pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami pacaran islami, pernikahan islami
Pernikahan, suatu peristiwa fitrah, fiqyah, dakwah, tarbiyah, sosial dan budaya
  Halaman Depan
  Buku Nikah
  Proposal Nikah
  Referensi Nikah
  Buletin Nikah
  Busana Nikah
  Pacaran Islami ?
  Buku Tamu
  Tentang Saya

Promosi

rumah jonggol
rumah bogor
rumah cibubur
rumah citra gran

 
 
 

Versi cetak - Dibaca 399 kali

Cara Melakukan Perkenalan Untuk Mendapat Pasangan Hidup

 

tentang-pernikahan.com - Banyak orang percaya bahwa pacaran adalah salah satu jalan terbaik untuk melakukan penjajagan dan pengenalan terhadap pasangan yang kelak kan dinikahi. Mereka menganggap pacaran adalah ajang untuk saling mengetahui dan memahami karakter masing-masing. Pada fase pacaran mereka mencoba menelaah apakah sosok yang jadi pacarnya ini cocok dan layak untuk dijadikan pasangan hidup dan diresmikan lewat pernikahan yang sah menurut agama dan hukum negara, atau tidak.
Tapi pada kenyataannya, pacaran tak hanya dilakukan bagi mereka yang kan menikah saja. Pacaran bahkan dilakukan oleh anak-anak remaja yang kalau ditanya kapankah mereka punya target untuk menikah, maka jawabannya mungkin bertahun-tahun kemudian. Dan ketika ditanya apakah mereka pacaran untuk menikah, maka jawabannya biasanya mereka hanya menjalankan hubungan biasa saja, gak sampai sebegitu seriusnya. Lantas kenapa mereka pacaran?
Anak remaja pada umumnya pacaran untuk menyalurkan kebutuhan manusiawi, yakni dicintai dan mencintai. Karena lingkungan yang menganggap pacaran itu lumrah, maka mereka pun menganggap sah sah saja mereka pacaran. Ekspresi kasih sayang mereka lakukan dengan bentuk keromantisan, bahkan bisa jadi diangap kemesuman. Tidak hanya saling menyanjung dengan ungkapan sayang, belaian, pelukan dan ciuman pun menjadi dianggap biasa dalam berpacaran. Ada pula yang sudah berani melakukan hubungan seks, padahal mereka masih duduk di bangku SMP. Pacaran seperti ini adalah pacaran gaya barat. Dimana hal-hal seperti ini sudah dianggap biasa, bahkan para orang tua sudah memberi anak laki-laki mereka kondom saat remaja (konon kabarnya).
Kalau pacaran sudah mengarah ke hal-hal seperti ini, waduh mengerikan rasanya.
Baiklah, kita kembali ke awal. Jika pacaran memang terlalu riskan untuk dijadikan sarana saling pengenalan, maka cobalah pakai cara yang lain. Dalam konsep Islam ada yang disebut dengan taaruf. Taaruf dalam bahasa Indonesia artinya perkenalan. Ya, perkenalan sebelum menikah.
Sejauh yang saya tahu, biasanya proses taaruf diawali dengan saling tukar menukar biodata dan ada juga yang dilampirkan foto. Biodata tersebut mengungkap secara lengkap tentang siapa kita. Dalam taaruf biasanya ada pihak lain yang dipercaya sebagai perantara. Perantara ini biasanya sosok yang memang benar-benar amanah sehingga bisa dipercaya. Ketika masing-masing pihak yang berkepentingan merasa cocok, maka dilanjutkan dengan pertemuan diantara keduanya dengan melibatkan puhak lain yang diangap dipercaya. Setelah mereka bertemu dan merasa cocok maka dilanjutkan dengan mendatangi dan memohon restu orang tua kedua belah pihak. Kalau orang tua setuju maka dilanjutkan dengan proses khitbah alias lamaran, lalu selanjutnya dilakukan pernikahan. Lama proses taaruf berpariasi, bisa dalam hitungan minggu, bisa juga dalam hitungan bulan. Biasanya sih membutuhkan waktu sekitar tiga bulan.
Lalu bagaimana dengan Achoey?
Baiklah, saya akan buka-bukaan kali ini. Jujur, saat ini saya sedang dalam proses menuju pada pernikahan. Dan proses yang saya lakukan bersama calon istri saya adalah seperti berikut ini.
Sebagai sesama pengguna internet, kami bersua di dunia maya. Awalnya kami biasa melakukan sharing tentang banyak hal lewat chating. Merasa diantara kami banyak kesamaan maka kami pun menyepakati untuk melakukan sebuah niat mulia, melakukan penjajagan untuk menikah. Sharing pun kami coba arahkan untuk saling mengenali satu sama lain. Banyak hal yang kami bahas, dari mulai hal-hal yang dianggap orang penting sampai pada hal-hal yang mungkin gak banyak orang anggap penting, semisal apakah kalau tidur suka mendengkur, apakah kalau tidur lampu biasa dimatikan dan lain-lain. Buat kami ini penting karena jika diantara kami ada yang gak bisa tidur kalau mendengar dengkuran sementara ada diantara kami yang mendengkur maka ini masalah, bisa jadi tidak hanya pisah ranjang tapi juga pisah kamar bahkan pisah rumah kalau tidur hehehe.
Setelah melewati fase perkenalan lewat tanpa bertatap muka, maka akhirnya kami memutuskan untuk bersua. Kami mungkin hanya butuh sedikit waktu untuk menyepakati bahwa kami telah membulatkan tekad untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya, yakni memohon ijin pada orang tua kedua belah pihak. Jelas orang tua kami kaget ketika kami ditanya sejak kapan kami pacaran, dan kami katakan tidak. Kami hanya menyampaikan bahwa sebelumnya kami telah melakukan komunikasi effektif untuk saling mengenali dan kami baru bertemu beberapa jam yang lalu. Kami tahu dalam Islam pun disarankan ketika kita akan menikah kita melihat calon istri kita dulu, karena biasanya kecendrungan itu akan terasa lebih kuat setelah memandang. Yang dipandang biasanya wajah dan telapak tangan.
Awalnya kedua orang tua kami mungkin merasa aneh dan sedikit ragu, tapi setelah kami yakinkan maka mereka pun setuju asal kami berdua benar-benar bertanggung jawab atas keputusan yang sangat penting ini. Maka khitbah pun telah saya lakukan dan tinggal menunggu waktu pernikahan yang telah ditetapkan pihak perempuan dan disepakati oleh pihak laki-laki. Mudah kan, gak perlu waktu lama. Biar kami pacarannya setelah menikah saja. Akan jauh lebih indah, dan yang pasti halal, aman dan berkah. Mohon doanya agar sakinah.


Komentar-komentar :

Blom ada yang ngasih komentar ... :(

 

Nyumbang komentar ?

Nama

Email

Untuk photo silahkan register di gravatar

Domisili

Komentar

:

 

 :  CAPTCHA Image

 

 :    Reload Image

Artikel sebelumnya ....

 Persiapan Pra-nikah Bagi Nuslim Dan Muslimah

 Ujian Pra Nikah= Seni Pra Nikah

 Pernikahan Islam

 Persiapan Pra Nikah

 Seorang Akhwat Yang Melamar Ikhwan

 Persiapan Menuju Pernikahan

 Persiapan Pra Nikah Bagi Muslimah

 Dwilogi Cinta Romi Dan Juli: Part 08 - Tangisan Bahagia Di Akhir Dwilogi Kami

 Dwilogi Cinta Romi Dan Juli: Part 07 - Allah Dulu, Allah Lagi, Allah Terus

 Dwilogi Cinta Romi Dan Juli: Part 06 - Kepercayakan Padamu My Angel

 Dwilogi Cinta Romi Dan Juli: Part 05 - Putri Pangeran Dan Februari

 Dwilogi Cinta Romi Dan Juli: Part 04 - Buah Hatiku, Buah Hatimu, Buah Hati Kita

 Dwilogi Cinta Romi Dan Juli: Part 03 - Nikmatnya Pacaran Setelah Perjanjian Suci

 Dwilogi Cinta Romi Dan Juli: Part 02 - Malam Zafaf

 Dwilogi Cinta Romi Dan Juli: Part 01 - Kala Dosa Menjadi Pahala

 Kisah Cinta Romi Dan Juli: Part 18 - Epilog Jendela Pertama

 Kisah Cinta Romi Dan Juli: Part 17 - Barakallahu!

 Kisah Cinta Romi Dan Juli: Part 16 - Ana Uhibbuki Fillah (aku Mencintaimu Karena Allah)

 Kisah Cinta Romi Dan Juli: Part 15 - Traveling To Bangka Island (kupinang Engkau Dengan Hamdalah)

 Kisah Cinta Romi Dan Juli: Part 14 - Ada Apa Dengan Cina?

 Kisah Cinta Romi Dan Juli: Part 13 - Ejawantah Rasa Gelisah (juli Again?)

 Kisah Cinta Romi Dan Juli: Part 12 - Witing Tresno Jalaran Soko Kulino

 Kisah Cinta Romi Dan Juli: Part 11 - 25 Tahun Usiaku Akan Kusempurnakan Agama Ini

 Kisah Cinta Romi Dan Juli: Part 10 - Esa Hilang Dua Terbilang

 Kisah Cinta Romi Dan Juli: Part 9 - Kusimpan Mawar Ini Tetap Untukku, Juli

 Kisah Cinta Romi Dan Juli: Part 8 - Up Close And Pesonal With 2 Cyber Hijaber

 Kisah Cinta Romi Dan Juli: Part 7 - Pertemuanku Dengan 2 Wanita Cyber

 Kisah Cinta Romi Dan Juli: Part 6 - Wanita Sholehah Tunjukkan Dirimu!

 Kisah Cinta Romi Dan Juli: Part 5 - 3 Kunci Emas

 Kisah Cinta Romi Dan Juli: Part 4 - Sahabat Sejatiku




~ Website-nya cerpen & artikel pernikahan islami serta pacaran islami (emang ada?) ~

Hak cipta selamanya oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala

Semua materi dapat disalin, dicetak dan disebarkan (syukur-syukur ...) dengan mencantumkan sumber situs web ini

Pujian, masukan, krititikan, cacian, hujatan : aa_aanang [at] yahoo [dot] com