artikel, cerpen, nikah artikel, cerpen, nikah artikel, cerpen, nikah artikel, cerpen, nikah

Serial Kupinang Engkau Dengan Hamdalah: 15 - Menyampaikan Isi Hati Kepada Ibu

Karya : Mohammad Fauzil Adhim

 

Anda mungkin mempunyai pandangan mengenai pernikahan yang agak berbeda dengan yang banyak dipahami masyarakat, khususnya orangtua. Anda menghendaki tata cara yang menurut Anda lebih Islami, misalnya. Sementara yang demikian ini masih kurang dikenal.

Perbedaan pandangan itu bisa jadi karena Anda telah belajar lebih banyak, bisa jadi karena pengetahuan Anda masih kurang sehingga belum bisa bersikap di tengah tengah.

Jika tidak dikomunikasikan, perbedaan ini bisa mendatangkan masalah. Membicarakannya jauh-jauh hari, bahkan ketika pinangan belum tiba, insya-Allah lebih dekat dengan kemaslahatan dan membuahkan kesejukan bagi semua pihak.

Demikian juga pandangan mengenai suami yang baik dan insya-Allah dapat membahagiakan Anda. Suami yang dapat menjadi teman hidup dan menyiapkan perbekalan menuju kampung akhirat.

Atau...? Anda mungkin telah mempunyai perasaan tentang siapa kiranya laki-laki yang paling sesuai di hati Anda untuk teman pulang ke kampung akhirat, seandainya ada orang-orang yang ingin bersungguh-sungguh menemani Anda. Barangkali, seperti Syafura putri Nabi Syuaib, di dalam hati Anda telah tertambat harapan kepada seseorang yang menurut Anda tsiqah (bisa dipercaya). Sementara Anda gelisah, apa yang paling maslahat (membawa kebaikan) untuk dilakukan. Atau, ada rahasia-rahasia lain yang tidak layak bagi saya untuk mengetahuinya, padahal masalah itu sangat berarti bagi Anda.

Ada bagian-bagian rahasia hati yang dapat Anda simpan sendiri. Meskipun demikian, ada sejumlah rahasia hati yang sebaiknya Anda kemukakan pada orang terdekat, selagi belum datang pinangan. Sampaikan rahasia hati Anda yang menyangkut masalah penting dalam hidup Anda kepada ibu. Jika malu, Anda bisa menyampaikan kepada nenek. Bisa juga kepada tante atau kakak wanita yang telah memiliki pengalaman hidup. Mereka insya-Allah dapat bersikap bijaksana. Sehingga kalau ada masalah yang Anda anggap pelik, mudah-mudahan Allah memudahkan jalan keluarnya.

Kalau orangtua melihat ada madharat dan mafsadat yang mungkin terjadi dalam masalah Anda, insya-Allah mereka dapat memikirkan jalan keluarnya. Sehingga, Anda akan mendapat pemecahan terbaik.

Mereka telah memiliki pengalaman hidup. Bagi anak perempuan, seorang ayah memiliki hak perwalian. Tidak sah nikah tanpa wali. Ada berbagai hadis yang menunjukkan hal ini. Silakan Anda periksa. Semoga Allah Swt. memberikan hidayah dan ilmu kepada kita, sehingga kita menjadi orang-orang yang yakin.

Orang-orang yang memahami hikmah di balik disyariatkannya wali pernikahan seorang anak gadis. Komunikasikanlah rahasia hati Anda, termasuk pandangan Anda tentang pernikahan. Komunikasikanlah secara lemah lembut dengan pembicaraan yang memuliakan mereka. Sehingga ketika masanya tiba, insya-Allah semua berjalan dengan penuh kemaslahatan, barakah dan melegakan semua pihak. Allahu A‘lam bishawab.

Komunikasikanlah baik-baik. Mudah-mudahan semuanya berujung pada kebaikan dunia-akhirat. Allahumma amin.


Hak cipta selamanya oleh Allah © Subhanahu wa Ta'ala

Semua materi dapat disalin dan disebarkan (syukur-syukur ...) dengan mencantumkan tentang-pernikahan.com