artikel, cerpen, nikah artikel, cerpen, nikah artikel, cerpen, nikah artikel, cerpen, nikah

Kua Komersil (tarif Menikah)

Karya : Fauziah, Kader Dpra Pks Bintaro - Dpc Pesanggrahan

 

Pernikahan adalah fenomena lumrah bagi setiap pasangan yang siap menikah. Namun hal yang lumrah ini menjadi terasa berat bila mengingat ?biaya nikah? yang semakin meningkat setiap tahunnya, apakah biaya untuk mas kawin, isi kamar, konsumsi, undangan dan hadiah-hadiah lainnya. Potong anggaran sana sini jadi jurus andalan untuk menekan pengeluaran. Pengeluaran inipun sebenarnya bisa ditiadakan jika ingin dilakukan secara sederhana. Namun kita tidak akan membahas hal diatas, karena ada hal paling mendasar jika seseorang ingin terdaftar pernikahannya secara sah sesuai syariat dan hukum negara.

KUA (Kantor Urusan Agama) merupakan lembaga pencatat pernikahan yang bertugas mendaftarkan dan mengurus kelengkapan administratif. Lembaga ini bernaung dibawah Departemen Agama RI dan melaksanakan tugas berdasarkan peraturan pemerintah . baik peraturan mentri Agama maupun SK Gubernur.

Realita yang terjadi sekarang ini adalah begitu beragamnya ?tarif? menikah, berkisar antara Rp. 300.000,- sampai 500.000,- mengapa bisa terjadi hal demikian padahal lembaga pemerintah seharusnya bekerja sesuai UU.

Bapak H. Abdul Djalil selaku Wakil Ketua KUA Pesanggrahan menjelaskan bahwa ?biaya pencatatan nikah? sebenarnya hanya Rp. 85.000,- saja untuk pernikahan diluar KUA dan Rp. 35.000,- di KUA sesuai dengan PP No. I/2000 dan SK Gubernur No. 169/087.417 berlaku untuk seluruh wilayah DKI Jakarta plus infak Rp. 15.000,- untuk BP4, infak ini tidak diatur dalam UU. Biaya diatas tidak ada alokasi untuk penghulu dan inilah yang membuat beragam versi ?tarif?. Adapun jika diluar terjadi berbagai versi ?tarif? menurut beliau itu merupakan keikhlasan dan kepantasan yang diberikan secara sukarela pleh pengantin, jadi tidak ada istilah patok harga oleh penghulu atau KUA dan memang kita (petugas) tidak dibenarkan untuk memasang tarif.

Bapak H. Abdul Djalil menambahkan jika ditinjau dari segi kemanusiaan, para penghulu ini haruslah meninggalkan sanak keluarga dan hari libur yang seharusnya dinikmati tapi mereka (penghulu) tetap bertugas diluar jadwal kantor (senin-jumat) karena kebanyakan mereka (calon pengantin) menikah pada hari sabtu-minggu. Ada pula pengantin yang meminta kesediaan penghulu untuk turut memberikan khutbah nikah atau membacakan doa bahkan kedua-duanya,diluar tugasnya menikahkan dan mencatatkan pernikahan tersebut.

Kalaupun penghulu mendapat penghargaan atas jasanya itupun dibagi-bagi untuk orang yang mencatatkan buku nikah dan administrasi lainnya, tapi ini tergantung dari sang penghulu (internal) dalam rangka kebersamaan dan kesejahteraan sesama pegawai.

Rincian biaya administrasi secara terperinci dijelaskan Bapak Thoyib (Bendahara KUA Pesanggrahan), sebagai berikut :
Menikah di KUA sebesar Rp. 35.000,- : Rp. 6000,- kas negara, Rp. 6000,- Departemen Agama (pusat/negara), Rp. 4800,- Kanwil DepAg (Kotamadya), Rp. 3600,- DepAg, Rp. 9600,- KUA, Rp. 5000,- P3N (Pegawai Pembantu Pencatat Nikah)
Menikah diluar KUA sebesar Rp. 85.000,- (Rp. 35.000,-/sda + Rp. 50.000,-) sebagai berikut : Rp. 10.000,- pelaksana, Rp. 15.000,- Kanwil, Rp. 15.000,- KanDepAg, Rp. 10.000,- transport penghulu.

KUA Pesanggrahan telah mencatat 1163 pasangan terhitung mulai Januari ? November 2003, bukan tidak mungkin akan meningkat pada akhir tahun ini. Dari jumlah pasangan yang telah tercatat ini ada pula pasangan yang tidak mampu (relatif). Untuk mereka KUA/Negara memberikan keringanan bahkan free of charge alias gratis dengan melampirkan surat keterangan tidak mampu dari RT, RW dan Kelurahan.

Proses administrative dari mulai mendaftar- pelaksanaan pernikahan minimal 10 hari sesuai PMA (Peraturan Mentri Agama), jika lebih dari 10 hari terkena Dispensasi Camat. Masa 10 hari ini dilakukan aktifitas persiapan proses pelaksanaan nikah, pemeriksaan berkas kelengkapan nikah seperti N1 (surat kehendak nikah), N2 (surat Kehendak nikah calon), N3 (surat persetujuan KUA), N4 (surat persetujuan Orangtua), surat keterangan RT, RW, Kelurahan, fotocopy Kartu Keluarga, fotocopy KTP, Foto 2x3 dilengkapi berkas BP4 dan lembar-lembar pemeriksaan.

Nah, ternyata biaya pencatatan nikah itu relatif murah lho hanya Rp. 50.000,- jika di KUA dan Rp. 100.000,- diluar KUA (salam tempel penghulunya yang bikin gigit jari) So, siapa menyusul ?

Berikut petikan wawancara dengan beberapa yang pernah mencatatkan dirinya di KUA

Kiki Zakiah ? Bintaro :
biaya yang diberikan Rp. 100.000,- untuk KUA dan Rp. 400.000,- untuk penghulu. Itu dilakukan karena menghargai jasa penghulu berdasarkan kepantasan dan kitalah (kiki-asep) yang memanggil penghulu tersebut ke kediaman mempelai. Jadi saya rasa itu adalah harga yang wajar.

Sigit Hardiantoro ? Bintaro : ketika mendaftar memang sudah dipatok Rp. 400.000,- ( Rp. 100.000,- KUA dan Rp. 300.000,- penghulu ). Saya rasa lebih enak jika aparat pemerintah melakukan tugasnya sesuai prosedural dan tidak memberatkan biaya walimah. (sigit mendaftar di wilayah srengseng)



Hak cipta selamanya oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala

Semua materi dapat disalin dan disebarkan (syukur-syukur ...) dengan mencantumkan tentang-pernikahan.com