dan sama ada pada ajaran sunat rasulullah...so be happy ya...he..he...

 fitri hani - surabaya
alhamdulillah,saya mendapat sedikit pengetahuan soal diperbolekan atau tidaknya berpacaran dalam islam

 ell@ - curhat
sebenarnya saya dah mengetahui bahwa pacaran secara islami itu tidak boleh..yang ada malahan qt yang terseret pada jalan yang tidak qt inginkan,padahal awal mulanya qt berniat misalnya untuk mensyarikan lawan jenis qt.akan teteai saya telah masuk dalam dunia pacaran yang sebelumnya saya belum pernah berpacaran gara2 dukunga n tmen2 yang mengojok2 untuk menerima cow itu sebenarnya saya ingin mengahirinya tetapi cow itu tidak mau saya putus..mohon solusinya tmen2..

 anton - jember
lebih baik beri dia pengarahan yang baik, jangan sampai menyinggung perasaannya.
ingatkan dia tentang syariat islam
seorang muslim yang menginginkan syurga harus benar benar meninggalkan yang syubhat,hal hal yang sia sia apalagi yang haram

ingatkan dia tentang kematian
semua manusia yang hidup pasti akan mati
semua manusia pasti dimintai pertanggungjawaban kelak diakherat

cepat putuskan dia sebelum dia kebal dengan perkataan lembut maupun keras

cintailah Allah dan Rasullullah melebihi sesuatu yang kamu cintai

kemudian cintailah orang tuamu

kemudian cintailah sesama muslim

 saza - cirebon
salam'alaikum,
sekarang ini, ana lagi kesel ma diri sndiri. tpi sblmnya mau tanya dulu. ta'aruf gmn sh? ana paham, yang menjadi gangguan dalam pikiran adlh, saat ini ada seorang laki-laki yang ngajakin ta'aruf, entah kmn tujuannya, sepertinya mau kejenjang yang lebih serius. sementara ana biasa az, khawatir klo ana nanggepin dgn serius ntar g jadi, sakit khan. apakah ana g usah ngladenin dia? gmn nh, mohon bantunnya ya
thx b4

 iyant. - Serang
Inalhamdallillah...
temen2 seiman dan seagama yang saya hormati....
sungguh dilematis, memang klo kita lihat kehidupan menyongsong ke ambang pernikahan di masa sekarang ini..
yang saya perhatikan, banyak sekali pernikahan yang dilakukan bukan karena LILLAH, BILLAH..ILLALLAH..., tapi karena "kecelakaan", maaf (hamil diluar nikah)....
pengalaman ini sungguh miris sekali...dan dialami oleh temen saya sendiri...(maaf bukan maksud tuk menjelekan), yang dulu yang dulu nyantri di ponpes..jilbab rapi...tapi pas nikah..dah begituan...Astagfirullah....Masya Allah....???
Memang Islam itu penuh keindahan,...semoga temen2 yang blom nikah...bisa mengikuti aturan2 yang diterapkan dalam Syariat Islam...wallahu 'alamu bishowab..

 sakuraendora - lampung
assalamualaikum...subhanallah pertanyaan bagus sekali, pacaran setelah menikah itu lebih mulia dari pada sebelum ada setatus apapun, kenapa ...? karena setatus pacaran itu cuma sementara saja,,manusia ad tingkat kepuasaan sendiri...setelah bosan pasti akan ditinggalkan.. itu sekilas tentang pacaran yang bagi ana sangat tidak bermanfaat...dan seorang wanita sholeh itu ingin sekali dijemput dengan kemuliaan bukan dengan pacaran yang akan mebuat maksiat dan jalan berzina,...jika antum menyukainya segeralah menikah karena itu lebih baik dan Insyaallah Allah lebih meridhoi Wassalamualaikum

 intan - banten
Assalamualaikum..
mang shrusnya gt, pacaran stlh mnikah itu baik, tp skg bgmana jika salah satu psangn yg d ajak tk mnikah blm siap. Si ahwat nya sndiri msh ingin mnyelesaikan studiny dan msh ingin bkerja...mhn pnjelasannya jg..N mksh...
Wassalamualaikum...

 deh - emn
jazakillh khairan katsira... artinya apa??

 

Nyumbang komentar ?

Nama

Email

Untuk photo silahkan register di gravatar

Domisili

Komentar

:

 

 :  CAPTCHA Image

 

 :    Reload Image

Artikel sebelumnya ....

 Melajang Di Usia 30-an, Betulkah Sebuah Pilihan?

 Aku Lebih Cinta Matiiiii… Daripada Kamu!!

 Jika Kamu ...

 Menunggu

 Manajemen Pernikahan

 Tipe Wanita Yang Disunnahkan Untuk Dilamar

 Bis Seperti Apa Yang Kamu Tunggu?

 Surat Cinta Sang Calon Istri

 Zina Dalam Label "pacaran"

 Catatan Seorang Suami

 Majelis Cinta: Sebuah Memoar Ta'aruf

 Rejeki Bukan Matematika

 Melamar Bidadari

 Ingin Jantung Sehat? Menikahlah Yang Harmonis!

 Kebesaran Allah Akan Jodoh

 Buat Yang Masih Ragu Akan Pernikahan Tanpa Pdkt

 Prinsip Dasar Perkawinan

 Lelaki Baru Harapanku

 Amalan-amalan Yang Dilakukan Setelah Pernikahan

 Bagaimana Caranya Untuk Mendapatkan Istri Sholehah

 Melarang Anak Merayakan Valentine

 The Dark Valentine Satanic Ritual

 Catatan Manis Untuk Para Pengantin

 Mengejar Sicantik

 Sayangilah Aku Hingga Ujung Waktu

 Siapakah Yang Ukhti Pilih ?

 Apa Yang Mesti Dilakukan Setelah Dikhitbah?

 Doakan Pernikahan Kami Hingga Ke Sorga

 Pentingnya Ilmu Dalam Pernikahan

 Surat Cinta Dari Sang Kekasih




~ Website-nya cerpen & artikel pernikahan islami serta pacaran islami (emang ada?) ~

Hak cipta selamanya oleh Allah © Subhanahu wa Ta'ala

Semua materi dapat disalin, dicetak dan disebarkan (syukur-syukur ...) dengan mencantumkan sumber situs web ini

Pujian, masukan, krititikan, cacian, hujatan : aa_aanang [at] yahoo [dot] com